Editor
KOMPAS.com - Peringatan Hari Santri 2026 menjadi momentum untuk mendorong peningkatan kesejahteraan pendidik pesantren melalui program kepemilikan rumah.
Melalui program Ustadz Punya Rumah, para ustaz, ustazah, dan tenaga kependidikan pesantren mendapat akses informasi mengenai Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Baca juga: Kapan Hari Santri 2026 Diperingati? Ini Sejarah, Makna, dan Logonya
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama, BP Tapera, dan Bank Syariah Nasional (BSN).
Dilansir dari laman Kemenag, Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said mengatakan, kesejahteraan pendidik menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ekosistem pesantren.
“Para ustaz dan ustazah telah mendedikasikan hidupnya untuk mendidik santri dan menjaga tradisi keilmuan Islam. Melalui Ustadz Punya Rumah, kami ingin menghadirkan afirmasi nyata bagi kesejahteraan mereka. Dengan kerja sama KPR FLPP ini, guru pesantren akan diberikan skema khusus yang disesuaikan dengan pendapatan mereka,” ujar Basnang di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Baca juga: Tema dan Logo Hari Santri 2026 Versi Kemenag serta PBNU
Program Ustadz Punya Rumah diawali dengan sosialisasi KPR Sejahtera FLPP secara daring melalui Zoom Meeting pada 7–9 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dibagi menjadi tiga wilayah, yakni Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur.
Peserta sosialisasi berasal dari jajaran Kementerian Agama, serta kalangan ustaz, ustazah, dan tenaga kependidikan pondok pesantren.
Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman peserta mengenai akses pembiayaan perumahan melalui skema FLPP.
Direktur Pemberdayaan Pesantren Yusi Damayanti menegaskan, upaya pemberdayaan pesantren perlu mencakup kesejahteraan para pendidik, bukan hanya penguatan kelembagaan dan ekonomi.
“Pemberdayaan pesantren tidak hanya menyangkut penguatan kelembagaan dan ekonomi, tetapi juga kesejahteraan orang-orang yang menggerakkan pendidikan pesantren. Kami berharap sosialisasi ini membuka akses informasi dan kesempatan bagi para pendidik untuk memiliki rumah sesuai ketentuan program,” kata Yusi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Divisi Pemasaran II BP Tapera Muhammad Abdul Ghoni menyampaikan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses informasi pembiayaan perumahan bagi komunitas pesantren. Informasi yang disampaikan mencakup persyaratan dan mekanisme pengajuan KPR FLPP.
Para pendidik pesantren dapat mencari informasi mengenai perumahan melalui situs SiKumbang BP Tapera di https://sikumbang.tapera.go.id/.
Calon penerima manfaat perlu memastikan bahwa mereka memenuhi persyaratan program serta memiliki kemampuan pembiayaan yang sesuai.
Melalui program Ustadz Punya Rumah, peringatan Hari Santri 2026 diharapkan menjadi kesempatan untuk memperhatikan kesejahteraan para pendidik pesantren.
Dukungan terhadap akses kepemilikan rumah menjadi salah satu upaya untuk memperhatikan para ustaz dan ustazah yang selama ini mendidik santri dalam ilmu, adab, dan kehidupan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.