Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Buka Call for Papers Mu’tamad 2026, Ini Tema, Subtema, Syarat,dan Jadwalnya

Kompas.com, 10 Oktober 2026, 22:31 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) membuka Call for Papers untuk konferensi internasional Al-Multaqa Ad-Dawli Lid-Dirasah Al-Islamiyah Wal Insaniyah Wal Hadariyah (Mu’tamad) 2026.

Konferensi bertema “Menuju Pesantren Transformatif dalam Kajian Islam, Kemanusiaan, dan Peradaban Dunia” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026 dan akan berlangsung di Pesantren Lirboyo pada 29-30 Oktober 2026.

Baca juga: Program Ustadz Punya Rumah Hadir di Hari Santri 2026, Sediakan Akses KPR FLPP

Mu’tamad menjadi ruang akademik untuk menyebarluaskan nilai-nilai Islam Wasathiyah yang menjadi ciri khas pesantren, merumuskan harmonisasi kurikulum dan standar mutu, serta mengembangkan peta jalan internasionalisasi pesantren.

Forum ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi antara pesantren Indonesia dan lembaga pendidikan global.

Baca juga: Kapan Hari Santri 2026 Diperingati? Ini Sejarah, Makna, dan Logonya

Call for Papers Mu’tamad 2026 terbuka untuk akademisi dan pesantren

Kemenag mengundang akademisi, peneliti, pimpinan pesantren, dosen Ma’had Aly, mahasantri, mahasiswa, praktisi, pembuat kebijakan, serta perwakilan lembaga pendidikan untuk mengirimkan abstrak dan makalah sesuai tema serta ketentuan yang berlaku.

Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said mengatakan, Call for Papers tersebut menjadi bagian penting untuk membuka ruang pertukaran gagasan antara pesantren Indonesia dan komunitas akademik internasional.

“Pesantren memiliki tradisi keilmuan yang kuat dan pengalaman panjang dalam membangun pendidikan Islam yang berakar pada nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan. Melalui forum ini, kita ingin mempertemukan kekayaan tradisi tersebut dengan perkembangan pemikiran dan tantangan global,” kata Basnang di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

“Melalui Call for Papers ini, kami berharap para akademisi, peneliti, pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan pendidikan Islam. Yang kita bangun bukan hanya forum pertemuan, tetapi jejaring pengetahuan dan kerja sama yang dapat memberi dampak bagi masa depan pesantren,” sambungnya.

Basnang menambahkan, keterlibatan pesantren dalam ruang akademik global merupakan bagian dari transformasi agar pesantren mampu mempertahankan tradisi sekaligus merespons perubahan zaman. Menurutnya, tradisi keilmuan pesantren justru menjadi modal penting untuk membangun dialog dengan komunitas internasional.

“Karena itu, tema-tema seperti internasionalisasi, digitalisasi, kurikulum, standar mutu, kemanusiaan, dan peradaban perlu dibicarakan dari perspektif pesantren,” katanya.

Ma’had Aly dorong kontribusi pesantren dalam kajian global

Direktur Ma’had Aly, Adib, mengatakan konferensi internasional Mu’tamad memiliki arti penting untuk memperkuat posisi Ma’had Aly dalam ekosistem pendidikan tinggi keagamaan yang berciri khas keilmuan pesantren.

Menurutnya, Ma’had Aly memiliki tradisi akademik yang dapat memperkaya diskursus mengenai keislaman, kemanusiaan, dan peradaban dunia.

“Ma’had Aly memiliki tradisi keilmuan yang khas, terutama dalam pengembangan kajian keislaman berbasis turats dan metodologi keilmuan pesantren. Forum internasional seperti ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan intelektual tersebut kepada komunitas akademik yang lebih luas sekaligus membuka ruang dialog dengan perkembangan keilmuan global,” ujar Adib.

Adib menilai Call for Papers juga dapat mendorong lahirnya karya akademik yang menempatkan pesantren bukan hanya sebagai objek penelitian, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki tradisi keilmuan, pengalaman, dan gagasan untuk menjawab persoalan kontemporer.

“Pesantren bukan hanya objek kajian, tetapi juga memiliki tradisi keilmuan dan pengalaman yang dapat memberikan kontribusi terhadap diskursus Islam, kemanusiaan, dan peradaban dunia. Karena itu, kami berharap para penulis dapat menghadirkan gagasan yang memiliki kedalaman akademik sekaligus relevan dengan persoalan nyata,” katanya.

“Kami ingin forum ini menjadi ruang perjumpaan berbagai tradisi keilmuan. Dari Indonesia, kita membawa pengalaman pesantren yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Dari komunitas global, kita belajar berbagai pendekatan dan perspektif baru. Pertemuan keduanya diharapkan menghasilkan gagasan yang lebih luas dan konstruktif,” sambungnya.

Delapan subtema Call for Papers Mu’tamad 2026

Peserta dapat mengirimkan abstrak sesuai dengan delapan subtema yang ditetapkan dalam Call for Papers Mu’tamad 2026, yaitu:

  1. Islam Wasathiyah dan Pendidikan Islam Moderat.
  2. Pesantren Transformatif: Kurikulum, Pedagogi, dan Standar Mutu.
  3. Internasionalisasi Pesantren dan Jaringan Keilmuan Global.
  4. Menjaga Warisan dan Identitas Islam Indonesia dalam Diplomasi Budaya Global.
  5. Kajian Islam, Kajian Kemanusiaan, dan Peradaban Dunia.
  6. Harmonisasi Kurikulum dan Akreditasi dalam Pendidikan Islam.
  7. Transformasi Digital, Inovasi, dan Pesantren.
  8. Topik lain yang relevan dengan tema konferensi.

