Editor
JOMBANG, KOMPAS.com — Sebanyak 99 sepeda motor Banser disiapkan untuk mengawal kirab naskah Resolusi Jihad dari Jombang menuju Surabaya, Jawa Timur, dalam rangkaian Hari Santri 2026, Kamis (22/10/2026).
Kirab dijadwalkan berlangsung setelah Apel Hari Santri di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, yang diikuti ribuan santri, pengurus PBNU, ulama, dan sivitas akademika.
Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Syafiq Syauqi mengatakan, pasukan berkendaraan roda dua dipersiapkan untuk mengawal perjalanan rombongan PBNU sepanjang rute.
“Nanti setelah upacara akan ada kirab dari Jombang ke Surabaya yang akan diikuti sebagian besar Banser. Kita akan mengawal rombongan PBNU dengan 99 motor Banser,” ujarnya.
Baca juga: Hari Santri 2026, Gus Kikin Ajak Hidupkan Resolusi Jihad untuk Lawan Kemiskinan
Menurut Syafiq, pemilihan angka 99 memiliki makna filosofis yang dikaitkan dengan jumlah Asmaul Husna. Ia berharap peringatan Hari Santri membawa kebaikan bagi NU dan para santri.
“99 adalah angka yang sempurna. Harapannya hari santri tahun ini Nahdlatul Ulama dan seluruh santri se-Nusantara mendapatkan kemuliaan, kesempurnaan dan kejayaan,” katanya.
Sebelum kirab, rangkaian peringatan diawali dengan apel di Lapangan Pesantren Tebuireng pada pukul 07.00 WIB.
Para peserta mengenakan pakaian khas santri bernuansa putih dan hitam. Kegiatan diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan, dan Mars Hari Santri, serta mengheningkan cipta untuk mengenang para pahlawan dan ulama pejuang kemerdekaan.
KH Irfan Yusuf, yang mewakili keluarga atau dzuriyah pendiri pesantren, membacakan teks Resolusi Jihad.
Pembacaan tersebut mengingatkan peserta pada maklumat bersejarah yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945 dan berkaitan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Baca juga: Link Twibbon Hari Santri 2026 dari PBNU, Lengkap dengan Cara Pakainya
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin bertindak sebagai inspektur apel. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya persatuan dan komitmen kebangsaan di tengah perubahan zaman.
“Kita telah menghadapi banyak perubahan hingga hari ini, dan NU sebagai akar yang kuat harusnya mampu menjadi jembatan antara tradisi serta semangat perjuangan santri dulu dengan berbagai perubahan ini,” ujarnya.
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar kemudian memimpin doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bangsa Indonesia.
Apel ditutup dengan penampilan teater santri yang mengangkat perjuangan dalam peristiwa Resolusi Jihad. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama para tokoh dan tamu undangan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.