Editor
KOMPAS.com – Kemarau panjang akibat El Nino tengah melanda banyak wilayah Indonesia. BMKG mencatat Juli 2026 sebagai bulan Juli terkering sejak 1991, dan krisis air bersih dirasakan warga di sejumlah daerah.
Kondisi ini bisa menjadi bahan renungan dalam khutbah Jumat, mengingatkan jamaah bahwa air adalah nikmat Allah yang patut dijaga.
Berikut contoh khutbah Jumat singkat bertema kemarau panjang, berisi ajakan menghemat air, bersedekah air, dan memperbanyak istighfar, lengkap dengan doa memohon hujan.
Baca juga: Khutbah Jumat 9 Oktober: Cara Merayakan Prestasi dengan Syukur
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah SWT, dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Takwa adalah sebaik-baik bekal dalam menghadapi setiap keadaan, baik lapang maupun sempit.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Beberapa bulan terakhir, negeri kita diuji dengan kemarau yang panjang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Juli 2026 sebagai bulan Juli terkering sejak 1991, seiring menguatnya fenomena El Nino. Di sejumlah daerah, sumur mengering, sawah retak, dan warga harus antre air bersih.
Keadaan ini mengingatkan kita pada firman Allah SWT dalam Surat Al-Mulk ayat 30:
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيْكُمْ بِمَاءٍ مَعِيْنٍ
"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering, maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?'"
Ayat ini menyadarkan kita bahwa air yang selama ini kita anggap biasa sesungguhnya nikmat besar dari Allah. Kita baru merasakan nilainya ketika air mulai sulit didapat.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,
Ada tiga sikap yang perlu kita teguhkan menghadapi musim kering ini.
Pertama, berhemat dan tidak berlebihan dalam menggunakan air. Rasulullah SAW mencontohkan berwudhu cukup dengan satu mud air, sekitar dua telapak tangan penuh (HR Bukhari dan Muslim). Jika untuk ibadah saja Nabi begitu hemat, maka kita patut lebih berhati-hati memakai air untuk keperluan sehari-hari. Matikan keran yang tidak terpakai, perbaiki pipa yang bocor, dan gunakan air seperlunya.
Kedua, peduli kepada sesama yang kesulitan air. Ketika ditanya sedekah apa yang paling utama, Rasulullah SAW menjawab, "Memberi minum air" (HR Abu Dawud). Di saat seperti ini, berbagi air bersih, membantu sumur warga, atau menyumbang untuk pengiriman air ke daerah kering adalah sedekah yang sangat besar pahalanya.
Ketiga, memperbanyak istighfar dan bertobat. Allah SWT berfirman melalui lisan Nabi Nuh AS:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا، يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
"Maka aku berkata, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu'" (QS Nuh: 10-11).
Istighfar bukan sekadar ucapan, melainkan kesadaran untuk memperbaiki diri, termasuk memperbaiki cara kita memperlakukan alam. Allah mengingatkan bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi karena ulah tangan manusia (QS Ar-Rum: 41). Menebang hutan sembarangan, membuang sampah ke sungai, dan menyedot air tanah tanpa kendali adalah bagian dari kerusakan itu.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
BMKG memperkirakan musim hujan mulai datang secara bertahap pada pertengahan Oktober ini. Semoga Allah segera menurunkan hujan yang membawa berkah. Namun, jangan sampai kita kembali lalai ketika hujan turun. Jadikan pelajaran kemarau ini sebagai kebiasaan baru: hemat air, peduli sesama, dan menjaga alam sebagai amanah Allah.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ.
إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ.
"Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyegarkan, dan menyuburkan, yang bermanfaat dan tidak membahayakan, segera dan tidak ditunda" (HR Abu Dawud).
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.