Syarat dan cara mengirim abstrak Mu’tamad 2026

Peserta Call for Papers wajib mengirimkan abstrak sepanjang 250-300 kata dalam bahasa Arab, Inggris, atau Indonesia.

Abstrak harus memuat judul, nama penulis, afiliasi, alamat email, kata kunci, serta subtema yang dipilih.

Berkas abstrak disiapkan dalam format Microsoft Word dan dikirim melalui laman resmi Mu’tamad 2026 di https://multaqadawli2026.mahadalylirboyo.ac.id/.

Jadwal penting Call for Papers Mu’tamad 2026

Berikut jadwal pengiriman abstrak hingga presentasi makalah dalam konferensi internasional Mu’tamad 2026:

  • Pengiriman abstrak: 7-14 Oktober 2026.
  • Pengumuman abstrak yang diterima: 18 Oktober 2026.
  • Pengiriman naskah full paper: 18-23 Oktober 2026.
  • Penetapan panelis: 26 Oktober 2026.
  • Presentasi makalah terpilih pada Mu’tamad: 29-30 Oktober 2026.

Konferensi ini akan menghadirkan sesi pleno atau keynote, sesi panel paralel, serta International Matchmaking.

Bahasa utama yang digunakan adalah bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia, dengan fasilitas interpretasi yang tersedia sesuai kebutuhan.

Makalah terpilih juga berkesempatan dipertimbangkan untuk dipublikasikan dalam prosiding konferensi atau jurnal mitra.

Informasi mengenai detail dan mekanisme publikasi akan disampaikan lebih lanjut.

Melalui Call for Papers Mu’tamad 2026, Kemenag membuka kesempatan bagi akademisi dan komunitas pesantren untuk memperluas kontribusi keilmuan di tingkat internasional.

Peserta dapat memilih subtema yang sesuai dengan bidang kajian dan mengirimkan abstrak sesuai persyaratan serta jadwal yang ditetapkan.

Konferensi ini diharapkan mempertemukan tradisi keilmuan pesantren dengan perspektif global dalam pengembangan pendidikan Islam, kemanusiaan, dan peradaban dunia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kiai Cholil Jelaskan Makna Zuhud, Kaya Raya Tak Berarti Jauh dari Allah
Kiai Cholil Jelaskan Makna Zuhud, Kaya Raya Tak Berarti Jauh dari Allah
Aktual
Kemenag Buka Call for Papers Mu’tamad 2026, Ini Tema, Subtema, Syarat,dan Jadwalnya
Kemenag Buka Call for Papers Mu’tamad 2026, Ini Tema, Subtema, Syarat,dan Jadwalnya
Aktual
Lowongan CPNS Kemenag 2026 Belum Dibuka, Masyarakat Diminta Waspadai Info dan Link Rekrutmen Palsu
Lowongan CPNS Kemenag 2026 Belum Dibuka, Masyarakat Diminta Waspadai Info dan Link Rekrutmen Palsu
Aktual
UMKM Bali Diajak Pasok Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah
UMKM Bali Diajak Pasok Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah
Aktual
Dari Tenun ke Air Bersih, Ikhtiar Perempuan Lombok Mengubah Kehidupan
Dari Tenun ke Air Bersih, Ikhtiar Perempuan Lombok Mengubah Kehidupan
Aktual
BPJPH Tegaskan Wajib Halal Berlaku Mulai 18 Oktober 2026, Tidak Ada Penundaan
BPJPH Tegaskan Wajib Halal Berlaku Mulai 18 Oktober 2026, Tidak Ada Penundaan
Aktual
Wajib Halal Tetap Berlaku 18 Oktober 2026, BPJPH Siapkan Aturan Khusus
Wajib Halal Tetap Berlaku 18 Oktober 2026, BPJPH Siapkan Aturan Khusus
Aktual
Program Ustadz Punya Rumah Hadir di Hari Santri 2026, Sediakan Akses KPR FLPP
Program Ustadz Punya Rumah Hadir di Hari Santri 2026, Sediakan Akses KPR FLPP
Aktual
Cara Buat Kartu Nikah Digital di simkah4.kemenag.go.id, Ini Langkahnya
Cara Buat Kartu Nikah Digital di simkah4.kemenag.go.id, Ini Langkahnya
Aktual
Hukum Memakai Jimat dan Rajah dalam Islam, Ini Penjelasannya
Hukum Memakai Jimat dan Rajah dalam Islam, Ini Penjelasannya
Aktual
Kemenhaj Resmi Cabut Izin KBIHU Al-Fatah Purwakarta, Terbukti Lakukan Pungli dan Tipu Data Jemaah
Kemenhaj Resmi Cabut Izin KBIHU Al-Fatah Purwakarta, Terbukti Lakukan Pungli dan Tipu Data Jemaah
Aktual
BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, Siap Diaudit Forensik
BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, Siap Diaudit Forensik
Aktual
Kisah Thufail bin Amr: Saat Dakwah Ditolak, Ini Doa Rasulullah untuk Kaumnya
Kisah Thufail bin Amr: Saat Dakwah Ditolak, Ini Doa Rasulullah untuk Kaumnya
Aktual
Apa Itu Gharar dalam Jual Beli Online? Ini Contohnya
Apa Itu Gharar dalam Jual Beli Online? Ini Contohnya
Aktual
Menemukan Barang di Jalan, Bolehkah Langsung Diambil?
Menemukan Barang di Jalan, Bolehkah Langsung Diambil?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar