Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhaj Bahas Peluang Jemaah Haji-Umrah Indonesia Wisata ke Yordania

Kompas.com, 6 Oktober 2026, 19:23 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menerima kunjungan Duta Besar Yordania untuk Indonesia Sudqi Atallah Al Omoush di kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas kelanjutan usulan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) mengenai kunjungan wisata jemaah haji dan umrah Indonesia ke Yordania.

Kerja sama itu diharapkan membuka peluang bagi jemaah Indonesia untuk menjadikan Yordania sebagai destinasi wisata alternatif sebelum atau setelah menjalankan ibadah haji dan umrah di Tanah Suci.

Menhaj mengatakan, pihak Yordania sebelumnya telah mengajukan usulan kerja sama tersebut kepada Kemenhaj.

Baca juga: Ekonom Soroti Dana Haji yang Keluar dari Ekosistem Syariah saat Belanja

Pertemuan kali ini menjadi bagian dari pembahasan lanjutan untuk merumuskan bentuk kerja sama yang dapat memfasilitasi perjalanan wisata jemaah Indonesia.

"Perjanjian MoU ini berkaitan dengan perjalanan wisata bagi jemaah, baik sebelum maupun sesudah melaksanakan ibadah haji dan umrah. Pihak Yordania telah mengajukan usulan kerja sama ini sejak beberapa waktu lalu, dan pertemuan tadi merupakan kelanjutan pembahasannya untuk menyediakan destinasi wisata bagi jemaah kita yang berangkat atau pulang dari Tanah Suci," ujar Irfan dalam keterangan tertulis, Selasa.

Jemaah Indonesia Bisa Singgah ke Yordania

Menurut Irfan, rencana kerja sama tersebut memungkinkan jemaah Indonesia untuk singgah di Yordania dalam rangkaian perjalanan ibadah mereka.

Dengan posisi Yordania sebagai salah satu negara di kawasan Timur Tengah, destinasi tersebut dinilai dapat menjadi pilihan bagi jemaah yang ingin menambah pengalaman wisata sebelum atau setelah melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Namun, kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Indonesia ke Yordania.

Kemenhaj juga menginginkan adanya hubungan timbal balik melalui peningkatan kunjungan wisatawan Yordania ke Indonesia.

"Selain itu, kami berharap wisatawan dari Jordania pun tertarik berkunjung ke Indonesia. Jadi ada kerja sama timbal balik: jemaah kita singgah berwisata di Jordania setelah umrah, sementara warga Jordania juga kita ajak menikmati berbagai destinasi wisata di Indonesia," kata Irfan.

Dorong Kerja Sama yang Saling Menguntungkan

Irfan menekankan pentingnya prinsip mutual benefit atau saling memberikan manfaat dalam kerja sama antara Indonesia dan Yordania.

Dengan konsep tersebut, kerja sama tidak hanya berorientasi pada perjalanan wisata jemaah Indonesia, tetapi juga membuka peluang promosi destinasi wisata Indonesia kepada masyarakat Yordania.

Pertemuan antara Kemenhaj dan Dubes Yordania tersebut menjadi langkah konkret untuk menindaklanjuti usulan MoU.

Baca juga: Pemerintah Usulkan Skema Baru Biaya Haji 2027: Jamaah Bayar 52 Persen, BPKH 48 Persen

Kedua pihak diharapkan dapat merumuskan kerja sama secara komprehensif dan matang sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Hasan Afandi, serta Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Akhmad Fauzin.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar