Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Olah Eceng Gondok, Lulusan UIN Bandung Terpilih Belajar di Inggris

Kompas.com, 4 Oktober 2026, 15:07 WIB
Reni Susanti

Editor


PURWAKARTA, KOMPAS.com — Eceng gondok yang kerap dianggap sebagai tanaman pengganggu di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menjadi bahan bagi Tanissa Puti Rahmadiva untuk mengembangkan produk sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.

Melalui Bumi Kreasi Jatiluhur, lulusan Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu melibatkan warga, terutama kelompok perempuan, untuk mengolah eceng gondok menjadi kerajinan dan pupuk.

“Saya percaya, masalah lingkungan di sekitar kita bisa menjadi titik awal lahirnya solusi dan peluang bagi masyarakat,” ujar Tanissa dikutip dari laman UIN SGD Bandung, Minggu (4/10/2026).

Baca juga: UIN Sunan Kalijaga Peringkat Kedua Nasional di THE WUR 2027, Tepat di Bawah UI

Inisiatif tersebut berangkat dari keresahannya terhadap eceng gondok yang memenuhi permukaan waduk dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Tanissa melihat tanaman itu sebagai potensi yang dapat dimanfaatkan. Selain kerajinan dan pupuk, Bumi Kreasi Jatiluhur mengembangkan inovasi polybag berbahan eceng gondok yang masih dalam tahap riset.

Membuka ruang pemberdayaan perempuan

Bagi Tanissa, pengolahan eceng gondok menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat mengenali potensi lingkungan sekaligus mengembangkan keterampilan.

Keterlibatan kelompok perempuan menjadi bagian dari upaya membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar mereka.

Dalam perkembangannya, Bumi Kreasi Jatiluhur mendapat pendampingan dari Agile Innovation Labs dan INCREASE Inclusive.

Pendampingan tersebut mencakup pelatihan, mentoring, serta pengembangan inovasi untuk memperkuat model usaha berbasis lingkungan dan membuka ruang kolaborasi.

Baca juga: UIN Sunan Kalijaga Kini Selevel UGM, Tembus 1.000 Kampus Terbaik Dunia

Terpilih mengikuti program di Inggris

Pengembangan Bumi Kreasi Jatiluhur kemudian membawa Tanissa terpilih mengikuti Climate Skills Global Collaboration Programme di Inggris, yang dijadwalkan pada 27 September hingga 3 Oktober 2026.

Program tersebut diinisiasi British Council melalui kolaborasi dengan Lancaster University Management School, INCREASE Inclusive, dan Agile Innovation Labs.

Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Asep Shodiqin, menyambut positif kesempatan tersebut.

“Alhamdulillah, dalam program British Council Indonesia mengenai pengusaha hijau, Bumi Kreasi terpilih dari hasil penyaringan se-Jawa Barat untuk mewakili Indonesia ke Inggris dalam pembelajaran bersama Lancaster University,” kata Asep. 

Rangkaian program mencakup sesi akademik, lokakarya, serta kunjungan ke kampus Lancaster University dan organisasi yang bergerak di bidang keberlanjutan.

Kesempatan itu menjadi ruang bagi Tanissa untuk memperdalam pengetahuan, bertukar pengalaman, dan memperluas jejaring dalam pengembangan inovasi berbasis solusi iklim.

Ia juga membawa pengalaman pemberdayaan masyarakat di Jatiluhur sebagai bahan pertukaran pengetahuan dengan peserta dan mitra program.

Mengembangkan inovasi untuk masyarakat

Tanissa berkomitmen memanfaatkan pengetahuan dan jejaring dari program tersebut untuk memperkuat Bumi Kreasi Jatiluhur.

Ia berharap pengolahan eceng gondok dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.

Perjalanannya menunjukkan bagaimana keterampilan pemberdayaan masyarakat dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di sekitar warga.

Eceng gondok yang semula dipandang sebagai gangguan menjadi bahan pengembangan produk dan peluang usaha bersama.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar