Penulis
KOMPAS.com – Kalender Hijriah Oktober 2026 dapat menjadi panduan bagi umat Islam untuk mengetahui pergantian tanggal Hijriah, sekaligus membantu masyarakat merencanakan kegiatan sehari-hari berdasarkan kalender Masehi dan penanggalan Jawa.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag), Oktober 2026 bertepatan dengan dua bulan Hijriah, yakni Rabiulakhir dan Jumadilawal 1448 Hijriah.
Dalam kalender Jawa, Oktober 2026 berada pada rentang bulan Bakdomulud hingga Jumadilawal dalam penanggalan Jawa Islam yang tercantum pada kalender tersebut, dengan tahun Jawa 1960.
Selain menunjukkan tanggal Hijriah, kalender ini juga mencantumkan weton atau kombinasi hari dan pasaran Jawa, mulai dari Legi, Pahing, Pon, Wage, hingga Kliwon.
Baca juga: Gamis “Buka Pintu” Viral, Ada Juga Model “Tutup Pintu”, Apa Bedanya?
Mengacu pada kalender terbitan Ditjen Bimas Islam Kemenag, tanggal 1 Oktober 2026 bertepatan dengan 19 Rabiulakhir 1448 H. Sementara itu, pergantian bulan Hijriah menuju Jumadilawal berlangsung pada 12 Oktober 2026.
Berikut rincian tanggal Masehi, tanggal Hijriah, dan weton Jawa sepanjang Oktober 2026.
Berdasarkan kalender Hijriah Kemenag, tidak terdapat tanggal merah atau hari libur nasional yang dicantumkan untuk Oktober 2026.
Dengan demikian, masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan, kegiatan keluarga, maupun agenda pekerjaan tetap perlu memeriksa ketentuan hari libur nasional dan cuti bersama yang ditetapkan pemerintah melalui sumber resmi.
Oktober 2026 berada dalam rentang Rabiulakhir hingga Jumadilawal 1448 H. Kalender Kemenag juga tidak mencantumkan perayaan atau hari besar Islam khusus selama bulan tersebut.
Meski begitu, umat Islam dapat memanfaatkan pergantian bulan Hijriah sebagai pengingat untuk mengevaluasi ibadah, memperbanyak amal saleh, serta menjaga konsistensi dalam menjalankan kewajiban agama.
Penanggalan Hijriah juga penting untuk membantu umat Islam memahami waktu dalam kalender Islam, yang digunakan dalam penentuan berbagai kegiatan keagamaan.
Selain tanggal Hijriah, kalender Oktober 2026 mencantumkan weton Jawa yang merupakan perpaduan tujuh hari dalam sepekan dan lima pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, serta Kliwon.
Baca juga: Tren Baju Lebaran 2027, Mengenal Gamis “Buka Pintu” yang Viral
Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton kerap digunakan untuk menandai hari kelahiran dan menjadi bagian dari berbagai tradisi budaya. Pemaknaan weton dapat berbeda-beda sesuai kebiasaan dan kepercayaan masyarakat setempat.
Pencantuman weton dalam kalender membantu pembaca yang masih menggunakan penanggalan Jawa untuk mengetahui kombinasi hari dan pasaran pada tanggal tertentu.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.