Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cholil Nafis: Menikmati Ibadah Perlu Latihan dan Pembiasaan

Kompas.com, 4 Oktober 2026, 17:03 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis mengatakan, ketenteraman dalam berbuat baik dan beribadah perlu dibangun melalui latihan serta pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Cholil, kebiasaan dapat membuat seseorang merasa nyaman dengan perilaku yang terus dilakukan, termasuk keburukan. Karena itu, kemampuan menikmati kebaikan juga perlu dilatih.

“Kalau kebatilan saja kalau biasa lama-lama nikmat. Orang biasa kotor, lama-lama nyaman dengan kotor. Kalau yang buruk saja kalau biasa itu dinikmati, mengapa dengan yang baik-baik kita tidak bisa menikmati? Seharusnya kita bisa menikmati,” ujar Cholil dikutip dari MUI Digital, Minggu (4/10/2026).

Pandangan tersebut disampaikan dalam pengajian rutin Sabtu Mujahadah yang mengkaji Kitab Mauidzotul Mu’minin di Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat, Sabtu (3/10/2026).

Baca juga: Cholil Nafis: Berbuat Baik Harus karena Allah, Bukan Berharap Balasan Manusia

Dimulai dari kebiasaan sederhana

Cholil mencontohkan pembiasaan kebaikan melalui tindakan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan lingkungan, merapikan pakaian kotor, dan menjaga fasilitas umum.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah tersebut, tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk watak seseorang.

Ketika kebaikan sudah menjadi kebiasaan, seseorang justru dapat merasa tidak nyaman apabila meninggalkannya.

“Kapan itu terjadi? Dilatih, dibiasakan, dibiasakan, dibiasakan. Gak enak kalau tidak dilakukan,” katanya.

Baca juga: Kelakar Cholil Nafis soal Ketum PBNU: Saya Tak Berani Mencalonkan Diri, Merasa Tidak Kompeten

Cholil menjelaskan, proses latihan berkelanjutan atau riyadhah juga diperlukan dalam beribadah. Pembiasaan tersebut perlu disertai sikap berserah diri kepada Allah SWT.

“Begitu juga mindset kita, harus menggantungkan diri hanya kepada Allah secara totalitas, tidak bisa separuh-separuh,” ujarnya.

Berbuat baik dengan hikmah

Selain pembiasaan, Cholil menekankan pentingnya hikmah dalam beramal. Menurutnya, berbuat baik perlu disertai pemahaman mengenai cara yang tepat, waktu yang sesuai, serta niat yang lurus.

“Orang yang punya hikmah itu tahu yang baik, tahu yang tepat, dan tahu momentumnya kapan,” kata Cholil.

Dengan pemahaman tersebut, kebaikan tidak hanya dilakukan sebagai rutinitas, tetapi juga dengan mempertimbangkan bagaimana dan kapan tindakan itu sebaiknya dijalankan.

Cholil menegaskan, kebiasaan baik yang terus dijaga dapat menjadi sumber kenikmatan dan ketenteraman jiwa.

“Kalau kebatilan saja bisa bikin orang ketagihan karena biasa, maka kebenaran dan kebaikan yang dibiasakan pasti jauh lebih nikmat dan menentramkan jiwa,” ujarnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar