Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Jumat Singkat: Kemarau Panjang, Saatnya Menjaga Air dan Perbanyak Istighfar

Kompas.com, 9 Oktober 2026, 06:23 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com – Kemarau panjang akibat El Nino tengah melanda banyak wilayah Indonesia. BMKG mencatat Juli 2026 sebagai bulan Juli terkering sejak 1991, dan krisis air bersih dirasakan warga di sejumlah daerah.

Kondisi ini bisa menjadi bahan renungan dalam khutbah Jumat, mengingatkan jamaah bahwa air adalah nikmat Allah yang patut dijaga.

Berikut contoh khutbah Jumat singkat bertema kemarau panjang, berisi ajakan menghemat air, bersedekah air, dan memperbanyak istighfar, lengkap dengan doa memohon hujan.

Baca juga: Khutbah Jumat 9 Oktober: Cara Merayakan Prestasi dengan Syukur

Khutbah pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah SWT, dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Takwa adalah sebaik-baik bekal dalam menghadapi setiap keadaan, baik lapang maupun sempit.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Beberapa bulan terakhir, negeri kita diuji dengan kemarau yang panjang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Juli 2026 sebagai bulan Juli terkering sejak 1991, seiring menguatnya fenomena El Nino. Di sejumlah daerah, sumur mengering, sawah retak, dan warga harus antre air bersih.

Keadaan ini mengingatkan kita pada firman Allah SWT dalam Surat Al-Mulk ayat 30:

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَأْتِيْكُمْ بِمَاءٍ مَعِيْنٍ

"Katakanlah, 'Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering, maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?'"

Ayat ini menyadarkan kita bahwa air yang selama ini kita anggap biasa sesungguhnya nikmat besar dari Allah. Kita baru merasakan nilainya ketika air mulai sulit didapat.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah,

Ada tiga sikap yang perlu kita teguhkan menghadapi musim kering ini.

Pertama, berhemat dan tidak berlebihan dalam menggunakan air. Rasulullah SAW mencontohkan berwudhu cukup dengan satu mud air, sekitar dua telapak tangan penuh (HR Bukhari dan Muslim). Jika untuk ibadah saja Nabi begitu hemat, maka kita patut lebih berhati-hati memakai air untuk keperluan sehari-hari. Matikan keran yang tidak terpakai, perbaiki pipa yang bocor, dan gunakan air seperlunya.

Kedua, peduli kepada sesama yang kesulitan air. Ketika ditanya sedekah apa yang paling utama, Rasulullah SAW menjawab, "Memberi minum air" (HR Abu Dawud). Di saat seperti ini, berbagi air bersih, membantu sumur warga, atau menyumbang untuk pengiriman air ke daerah kering adalah sedekah yang sangat besar pahalanya.

Ketiga, memperbanyak istighfar dan bertobat. Allah SWT berfirman melalui lisan Nabi Nuh AS:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا، يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

"Maka aku berkata, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu'" (QS Nuh: 10-11).

Istighfar bukan sekadar ucapan, melainkan kesadaran untuk memperbaiki diri, termasuk memperbaiki cara kita memperlakukan alam. Allah mengingatkan bahwa kerusakan di darat dan di laut terjadi karena ulah tangan manusia (QS Ar-Rum: 41). Menebang hutan sembarangan, membuang sampah ke sungai, dan menyedot air tanah tanpa kendali adalah bagian dari kerusakan itu.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

BMKG memperkirakan musim hujan mulai datang secara bertahap pada pertengahan Oktober ini. Semoga Allah segera menurunkan hujan yang membawa berkah. Namun, jangan sampai kita kembali lalai ketika hujan turun. Jadikan pelajaran kemarau ini sebagai kebiasaan baru: hemat air, peduli sesama, dan menjaga alam sebagai amanah Allah.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ.
إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ.

"Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyegarkan, dan menyuburkan, yang bermanfaat dan tidak membahayakan, segera dan tidak ditunda" (HR Abu Dawud).

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat Hari Ini: Bahaya Perundungan dalam Islam
Khutbah Jumat Hari Ini: Bahaya Perundungan dalam Islam
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Ayah Bukan Sekadar Pencari Nafkah, Ini Amanahnya
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Ayah Bukan Sekadar Pencari Nafkah, Ini Amanahnya
Aktual
Menag: Dakwah kepada Generasi Muda Perlu Beradaptasi dengan Era AI
Menag: Dakwah kepada Generasi Muda Perlu Beradaptasi dengan Era AI
Aktual
4 UIN Masuk 10 Besar Kampus dengan Kualitas Riset Terbaik di Indonesia
4 UIN Masuk 10 Besar Kampus dengan Kualitas Riset Terbaik di Indonesia
Aktual
Temukan Celah Keamanan, Mahasiswa Sibermu Masuk Hall of Fame NASA
Temukan Celah Keamanan, Mahasiswa Sibermu Masuk Hall of Fame NASA
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Jangan Meremehkan Dosa Kecil, Ini Bahayanya
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Jangan Meremehkan Dosa Kecil, Ini Bahayanya
Aktual
Komnas Haji Minta Subsidi Haji Rp3,2 Juta Punya Dasar Hukum dan Fatwa MUI
Komnas Haji Minta Subsidi Haji Rp3,2 Juta Punya Dasar Hukum dan Fatwa MUI
Aktual
Doa Sholat Tahajud: Niat, Bacaan Doa Sesudahnya, dan Dzikir
Doa Sholat Tahajud: Niat, Bacaan Doa Sesudahnya, dan Dzikir
Doa dan Niat
Khutbah Jumat Singkat: Kemarau Panjang, Saatnya Menjaga Air dan Perbanyak Istighfar
Khutbah Jumat Singkat: Kemarau Panjang, Saatnya Menjaga Air dan Perbanyak Istighfar
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Tabayun di Era Media Sosial, Jangan Asal Sebar Berita
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Tabayun di Era Media Sosial, Jangan Asal Sebar Berita
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober: Cara Merayakan Prestasi dengan Syukur
Khutbah Jumat 9 Oktober: Cara Merayakan Prestasi dengan Syukur
Aktual
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 3 Amalan Ingkang Saget Dados Bekal Kanggo Mati
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 3 Amalan Ingkang Saget Dados Bekal Kanggo Mati
Aktual
Jadwal Awal Ramadhan 2027, Libur Lebaran hingga Hari Pertama Masuk Kerja dan Sekolah
Jadwal Awal Ramadhan 2027, Libur Lebaran hingga Hari Pertama Masuk Kerja dan Sekolah
Aktual
Kemenag Siapkan Skema Kemitraan Bimwin, Calon Pengantin Tidak Harus ke KUA
Kemenag Siapkan Skema Kemitraan Bimwin, Calon Pengantin Tidak Harus ke KUA
Aktual
Doa Penguat Iman kepada Allah, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Penguat Iman kepada Allah, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar