KOMPAS.com - Sering lupa materi yang baru dipelajari dapat membuat seseorang kesulitan memahami pelajaran, terutama ketika menghadapi ujian atau harus mengingat banyak informasi.
Dalam Islam, umat dianjurkan memohon pertolongan Allah SWT agar diberi ilmu yang bermanfaat dan kemudahan dalam menuntut pengetahuan.
Ada beberapa doa yang dapat diamalkan, mulai dari doa memohon tambahan ilmu dalam Al-Quran hingga doa memohon ilmu bermanfaat yang tercantum dalam hadis.
Selain itu, terdapat doa sesudah belajar yang dinukil dari kitab ulama untuk memohon agar ilmu yang telah dipelajari dapat diingat kembali ketika dibutuhkan.
Salah satu doa yang dapat dibaca sebelum belajar terdapat dalam Surah Taha ayat 114. Allah SWT berfirman:
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Wa qul rabbi zidnī 'ilmā.
Artinya, “Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.’” (QS. Taha: 114).
Baca juga: Memaafkan Tak Berarti Membenarkan Kesalahan, Ini Pandangan Islam
Doa ini mengajarkan pentingnya memohon tambahan ilmu kepada Allah SWT.
Bacaannya singkat sehingga mudah diingat dan dapat diamalkan sebelum membaca buku, mengikuti pelajaran, atau memulai kegiatan belajar.
Namun, ayat ini merupakan doa memohon tambahan ilmu, bukan doa khusus yang menjamin seseorang tidak akan lupa.
Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk memohon ilmu yang bermanfaat. Dalam hadis riwayat Jabir, beliau bersabda:
سَلُوا اللَّهَ عِلْمًا نَافِعًا وَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ
Salullāha 'ilman nāfi'an wa ta'awważū billāhi min 'ilmin lā yanfa'.
Artinya, “Mohonlah kepada Allah ilmu yang bermanfaat dan berlindunglah kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat.” (HR. Ibnu Majah nomor 3843).
Baca juga: Menhaj Dorong Penguatan BPKH: Dana Haji untuk Haji
Hadis ini mengingatkan bahwa tujuan belajar bukan sekadar mengumpulkan informasi atau menghafal materi. Ilmu diharapkan membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Karena itu, pelajar perlu berusaha memahami materi, bukan hanya mengingatnya untuk menghadapi ujian.
Mengutip dari laman NU Online yang memuat doa sesudah belajar dinukil dari kitab Raudlah lidl Dlarîf fî Khawâsh Ismillâh Ta‘âlâ al-Lathîf wa Fawâ-idu Ukhrâ karya Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Maimuni.
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ قَدِ اسْتَوْدَعْتُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِيْ إِلَيْهِ وَلَا تَنْسَنِيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Allāhumma innī qad istauda'tuka mā 'allamtanīhi fardud-hu ilayya 'inda ḥājatī ilaihi wa lā tansanīhi yā rabbal 'ālamīn.
Baca juga: Menjaga Privasi Anak Juga Bagian dari Adab dalam Islam
Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya aku titipkan kepada-Mu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku. Maka kembalikanlah ia kepadaku ketika aku membutuhkannya dan janganlah Engkau membuatku lupa padanya, wahai Tuhan semesta alam.”
Doa tersebut dapat diamalkan sebagai permohonan pribadi agar ilmu yang dipelajari mudah diingat kembali ketika diperlukan.
Lupa setelah belajar tidak selalu berarti seseorang tidak mampu memahami pelajaran. Materi yang baru dibaca bisa sulit diingat ketika belum diulang atau dipahami secara mendalam.
Membaca berulang kali tanpa mencoba mengingat kembali isi materi juga dapat menimbulkan kesan bahwa seseorang sudah menguasainya, padahal belum tentu mampu menjelaskannya.
Karena itu, pelajar dapat mengulang materi dengan kata-kata sendiri, menuliskan poin penting, atau mengerjakan latihan tanpa melihat catatan. Membagi waktu belajar menjadi beberapa sesi juga dapat membantu proses pengulangan.
Baca juga: Sibuk Bekerja hingga Melalaikan Salat, Ini Batas yang Perlu Dijaga
Membiasakan doa sebelum dan sesudah belajar dapat menjadi bagian dari ikhtiar spiritual.
Namun, seseorang tidak seharusnya menganggap doa sebagai jaminan bahwa semua materi akan langsung dihafal atau tidak pernah terlupakan.
Usaha nyata tetap diperlukan, mulai dari menyusun jadwal belajar, mengulang materi secara berkala, beristirahat cukup, hingga bertanya kepada guru ketika belum memahami penjelasan.
Jika materi terasa sulit diingat, evaluasi cara belajar dan fokus pada bagian yang belum dikuasai.
Baca juga: 5 Tren Kombinasi Warna Baju Lebaran 2027, Olive hingga Matcha
Dengan demikian, doa dan usaha berjalan beriringan. Berdoalah memohon tambahan ilmu dan kebermanfaatannya, lalu lanjutkan dengan belajar secara teratur.
Ketika menghadapi kesulitan, jangan langsung menyerah. Jadikan proses belajar sebagai kesempatan untuk memperbaiki ikhtiar sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.