Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan

Kompas.com, 12 Oktober 2026, 15:59 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan penumpang sipil, termasuk jemaah umrah yang menggunakan bandara tersebut untuk perjalanan menuju Tanah Suci.

Insiden ini kembali menyoroti risiko terhadap fasilitas penerbangan sipil di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Menurut laporan Saudi Gazette, serangan di bandara Riyadh menjadi perhatian karena fasilitas penerbangan tersebut menjadi salah satu pintu masuk bagi jemaah dan pengunjung yang hendak menuju Makkah dan Madinah. Rekaman yang beredar setelah serangan juga memperlihatkan jemaah umrah yang tengah bersiap menaiki pesawat. 

Bagi umat Islam dari berbagai negara, bandara di Arab Saudi memiliki peran penting dalam perjalanan ibadah. Gangguan keamanan di fasilitas tersebut bukan hanya berpotensi menghambat penerbangan, tetapi juga dapat memengaruhi perjalanan jemaah dan keluarga yang hendak beribadah di Tanah Suci.

Baca juga: Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat

Bandara Riyadh Kembali Jadi Sasaran Serangan

Otoritas penerbangan Arab Saudi melaporkan adanya serangan baru terhadap Bandara Internasional King Khalid pada Minggu (11/10/2026).

Mengutip Saudi Press Agency (SPA), Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menyatakan serangan tersebut mengakibatkan sejumlah orang terluka. Otoritas terkait juga melakukan pemeriksaan keselamatan fasilitas dan penilaian kerusakan setelah insiden. 

Sehari sebelumnya, serangan terhadap bandara yang sama dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Data tersebut disampaikan otoritas Arab Saudi dan diberitakan Al Jazeera pada 10 Oktober 2026. 

Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangan sebelumnya. Namun, untuk insiden terbaru pada Minggu, otoritas koalisi yang dikutip SPA menyebut terminal penumpang 4 terkena proyektil yang belum diketahui identitasnya dan menyebabkan kebakaran.

Rangkaian insiden tersebut memperbesar kekhawatiran mengenai keamanan penerbangan sipil di kawasan Timur Tengah, terutama bagi penumpang yang memiliki jadwal perjalanan dalam waktu dekat.

Jemaah Umrah dan Pengunjung Tanah Suci Ikut Terdampak

Arab Saudi merupakan tujuan utama umat Islam yang hendak menunaikan ibadah umrah maupun mengunjungi Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Karena itu, serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil dapat membawa konsekuensi bagi jemaah, mulai dari potensi perubahan jadwal perjalanan hingga kebutuhan untuk mengikuti prosedur keselamatan tambahan.

Laporan mengenai keberadaan jemaah umrah di bandara saat serangan menjadi pengingat bahwa eskalasi konflik tidak hanya berdampak pada kepentingan militer, tetapi juga dapat menempatkan warga sipil dalam situasi berbahaya.

Perlindungan penumpang, awak pesawat, pekerja bandara, serta jemaah yang sedang melakukan perjalanan menjadi perhatian penting dalam situasi seperti ini.

Di sisi lain, informasi mengenai kondisi penerbangan dan keamanan perlu terus diperbarui berdasarkan keterangan resmi. Tidak semua serangan atau gangguan operasional secara otomatis berarti seluruh penerbangan umrah dihentikan.

Serangan ke Fasilitas Sipil Picu Kecaman

Serangan terhadap bandara Riyadh juga memicu kecaman dari sejumlah negara.

SPA melaporkan bahwa Arab Saudi, Mesir, Pakistan, dan Turkiye melalui kelompok R4 mengutuk serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil di Arab Saudi. Mereka menilai serangan tersebut mengancam keselamatan warga sipil, merusak infrastruktur, dan meningkatkan risiko terhadap keamanan kawasan. 

Serangan yang secara sengaja diarahkan kepada warga sipil atau objek sipil dapat melanggar hukum humaniter internasional. Namun, penilaian hukum terhadap insiden tertentu memerlukan pemeriksaan fakta, termasuk sasaran, keadaan serangan, dan bukti yang tersedia.

Dalam konteks perjalanan ibadah, perlindungan jemaah dan pengunjung tempat suci menjadi persoalan kemanusiaan yang melampaui kepentingan politik maupun militer pihak-pihak yang bertikai.

Arab Saudi Hadapi Tantangan Keamanan Penerbangan

Arab Saudi selama ini mengembangkan jaringan transportasi dan fasilitas penerbangan untuk mendukung mobilitas jutaan pengunjung, termasuk jemaah haji dan umrah.

Serangan terhadap bandara menjadi tantangan bagi upaya menjaga kelancaran perjalanan tersebut. Gangguan terhadap fasilitas penerbangan juga dapat berdampak pada maskapai, jadwal keberangkatan, serta rencana perjalanan penumpang dari berbagai negara.

Baca juga: Kemenhaj Minta Jemaah Umrah Hindari Lokasi Rawan di Arab Saudi

Bagi jemaah umrah yang akan berangkat maupun yang masih berada di Arab Saudi, perkembangan situasi ini menjadi alasan untuk lebih cermat memantau informasi resmi dari maskapai, penyelenggara perjalanan ibadah umrah, serta perwakilan pemerintah masing-masing negara.

Keselamatan penumpang sipil harus tetap menjadi prioritas. Di tengah konflik yang terus berkembang, jemaah yang hendak beribadah di Makkah dan Madinah seharusnya dapat melakukan perjalanan dengan aman tanpa menjadi korban kekerasan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Aktual
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Aktual
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Aktual
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Aktual
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Aktual
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Aktual
Apakah Anak Wajib Melunasi Utang Orangtua yang Meninggal?
Apakah Anak Wajib Melunasi Utang Orangtua yang Meninggal?
Aktual
Bagaimana Hukum Menjual Barang Halal untuk Maksiat? Ini Pandangan Islam
Bagaimana Hukum Menjual Barang Halal untuk Maksiat? Ini Pandangan Islam
Aktual
Viral Penghulu Marah Saat Akad Nikah, Kemenag Minta Maaf dan Evaluasi Pelayanan
Viral Penghulu Marah Saat Akad Nikah, Kemenag Minta Maaf dan Evaluasi Pelayanan
Aktual
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jemaah Haji Rp800.000–1,3 Juta
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jemaah Haji Rp800.000–1,3 Juta
Aktual
Adakah Fungsi Adzan Selain Memanggil Sholat Berjamaah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Adakah Fungsi Adzan Selain Memanggil Sholat Berjamaah? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Bolehkah Suami Pakai Tabungan Istri untuk Bayar Utang? Ini Penjelasannya
Bolehkah Suami Pakai Tabungan Istri untuk Bayar Utang? Ini Penjelasannya
Aktual
1 Jumadal Ula 1448 H Jatuh pada 12 Oktober 2026, Kenali Sejarah dan Amalannya
1 Jumadal Ula 1448 H Jatuh pada 12 Oktober 2026, Kenali Sejarah dan Amalannya
Aktual
Jumadal Ula 1448 H Jatuh 12 Oktober 2026, Ini Amalan yang Bisa Dikerjakan
Jumadal Ula 1448 H Jatuh 12 Oktober 2026, Ini Amalan yang Bisa Dikerjakan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar