Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 UIN Masuk 10 Besar Kampus dengan Kualitas Riset Terbaik di Indonesia

Kompas.com, 9 Oktober 2026, 07:35 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com – Empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berhasil masuk dalam jajaran 10 besar perguruan tinggi di Indonesia dengan kualitas riset terbaik.

Capaian tersebut berdasarkan pilar Research Quality dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027.

Keempat PTKIN yang masuk dalam daftar tersebut adalah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Menariknya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil menempati peringkat pertama dengan skor Research Quality sebesar 82,8.

Sementara itu, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berada di posisi kedua dengan skor 60,2.

Adapun UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menempati posisi kesembilan dengan skor 44,2, disusul UIN Sunan Gunung Djati Bandung di posisi kesepuluh dengan skor 43,8.

Baca juga: UIN Sunan Kalijaga Peringkat Kedua Nasional di THE WUR 2027, Tepat di Bawah UI

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengapresiasi capaian empat PTKIN tersebut.

"Empat PTKIN yang telah menunjukkan capaian ini diharapkan tidak hanya mempertahankan prestasinya, tetapi juga dapat memberikan penguatan kepada PTKIN lainnya, khususnya dalam membangun ekosistem penelitian yang berkualitas," ujar Kamaruddin di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Empat PTKIN Masuk 10 Besar Kualitas Riset

Berikut empat PTKIN yang masuk dalam 10 besar perguruan tinggi dengan kualitas riset terbaik di Indonesia berdasarkan pilar Research Quality THE WUR 2027:

1. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta – skor 82,8

2. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang – skor 60,2

3. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta – skor 44,2

4. UIN Sunan Gunung Djati Bandung – skor 43,8

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Suyitno mengatakan, masuknya empat PTKIN dalam jajaran 10 besar nasional menunjukkan semakin kuatnya kontribusi perguruan tinggi Islam dalam pengembangan riset dan ilmu pengetahuan.

Menurut dia, perkembangan PTKIN tidak hanya terlihat dari aspek pendidikan dan pengajaran, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan penelitian berkualitas.

"Dan tentunya memberikan kontribusi bagi masyarakat," ujar Suyitno.

Kemenag Dorong Riset PTKIN Semakin Berdampak

Suyitno menegaskan, penguatan ekosistem riset menjadi salah satu agenda penting dalam transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam.

PTKIN, kata dia, didorong untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, kolaborasi akademik, serta dampak riset terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

"Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas. Kita ingin riset PTKIN semakin relevan, memiliki dampak, dan mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan bangsa dan kemanusiaan," katanya.

Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag Sahiron juga meminta civitas akademika PTKIN terus memperkuat budaya akademik dan riset.

Menurut Sahiron, capaian empat PTKIN tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki potensi besar untuk bersaing dalam ekosistem pendidikan tinggi global.

"UIN Sunan Kalijaga bahkan menempati posisi pertama dalam daftar tersebut dengan skor 82,8. Tiga PTKIN lainnya juga masuk 10 besar nasional. Ini menunjukkan bahwa kualitas riset PTKIN semakin diperhitungkan," ujar Sahiron.

Research Quality Tak Hanya soal Jumlah Publikasi

Sahiron menjelaskan, Research Quality dalam THE WUR mencerminkan sejumlah aspek penting dalam kualitas riset, antara lain dampak, kekuatan, keunggulan, dan pengaruh penelitian.

Baca juga: UIN Sunan Kalijaga Kini Selevel UGM, Tembus 1.000 Kampus Terbaik Dunia

Dengan demikian, capaian tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan banyaknya publikasi ilmiah yang dihasilkan perguruan tinggi.

Kualitas riset juga dilihat dari sejauh mana penelitian memiliki kualitas, pengaruh, serta kontribusi yang lebih luas.

"Ke depan, kami akan terus mendorong PTKIN untuk memperkuat riset unggulan, meningkatkan kolaborasi nasional dan internasional, serta memastikan hasil penelitian memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Sahiron.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Adab Menjaga Rahasia Orang Lain dalam Islam, Jangan Asal Membuka Aib
Adab Menjaga Rahasia Orang Lain dalam Islam, Jangan Asal Membuka Aib
Aktual
PBNU Perkuat Kerja Sama dengan Mesir, Ada 30 Beasiswa Penuh per Tahun
PBNU Perkuat Kerja Sama dengan Mesir, Ada 30 Beasiswa Penuh per Tahun
Aktual
Menhaj Sebut Punya Uang Saja Tak Cukup untuk Berangkat Haji
Menhaj Sebut Punya Uang Saja Tak Cukup untuk Berangkat Haji
Aktual
Doa Sholat Witir: Bacaan, Arti, dan Dzikir Setelahnya
Doa Sholat Witir: Bacaan, Arti, dan Dzikir Setelahnya
Doa dan Niat
Menag Terima Kaligrafi “Xin” dari KTT Konfusianisme ASEAN-Tiongkok, Apa Maknanya?
Menag Terima Kaligrafi “Xin” dari KTT Konfusianisme ASEAN-Tiongkok, Apa Maknanya?
Aktual
Khutbah Jumat Hari Ini: Bahaya Perundungan dalam Islam
Khutbah Jumat Hari Ini: Bahaya Perundungan dalam Islam
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Ayah Bukan Sekadar Pencari Nafkah, Ini Amanahnya
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Ayah Bukan Sekadar Pencari Nafkah, Ini Amanahnya
Aktual
Menag: Dakwah kepada Generasi Muda Perlu Beradaptasi dengan Era AI
Menag: Dakwah kepada Generasi Muda Perlu Beradaptasi dengan Era AI
Aktual
4 UIN Masuk 10 Besar Kampus dengan Kualitas Riset Terbaik di Indonesia
4 UIN Masuk 10 Besar Kampus dengan Kualitas Riset Terbaik di Indonesia
Aktual
Temukan Celah Keamanan, Mahasiswa Sibermu Masuk Hall of Fame NASA
Temukan Celah Keamanan, Mahasiswa Sibermu Masuk Hall of Fame NASA
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Jangan Meremehkan Dosa Kecil, Ini Bahayanya
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Jangan Meremehkan Dosa Kecil, Ini Bahayanya
Aktual
Komnas Haji Minta Subsidi Haji Rp3,2 Juta Punya Dasar Hukum dan Fatwa MUI
Komnas Haji Minta Subsidi Haji Rp3,2 Juta Punya Dasar Hukum dan Fatwa MUI
Aktual
Doa Sholat Tahajud: Niat, Bacaan Doa Sesudahnya, dan Dzikir
Doa Sholat Tahajud: Niat, Bacaan Doa Sesudahnya, dan Dzikir
Doa dan Niat
Khutbah Jumat Singkat: Kemarau Panjang, Saatnya Menjaga Air dan Perbanyak Istighfar
Khutbah Jumat Singkat: Kemarau Panjang, Saatnya Menjaga Air dan Perbanyak Istighfar
Aktual
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Tabayun di Era Media Sosial, Jangan Asal Sebar Berita
Khutbah Jumat 9 Oktober 2026: Tabayun di Era Media Sosial, Jangan Asal Sebar Berita
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar