Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ayah Jangan Hanya Hadir sebagai Pencari Nafkah, Anak Juga Butuh Kasih Sayang

Kompas.com, 11 Oktober 2026, 16:22 WIB
Reni Susanti

Editor


KOMPAS.com — Kehadiran ayah dalam kehidupan anak perlu diwujudkan melalui kasih sayang, keteladanan, dan komunikasi.

Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Lailan Arqam mengingatkan bahwa tanggung jawab ayah juga mencakup pendidikan iman, pembentukan akhlak, serta pendampingan emosional anak.

Lailan mengajak jemaah merenungkan siapa yang paling berperan membentuk karakter anak di tengah perkembangan teknologi digital.

“Apakah mereka terbentuk dari kasih sayang dan keteladanan kita di rumah? Atau bahkan dari algoritma layar HP yang tak punya jiwa,” tutur Lailan dikutip dari laman Muhammadiyah, Minggu (11/10/2026).

Baca juga: Doa untuk Ayah dan Ibu yang Sudah Meninggal, Jangan Lupa Dibaca

Menurut Lailan, kesibukan memenuhi kebutuhan keluarga perlu diimbangi dengan keterlibatan dalam pengasuhan. Anak membutuhkan kesempatan untuk berbicara, mendapat perhatian, dan melihat keteladanan dari orangtuanya.

Ia menyoroti keadaan ketika kebutuhan fisik anak terpenuhi, tetapi pendampingan emosional dan pendidikan keagamaan kurang mendapat perhatian.

“Rumah kita hari ini berubah menjadi sekadar tempat istirahat, bukan lagi madrasah pertama, tempat tumbuh jiwa anak disemai,” ungkapnya.

Anak membutuhkan ruang dialog

Lailan mengingatkan tentang minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan atau yang kerap disebut fatherless.

Dalam pembahasannya, persoalan tersebut berkaitan dengan kurangnya kehadiran ayah untuk mendampingi anak.

Menurutnya, kasih sayang, keteladanan, dan ruang dialog bersama ayah merupakan kebutuhan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh pemberian materi.

Ia mengajak para ayah menyediakan waktu untuk duduk bersama anak, mendengarkan mereka, dan memberikan bimbingan dengan penuh perhatian.

“Sadarlah, kapan kita terakhir duduk berdua dengan anak kita, menatap matanya dan menanamkan tauhid ke dalam lubuk jiwa yang perlu diisi dengan penuh kasih sayang,” ujarnya.

Baca juga: “Seperti Mimpi”, Jufriadi Pelatih SSB Berkaki Satu Pergi Haji Gantikan Ayah

Belajar dari dialog Luqman dengan anaknya

Untuk menjelaskan pentingnya kedekatan dalam pengasuhan, Lailan mengangkat dialog Luqman dengan anaknya dalam Al-Quran.

Ia menyoroti ungkapan “Yā bunayya” atau “Wahai anakku” dalam Surah Luqman ayat 13, ketika Luqman menasihati anaknya agar tidak mempersekutukan Allah.

Menurut Lailan, sapaan penuh kasih tersebut menunjukkan bahwa pendidikan keimanan perlu disampaikan melalui komunikasi yang hangat.

Kedekatan antara orangtua dan anak menjadi bagian penting agar nasihat dapat diterima dan membekas. Keteladanan dalam kehidupan sehari-hari juga diperlukan untuk menguatkan nilai yang diajarkan.

Mendampingi anak di tengah dunia digital

Lailan turut mengingatkan perlunya perhatian orangtua terhadap aktivitas anak di dunia digital.

Menurutnya, ketika komunikasi di rumah tidak terbangun dengan baik, anak berpotensi mencari tempat untuk memenuhi kebutuhan perhatian dan kedekatan di luar keluarga, termasuk melalui dunia digital.

Ia menyoroti sejumlah persoalan yang perlu diwaspadai orangtua, seperti judi daring, perundungan, dan masalah kesehatan mental.

Karena itu, pengawasan perlu berjalan bersama pendampingan emosional dan pendidikan agama.

Orangtua perlu membangun hubungan yang memungkinkan anak menyampaikan pengalaman maupun persoalan yang dihadapinya.

Lailan juga mengingatkan hadis tentang setiap orang sebagai pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.

Dalam konteks keluarga, ia menekankan tanggung jawab ayah terhadap pendidikan iman dan akhlak anak.

Mempersiapkan generasi yang kuat

Dalam khutbahnya, Lailan turut menyoroti dampak konflik rumah tangga dan perceraian terhadap kondisi emosional anak.

Ia mengingatkan orangtua untuk memastikan kebutuhan perlindungan emosional anak tetap mendapat perhatian.

Ia kemudian mengutip Surah An-Nisa ayat 9 tentang kekhawatiran meninggalkan keturunan dalam keadaan lemah.

Menurut Lailan, ayat tersebut menjadi pengingat bagi orangtua untuk mempersiapkan anak agar kuat secara spiritual sekaligus mampu menjalani kehidupan.

Pendampingan itu dibangun melalui keterlibatan sehari-hari seperti menjaga komunikasi, memberikan teladan, dan menunjukkan kasih sayang dalam keluarga.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
30 UMKM Dikurasi Masuk Haji dan Umrah Store lewat Bali Expo
30 UMKM Dikurasi Masuk Haji dan Umrah Store lewat Bali Expo
Aktual
Jangan Remehkan Wirid karena Sibuk, Kiai Miftach: Kesempatannya Hanya Selama Hidup
Jangan Remehkan Wirid karena Sibuk, Kiai Miftach: Kesempatannya Hanya Selama Hidup
Aktual
Ayah Jangan Hanya Hadir sebagai Pencari Nafkah, Anak Juga Butuh Kasih Sayang
Ayah Jangan Hanya Hadir sebagai Pencari Nafkah, Anak Juga Butuh Kasih Sayang
Aktual
Kepala BPJPH: Industri Halal Bukan Monopoli Umat Islam
Kepala BPJPH: Industri Halal Bukan Monopoli Umat Islam
Aktual
Farhan Minta MUI Bandung Tangani Judi Online hingga Edukasi Pilah Sampah
Farhan Minta MUI Bandung Tangani Judi Online hingga Edukasi Pilah Sampah
Aktual
6 Model Gamis Polos Modern yang Bikin Penampilan Elegan, Cocok untuk Harian hingga Kondangan
6 Model Gamis Polos Modern yang Bikin Penampilan Elegan, Cocok untuk Harian hingga Kondangan
Aktual
Cerita Santri tentang Pesantren Ramah Anak, Disiplin Tanpa Kekerasan hingga Ruang Melapor
Cerita Santri tentang Pesantren Ramah Anak, Disiplin Tanpa Kekerasan hingga Ruang Melapor
Aktual
Kalender Hijriah Oktober 2026: Tanggal Islam, Weton Jawa, dan Hari Libur Nasional
Kalender Hijriah Oktober 2026: Tanggal Islam, Weton Jawa, dan Hari Libur Nasional
Aktual
Gamis “Buka Pintu” Viral, Ada Juga Model “Tutup Pintu”, Apa Bedanya?
Gamis “Buka Pintu” Viral, Ada Juga Model “Tutup Pintu”, Apa Bedanya?
Aktual
Gereja di Lamandau Kalteng Belum Rampung selama 15 Tahun, Diusulkan Masuk APBN 2027
Gereja di Lamandau Kalteng Belum Rampung selama 15 Tahun, Diusulkan Masuk APBN 2027
Aktual
Tren Baju Lebaran 2027, Mengenal Gamis “Buka Pintu” yang Viral
Tren Baju Lebaran 2027, Mengenal Gamis “Buka Pintu” yang Viral
Aktual
Cara Download Kartu Nikah Digital lewat Simkah
Cara Download Kartu Nikah Digital lewat Simkah
Aktual
Dibeli di Arab Saudi, Boneka Unta Oleh-oleh Haji Ternyata Buatan Indonesia
Dibeli di Arab Saudi, Boneka Unta Oleh-oleh Haji Ternyata Buatan Indonesia
Aktual
Kiai Cholil Jelaskan Makna Zuhud, Kaya Raya Tak Berarti Jauh dari Allah
Kiai Cholil Jelaskan Makna Zuhud, Kaya Raya Tak Berarti Jauh dari Allah
Aktual
Kemenag Buka Call for Papers Mu’tamad 2026, Ini Tema, Subtema, Syarat,dan Jadwalnya
Kemenag Buka Call for Papers Mu’tamad 2026, Ini Tema, Subtema, Syarat,dan Jadwalnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar