Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rabi'ah bin Ka'b Al-Aslami, Sahabat yang Minta Menemani Nabi di Surga

Kompas.com, 16 Oktober 2026, 17:27 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Rabi'ah bin Ka'b Al-Aslami merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal melalui permintaannya untuk dapat menemani Rasulullah di surga. Keinginan itu disampaikan ketika Nabi mempersilakannya mengajukan permintaan setelah Rabi'ah melayani kebutuhan beliau.

Kisah tersebut tercatat dalam hadis Sahih Muslim. Jawaban Rasulullah kepada Rabi'ah juga memuat pesan tentang ibadah, yakni memperbanyak sujud sebagai upaya untuk meraih keinginannya. Riwayat ini memperlihatkan bagaimana harapan untuk dekat dengan Nabi di akhirat berkaitan dengan kesungguhan dalam beribadah.

Rabi'ah Termasuk Sahabat dari Kalangan Ahlus Suffah

Dalam At-Ṭabaqāt al-Kubrā, Ibnu Sa'd mencatat Rabi'ah bin Ka'b Al-Aslami sebagai sahabat yang telah memeluk Islam sejak awal dan dekat dengan Rasulullah. Ia juga disebut sebagai bagian dari Ahlus Suffah, yakni kelompok sahabat yang tinggal di serambi Masjid Nabawi di Madinah.

Baca juga: Sudah Bernazar tetapi Belum Ditunaikan, Apa yang Harus Dilakukan?

Ibnu Sa'd menjelaskan bahwa Rabi'ah memiliki keterbatasan ekonomi dan melayani kebutuhan Rasulullah. Kedekatannya dengan Nabi bukan hanya tampak dalam kisah permintaannya tentang surga, tetapi juga dalam kesehariannya mendampingi beliau.

Melayani Kebutuhan Rasulullah

Dalam riwayat yang dicatat Ibnu Sa'd, Rabi'ah menceritakan kebiasaannya bermalam di dekat pintu Rasulullah. Ia menyiapkan air untuk keperluan bersuci Nabi dan mendengar bacaan beliau ketika beribadah pada malam hari.

Keterangan tersebut memberikan gambaran tentang kedekatan Rabi'ah dengan Rasulullah. Ia berada di sekitar Nabi untuk memenuhi kebutuhan beliau, termasuk pada waktu malam. Riwayat ini menjadi bagian penting dari latar kisah ketika Rasulullah kemudian mempersilakannya menyampaikan permintaan.

Meminta Dapat Menemani Nabi di Surga

Kisah permintaan Rabi'ah diriwayatkan dalam Sahih Muslim 489. Dalam hadis tersebut, Rabi'ah menuturkan bahwa ia menghabiskan malam bersama Rasulullah dan membawa air serta keperluan beliau. Nabi kemudian mempersilakannya meminta sesuatu.

Baca juga: Doa Sebelum Masuk Ruang Operasi agar Diberi Kelancaran dan Keselamatan

Rabi'ah tidak meminta kekayaan atau kedudukan. Ia justru meminta agar dapat menemani Rasulullah di surga. Berikut lafaz inti percakapan dalam hadis tersebut:

قُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ. قَالَ: أَوَغَيْرَ ذَلِكَ؟ قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ. قَالَ: فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ.

Qultu as'aluka murāfaqataka fil-jannah. Qāla: Awa ghayra dzālik? Qultu: Huwa dzāk. Qāla: Fa-a‘innī ‘alā nafsika bikatsratis-sujūd.

Rabi'ah berkata, “Aku meminta agar dapat menemanimu di surga.” Nabi bertanya, “Adakah permintaan yang lain?” Rabi'ah menjawab, “Itulah yang aku inginkan.” Nabi bersabda, “Maka bantulah aku untuk memenuhi keinginanmu itu dengan memperbanyak sujud.” (HR. Muslim, Sahih Muslim 489).

Nasihat Nabi tentang Memperbanyak Sujud

Jawaban Rasulullah menjadi bagian utama dari kisah Rabi'ah. Nabi tidak menjanjikan bahwa permintaan tersebut akan terwujud tanpa usaha. Sebaliknya, beliau mengarahkan Rabi'ah untuk memperbanyak sujud sebagai bentuk kesungguhan beribadah.

Sujud merupakan bagian penting dalam salat. Nasihat tersebut menunjukkan bahwa harapan memperoleh kedekatan dengan Rasulullah di surga perlu disertai ketaatan kepada Allah. Namun, hadis ini tidak menyebutkan jumlah sujud tertentu ataupun memberikan jaminan bahwa memperbanyak sujud secara otomatis memastikan seseorang memperoleh kedudukan yang sama dengan Nabi.

Pesan hadis itu terletak pada hubungan antara harapan dan ikhtiar. Rabi'ah menyampaikan keinginannya secara langsung, lalu mendapat arahan untuk menjalankan ibadah dengan lebih tekun.

Baca juga: Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Musala Rp35 Juta, Ini Syaratnya

Kehidupan Rabi'ah Setelah Rasulullah Wafat

Ibnu Sa'd mencatat bahwa Rabi'ah terus mendampingi Rasulullah di Madinah dan ikut dalam sejumlah ekspedisi bersama beliau hingga Nabi wafat. Setelah itu, Rabi'ah meninggalkan Madinah dan menetap di wilayah Bi'r, kawasan yang berkaitan dengan kabilah Aslam.

Menurut catatan Ibnu Sa'd, Rabi'ah masih hidup hingga peristiwa al-Harrah pada Zulhijah 63 Hijriah, pada masa pemerintahan Yazid bin Mu'awiyah. 

Pelajaran dari Kisah Rabi'ah bin Ka'b

Kisah Rabi'ah bin Ka'b Al-Aslami dikenang karena permintaannya yang berorientasi pada kehidupan akhirat. Ia ingin berada dekat dengan Rasulullah di surga, bukan sekadar memperoleh keuntungan duniawi.

Baca juga: Pelatihan AI Gratis untuk Guru Pesantren, Pendaftaran hingga 2 November 2026

Riwayat Sahih Muslim tersebut juga menegaskan pentingnya kesungguhan beribadah. Nasihat memperbanyak sujud mengarahkan perhatian pada amal yang dapat dilakukan seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kisah Rabi'ah pun tidak berhenti pada besarnya harapan, tetapi berlanjut pada tuntutan untuk berusaha melalui ketaatan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar