Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gamis “Buka Pintu” Viral, Ada Juga Model “Tutup Pintu”, Apa Bedanya?

Kompas.com, 11 Oktober 2026, 09:21 WIB
Reni Susanti

Editor


SEMARANG, KOMPAS.com — Gamis berjuluk “Buka Pintu” ramai diperbincangkan setelah video promosi sekelompok ibu-ibu viral di media sosial. Baju ini pun diprediksi akan menjadi tren baju lebaran 2027. 

Ternyata, di kalangan pedagang pakaian, ada pula model yang dikenal sebagai “Tutup Pintu”.

Sudarti (56), pedagang pakaian di Pasar Johar Tengah, Semarang, sekaligus pemilik akun TikTok @sudartiindraaa, mengatakan bahwa kedua sebutan tersebut berkaitan dengan desain busana.

“Itu yang saya tahu itu baju dua lapis yang dibuka biak itu buka pintu,” kata Sudarti dikutip dari Tribun Jateng, Minggu (11/10/2026).

“Kalau ‘tutup pintu’ ada juga, itu yang nggak biak,” lanjutnya.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2027, Mengenal Gamis “Buka Pintu” yang Viral

Apa perbedaan kedua model?

Menurut penjelasan Sudarti, gamis “Buka Pintu” memiliki desain dua lapis. Bagian luarnya dapat terbuka saat dikenakan dan pemakainya bergerak sehingga memperlihatkan lapisan di bagian dalam.

Sementara itu, “Tutup Pintu” merupakan sebutan untuk model yang tidak terbuka seperti gamis “Buka Pintu”.

Penamaan tersebut sudah lama dikenal di kalangan pedagang. Gamis “Buka Pintu” juga sudah tersedia di lapaknya sebelum kembali ramai diminati pembeli.

Baca juga: Dibeli di Arab Saudi, Boneka Unta Oleh-oleh Haji Ternyata Buatan Indonesia

Viral lewat video ibu-ibu pengajian

Dalam video di akun TikTok @sudartiindraaa, sejumlah ibu-ibu terlihat kompak mengenakan gamis “Buka Pintu” di sebuah kios pakaian.

Seorang ibu yang berdiri di bagian tengah menyerukan, “Buka Pintu. Lebaran 2027, buka pintu!” Seruan itu kemudian diikuti ibu-ibu lainnya sambil memperlihatkan pakaian yang dikenakan.

Intonasi khas dan suasana riuh dalam video tersebut menarik perhatian warganet.

Hingga Jumat (9/10/2026) sore, unggahan itu telah ditonton 12,1 juta kali, mendapat sekitar 978.000 tanda suka, dan 21.000 komentar.

Sudarti mengatakan, ibu-ibu yang tampil dalam video tersebut merupakan rombongan pengajian yang membeli pakaian seragam.

“Yang terakhir di video kemarin itu rombongan ibu-ibu pengajian dari Ngaliyan, pesan 45 potong,” ungkapnya.

Menurut Sudarti, sebagian besar pembeli gamis tersebut membutuhkan pakaian untuk pengajian atau kegiatan kelompok lainnya. Pesanan pun bisa mencapai puluhan hingga ratusan potong dalam satu transaksi.

“Buka pintu itu ada yang (beli) 150, ada yang 30. Saya ada langganan-langganan pada cari buka pintu,” katanya.

Harga gamis “Buka Pintu” di lapaknya, menurut Sudarti, sedikit di atas Rp100.000 per potong.

Sudah membuat konten sejak 2022

Sudarti mulai memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan dagangannya sejak 2022.

Sebelum video gamis “Buka Pintu” viral, ia juga mengunggah konten penjualan gamis shimmer yang banyak diminati menjelang Lebaran 2024.

Ia biasa merekam pelanggan yang bersedia tampil saat mencoba atau membeli pakaian, kemudian mengunggah videonya ke TikTok.

Tujuan awalnya adalah memperkenalkan kios yang berada di area belakang gedung Johar Tengah.

“Niatnya tuh wes pokoke promosi, soale tempat saya belakang. Bagaimana orang-orang bisa mengenal saya. Ngono tok wes,” ujarnya.

Meski rutin mengunggah konten, Sudarti mengaku baru mengetahui video “Buka Pintu” viral setelah diberi tahu teman-temannya.

“Saya sebetulnya enggak tahu kalau viral itu,” katanya.

Adapun penyebutan gamis “Buka Pintu” sebagai tren Lebaran 2027 merupakan perkiraan Sudarti berdasarkan model yang banyak dicari pelanggannya.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Cerita Sudarti Penjual Baju Gamis Buka Pintu yang Viral, Rekam Pembeli untuk Promosi: 1 Hari 1 Video

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kepala BPJPH: Industri Halal Bukan Monopoli Umat Islam
Kepala BPJPH: Industri Halal Bukan Monopoli Umat Islam
Aktual
Farhan Minta MUI Bandung Tangani Judi Online hingga Edukasi Pilah Sampah
Farhan Minta MUI Bandung Tangani Judi Online hingga Edukasi Pilah Sampah
Aktual
6 Model Gamis Polos Modern yang Bikin Penampilan Elegan, Cocok untuk Harian hingga Kondangan
6 Model Gamis Polos Modern yang Bikin Penampilan Elegan, Cocok untuk Harian hingga Kondangan
Aktual
Cerita Santri tentang Pesantren Ramah Anak, Disiplin Tanpa Kekerasan hingga Ruang Melapor
Cerita Santri tentang Pesantren Ramah Anak, Disiplin Tanpa Kekerasan hingga Ruang Melapor
Aktual
Kalender Hijriah Oktober 2026: Tanggal Islam, Weton Jawa, dan Hari Libur Nasional
Kalender Hijriah Oktober 2026: Tanggal Islam, Weton Jawa, dan Hari Libur Nasional
Aktual
Gamis “Buka Pintu” Viral, Ada Juga Model “Tutup Pintu”, Apa Bedanya?
Gamis “Buka Pintu” Viral, Ada Juga Model “Tutup Pintu”, Apa Bedanya?
Aktual
Gereja di Lamandau Kalteng Belum Rampung selama 15 Tahun, Diusulkan Masuk APBN 2027
Gereja di Lamandau Kalteng Belum Rampung selama 15 Tahun, Diusulkan Masuk APBN 2027
Aktual
Tren Baju Lebaran 2027, Mengenal Gamis “Buka Pintu” yang Viral
Tren Baju Lebaran 2027, Mengenal Gamis “Buka Pintu” yang Viral
Aktual
Cara Download Kartu Nikah Digital lewat Simkah
Cara Download Kartu Nikah Digital lewat Simkah
Aktual
Dibeli di Arab Saudi, Boneka Unta Oleh-oleh Haji Ternyata Buatan Indonesia
Dibeli di Arab Saudi, Boneka Unta Oleh-oleh Haji Ternyata Buatan Indonesia
Aktual
Kiai Cholil Jelaskan Makna Zuhud, Kaya Raya Tak Berarti Jauh dari Allah
Kiai Cholil Jelaskan Makna Zuhud, Kaya Raya Tak Berarti Jauh dari Allah
Aktual
Kemenag Buka Call for Papers Mu’tamad 2026, Ini Tema, Subtema, Syarat,dan Jadwalnya
Kemenag Buka Call for Papers Mu’tamad 2026, Ini Tema, Subtema, Syarat,dan Jadwalnya
Aktual
Lowongan CPNS Kemenag 2026 Belum Dibuka, Masyarakat Diminta Waspadai Info dan Link Rekrutmen Palsu
Lowongan CPNS Kemenag 2026 Belum Dibuka, Masyarakat Diminta Waspadai Info dan Link Rekrutmen Palsu
Aktual
UMKM Bali Diajak Pasok Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah
UMKM Bali Diajak Pasok Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah
Aktual
Dari Tenun ke Air Bersih, Ikhtiar Perempuan Lombok Mengubah Kehidupan
Dari Tenun ke Air Bersih, Ikhtiar Perempuan Lombok Mengubah Kehidupan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar