Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UMKM Bali Diajak Pasok Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah

Kompas.com, 10 Oktober 2026, 21:07 WIB
Reni Susanti

Editor

DENPASAR, KOMPAS.com — Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bali masuk ke rantai pasok kebutuhan jemaah agar perputaran uang dari haji dan umrah memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 di Masjid Agung Sudirman, Denpasar, Sabtu (10/10/2026).

Pameran yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 itu diikuti 58 peserta dari berbagai sektor usaha.

“Presiden Prabowo meminta kami agar perputaran uang di haji dan umrah sebagian bisa tertinggal di Indonesia, bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia, terutama para pelaku UMKM,” ujar Irfan.

Baca juga: Menhaj Sebut Punya Uang Saja Tak Cukup untuk Berangkat Haji

Menurut dia, kekuatan budaya, kreativitas, dan inovasi usaha Bali menjadi modal untuk mengisi peluang pasar haji dan umrah.

Kemenhaj mendorong semakin banyak kebutuhan jemaah dipenuhi produk dalam negeri agar belanja haji dan umrah turut menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Bali bukan saja destinasi wisata, tetapi daerah dengan kekuatan budaya, spiritual, keramahan, dan terutama kreativitas di bidang usahanya. Saya berharap para pelaku UMKM di sini bisa cukup kreatif untuk mengisi ceruk-ceruk pasar haji maupun umrah di Indonesia,” katanya.

Produk Indonesia untuk kebutuhan dan oleh-oleh jemaah

Untuk memperluas akses pasar, Kemenhaj mengembangkan ekosistem perdagangan melalui platform belanja digital. Kanal ini memungkinkan jemaah membeli kebutuhan dan oleh-oleh tanpa harus membawa langsung barang dari Arab Saudi.

Irfan mencontohkan, boneka unta dan berbagai pakaian yang dijual sebagai oleh-oleh haji ternyata diproduksi UMKM Indonesia, antara lain dari Sidoarjo, Tulungagung, dan Tasikmalaya.

“Kalau kita beli di sini, di Indonesia, tidak ada tambahan biaya pengiriman. Dan yang jelas, uangnya pun tetap berputar di Indonesia. Itulah yang diharapkan oleh Presiden Prabowo,” ujarnya.

Namun, peluang tersebut perlu diikuti kesiapan pelaku usaha. Irfan menekankan pentingnya standar kualitas, kapasitas produksi, kontinuitas pasokan, dan sertifikasi agar produk UMKM Bali mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“UMKM Bali yang sangat kreatif harus naik kelas, dari lokal menjadi nasional, dan dari nasional menjadi global. Dorong produk-produk Bali memenuhi standar kualitas,” katanya.

Baca juga: Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci

Dukungan peningkatan daya saing akan didorong melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU), termasuk akses sertifikasi halal.

“Halal menjadi salah satu hal yang insyaallah akan dibantu oleh Dirjen PE2HU. Kita punya hubungan komunikasi yang sangat bagus dengan badan halal,” ujar Irfan.

Mempertemukan UMKM dengan calon mitra

Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi mengatakan, expo menjadi sarana mempertemukan UMKM dengan dunia usaha, perbankan, dan calon mitra. Pertemuan tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama dan transaksi.

“Expo UMKM yang digelar di Bali kali ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk membangun kolaborasi, memperluas kemitraan, dan membuka peluang transaksi. Dengan begitu, ekosistem ekonomi haji dan umrah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi dan kemaslahatan masyarakat,” ujar Jaenal.

Dari 58 peserta, sebanyak 43 tenant menghadirkan produk dan layanan berupa perlengkapan haji dan umrah, kebutuhan bekal jemaah, jasa penyelenggaraan haji dan umrah, perbankan syariah, busana muslim, serta produk olahan dan unggulan. Adapun 15 peserta lainnya bergerak di bidang makanan dan minuman.

Selain memperkenalkan produk, peserta dapat menjajaki transaksi bisnis, akses pembiayaan, dan investasi. Pameran ini juga memanfaatkan platform digital Haji dan Umrah Store sebagai kanal pemasaran untuk memperluas jangkauan produk.

Jaenal menegaskan, pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, UMKM, komunitas, dan masyarakat.

“Ekosistem ekonomi haji dan umrah harus dibangun melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Kami berharap dari pameran lahir kemitraan, dari kemitraan tercipta transaksi, dan dari transaksi tumbuh kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Expo kedua ini mengusung tema “Dari Bali, Haji Sukses Ekonomi Tumbuh” dan dirangkaikan dengan Kick Off Manasik Haji Provinsi Bali Tahun 2026.

Rangkaian kegiatan melibatkan calon jemaah haji tahun 2027–2029, Duta Jemaah Haji periode 2024–2026, organisasi kemasyarakatan Islam, pelajar, mahasiswa, dan peserta lomba.

Irfan berharap expo menjadi pintu masuk bagi UMKM Bali untuk memperkuat keterlibatan dalam rantai pasok haji dan umrah.

Upaya tersebut merupakan bagian dari Tri Sukses Haji, khususnya sukses ekosistem ekonomi, agar penyelenggaraan ibadah turut membuka pasar bagi produk Indonesia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kiai Cholil Jelaskan Makna Zuhud, Kaya Raya Tak Berarti Jauh dari Allah
Kiai Cholil Jelaskan Makna Zuhud, Kaya Raya Tak Berarti Jauh dari Allah
Aktual
Kemenag Buka Call for Papers Mu’tamad 2026, Ini Tema, Subtema, Syarat,dan Jadwalnya
Kemenag Buka Call for Papers Mu’tamad 2026, Ini Tema, Subtema, Syarat,dan Jadwalnya
Aktual
Lowongan CPNS Kemenag 2026 Belum Dibuka, Masyarakat Diminta Waspadai Info dan Link Rekrutmen Palsu
Lowongan CPNS Kemenag 2026 Belum Dibuka, Masyarakat Diminta Waspadai Info dan Link Rekrutmen Palsu
Aktual
UMKM Bali Diajak Pasok Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah
UMKM Bali Diajak Pasok Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah
Aktual
Dari Tenun ke Air Bersih, Ikhtiar Perempuan Lombok Mengubah Kehidupan
Dari Tenun ke Air Bersih, Ikhtiar Perempuan Lombok Mengubah Kehidupan
Aktual
BPJPH Tegaskan Wajib Halal Berlaku Mulai 18 Oktober 2026, Tidak Ada Penundaan
BPJPH Tegaskan Wajib Halal Berlaku Mulai 18 Oktober 2026, Tidak Ada Penundaan
Aktual
Wajib Halal Tetap Berlaku 18 Oktober 2026, BPJPH Siapkan Aturan Khusus
Wajib Halal Tetap Berlaku 18 Oktober 2026, BPJPH Siapkan Aturan Khusus
Aktual
Program Ustadz Punya Rumah Hadir di Hari Santri 2026, Sediakan Akses KPR FLPP
Program Ustadz Punya Rumah Hadir di Hari Santri 2026, Sediakan Akses KPR FLPP
Aktual
Cara Buat Kartu Nikah Digital di simkah4.kemenag.go.id, Ini Langkahnya
Cara Buat Kartu Nikah Digital di simkah4.kemenag.go.id, Ini Langkahnya
Aktual
Hukum Memakai Jimat dan Rajah dalam Islam, Ini Penjelasannya
Hukum Memakai Jimat dan Rajah dalam Islam, Ini Penjelasannya
Aktual
Kemenhaj Resmi Cabut Izin KBIHU Al-Fatah Purwakarta, Terbukti Lakukan Pungli dan Tipu Data Jemaah
Kemenhaj Resmi Cabut Izin KBIHU Al-Fatah Purwakarta, Terbukti Lakukan Pungli dan Tipu Data Jemaah
Aktual
BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, Siap Diaudit Forensik
BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, Siap Diaudit Forensik
Aktual
Kisah Thufail bin Amr: Saat Dakwah Ditolak, Ini Doa Rasulullah untuk Kaumnya
Kisah Thufail bin Amr: Saat Dakwah Ditolak, Ini Doa Rasulullah untuk Kaumnya
Aktual
Apa Itu Gharar dalam Jual Beli Online? Ini Contohnya
Apa Itu Gharar dalam Jual Beli Online? Ini Contohnya
Aktual
Menemukan Barang di Jalan, Bolehkah Langsung Diambil?
Menemukan Barang di Jalan, Bolehkah Langsung Diambil?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar