Editor
GOWA, KOMPAS.com — Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah masuk ke rantai pasok kebutuhan jemaah haji dan umrah.
Menurut Irfan, aktivitas jemaah membuka peluang pasar bagi produk lokal, mulai dari barang konsumsi hingga berbagai kebutuhan penunjang perjalanan ibadah.
“UMKM harus kita dorong agar bisa naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas. Potensi ekonomi haji ini perlu dimanfaatkan sehingga pelaku usaha daerah tidak hanya menjadi penonton,” kata Irfan dalam rilisnya, Senin (19/10/2026).
Baca juga: Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jemaah Haji Rp800.000–1,3 Juta
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Irfan menyebut belanja jemaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun. Dari jumlah tersebut, Sulawesi Selatan diperkirakan menyumbang sekitar 25 persen.
Potensi belanja tersebut dinilai membuka kesempatan bagi UMKM untuk memperluas pasar sekaligus memperbesar manfaat ekonomi penyelenggaraan haji bagi masyarakat di daerah.
Namun, untuk memenuhi kebutuhan jemaah, pelaku usaha perlu menyiapkan kualitas produk, kapasitas produksi, serta kemampuan menjaga pasokan secara konsisten.
Penguatan UMKM diharapkan dapat mempertemukan produk lokal dengan kebutuhan jemaah, sehingga peluang usaha dari penyelenggaraan haji dan umrah dapat dimanfaatkan lebih luas.
Baca juga: 50 Ajengan PUI Berkumpul di Jakarta: Bahas Haji, Pinjol hingga Nazhir Wakaf
Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga menyampaikan upaya pemerintah menjaga keterjangkauan biaya ibadah haji.
Ia mengatakan, penurunan biaya haji didukung kebijakan subsidi pemerintah pada masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Tahun ini biaya haji turun, dan untuk pertama kalinya pemerintah memberikan subsidi kepada jemaah sebesar 3,4 juta rupiah,” ujar Irfan.
Rangkaian UMKM Expo Sulsel 2026 juga diisi dengan pembagian hadiah perjalanan umrah kepada dua guru ngaji.
Selain itu, terdapat pembagian sepeda dan uang tunai kepada pelajar Sulawesi Selatan yang terpilih.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.