Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PPSN VI Ditutup, Dirjen Pesantren: Prestasi Terpenting adalah Karakter

Kompas.com, 6 Oktober 2026, 09:02 WIB
Reni Susanti

Editor

MALANG, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengingatkan bahwa keberhasilan santri tidak hanya diukur dari kemenangan dalam perlombaan.

Menurutnya, pencapaian terpenting adalah karakter dan akhlak yang terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan saat penutupan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadho, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (5/10/2026) malam.

“Bagi yang juara, jangan jumawa. Bagi yang tidak juara, jangan berkecil hati. Prestasi yang paling penting adalah prestasi karakter,” kata Basnang dalam rilisnya, Selasa (6/10/2026).

Baca juga: 4.524 Pramuka Santri Ikut PPSN VI, Ditempa Cegah Perundungan dan Jaga Alam

Dalam kesempatan itu, Basnang menyampaikan enam pesan kepada peserta, mulai dari belajar memimpin, memperkuat kemampuan bahasa asing, hingga menjaga adab kepada guru dan orang tua.

Belajar memimpin dan memperkuat bahasa asing

Basnang mengajak santri memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar menjadi pemimpin. Tanggung jawab dalam kelompok kecil, menurutnya, merupakan bagian penting dari proses tersebut.

“Belajarlah menjadi pemimpin. Jangan remehkan kepemimpinan sekecil apa pun; menjadi ketua regu saja sudah merupakan prestasi,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa banyak alumni pesantren telah mengambil peran dalam kepemimpinan bangsa.

Selain itu, santri diminta memperkuat kemampuan bahasa asing. Kemampuan tersebut dapat membuka kesempatan untuk menjelajahi dunia dan memperluas pengalaman.

Baca juga: Kemenag Luncurkan Saka Amal Bakti, Wadah Pramuka Santri dan Pelajar

Bijak bermedia sosial dan menjaga karakter

Basnang juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan media sosial. Ia meminta santri menghindari provokasi yang dapat merugikan masyarakat maupun masa depan mereka sendiri.

“Jangan gampang merusak Indonesia dengan provokasi. Jangan mencederai masa depan kalian sebagai santri,” tegasnya.

Pesan berikutnya adalah menjaga karakter. Basnang mengingatkan peserta agar tidak menjadi sombong ketika meraih kemenangan maupun kehilangan semangat saat belum menjadi juara.

Akhlak, menurutnya, tetap menjadi bekal utama seorang santri setelah kembali dari perkemahan.

Mencintai bangsa dan mendoakan guru

Basnang turut mengajak santri berkontribusi bagi bangsa melalui tindakan yang bermanfaat.

“Cintailah bangsa ini, karena mencintai bangsa adalah bagian dari iman. Jadilah kalian santri yang mengisi kemerdekaan,” pesannya.

Ia kemudian mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan guru dan orang tua, termasuk melalui doa serta silaturahim.

“Jangan pernah lupa mendoakan guru-guru dan orang tua kalian. Jangan lupa kembali bersilaturahim kepada kiai,” tuturnya.

“Tenda boleh dibongkar, semangat jangan”

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadho, KH Fathul Bari, berpesan agar berakhirnya perkemahan tidak mengakhiri semangat peserta untuk menjalankan nilai-nilai kebaikan.

“Tenda-tenda boleh dibongkar, tapi semangat jangan dibongkar. Langkah kaki boleh meninggalkan bumi perkemahan, tapi nilai-nilai kebaikan harus dibawa dalam setiap kehidupan,” ujarnya.

Menurut Fathul Bari, keberhasilan peserta tidak cukup diukur dari piala yang dibawa pulang. Semangat untuk berubah dan kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi ukuran penting.

“Yang membawa semangat perubahan dan terus membawa kepedulian terhadap lingkungan, itulah pemenangnya,” katanya.

Membawa semangat setelah perkemahan

Direktur Ma’had Aly Kemenag, Adib, yang menyampaikan laporan mewakili ketua panitia, mengatakan bahwa PPSN VI melahirkan semangat baru bagi santri.

“Kegiatan ini melahirkan semangat. Semarak dan gegap gempita Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI akan kita kenang sepanjang hidup,” ujarnya.

Adib menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung kegiatan, termasuk pengasuh pesantren, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, dan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Penutupan ditandai dengan penyalaan api unggun oleh Basnang. Acara turut dihadiri Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, jajaran direktur di Ditjen Pesantren, serta pendamping dan peserta kontingen.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar