Editor
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Muhammad Nur Ibnu Hubab, mahasiswa baru Universitas Siber Muhammadiyah (Sibermu), masuk dalam Hall of Fame NASA setelah laporannya mengenai celah keamanan pada sistem badan antariksa Amerika Serikat tersebut dinyatakan valid.
Pengakuan melalui program Vulnerability Disclosure Program (VDP) itu diperolehnya sesaat sebelum memulai perkuliahan di Program Studi Sistem Informasi SIBERMU pada akhir September 2026. Sebelumnya, empat laporan yang ia ajukan belum diterima.
“Dari sinilah kemudian saya mencoba untuk hunting di NASA, tapi perjalanannya cukup lumayan lama. Hingga sekitar empat kali saya ditolak karena dinilai hasilnya kurang berdampak,” ujar Ibnu dikutip dari laman Muhammadiyah, Jumat (9/10/2026).
Baca juga: Tak Hanya Madrasah, 2.380 Siswa Sekolah Umum Ikuti OMI Sains 2026
Ibnu kemudian melanjutkan pencarian untuk menemukan celah keamanan lain dengan dampak lebih signifikan.
Pada percobaan kelima, laporannya dinyatakan valid dan namanya tercatat dalam Hall of Fame NASA sebagai pengakuan atas kontribusinya.
Ketertarikan Ibnu terhadap keamanan siber tumbuh melalui perjalanan belajar yang berbeda dari latar belakang pendidikan sekolahnya. Ia merupakan lulusan jurusan otomotif SMK Negeri 2 Pengasih, Kulon Progo.
Setelah lulus, Ibnu menyadari bahwa otomotif bukan bidang yang ingin ditekuninya. Ia kemudian memilih mempelajari teknologi informasi di Pondok Teknologi, Yogyakarta.
Sekitar satu tahun pertama, ia belajar pengembangan situs web. Namun, memasuki tahun kedua, ia mulai merasa jenuh dan mencari bidang lain untuk dipelajari.
“Di tahun kedua saya merasa jenuh di dunia web. Jadi di sinilah saya mulai explore menuju dunia cyber security,” ungkap Ibnu.
Baca juga: Kisah Azizah, Lulusan Madrasah yang Raih 14 LoA Kampus Luar Negeri
Ia memperdalam pengetahuan keamanan siber melalui berbagai bootcamp, artikel, dan komunitas. Pengetahuan tersebut kemudian dipraktikkan melalui aktivitas bug bounty, yakni mencari dan melaporkan celah keamanan secara bertanggung jawab.
Sebelum melaporkan temuannya kepada NASA, Ibnu mengaku telah menemukan sejumlah kerentanan pada berbagai platform, termasuk Perplexity dan ekosistem WordPress, serta situs pemerintah, perguruan tinggi, dan UMKM.
Setelah memperoleh pengakuan tersebut, Ibnu memulai perkuliahan sebagai mahasiswa angkatan ke-11 Program Studi Sistem Informasi Sibermu.
Ia ingin melanjutkan pendidikan formal untuk mengembangkan kemampuan yang sebelumnya dipelajari secara mandiri.
Bagi Ibnu, kemauan belajar, konsistensi, dan kesabaran menjadi bekal untuk menekuni bidang baru.
“Yang penting selagi kita ada kemauan. Kemauan untuk belajar, kemauan untuk mengeksplor. Insyaallah nanti bakalan ada hasil. Yang penting kita bisa konsisten dan bersabar saja, semua prosesnya,” ujar Ibnu.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.