Editor
KOMPAS.com - Hujan yang turun sehari sebelum jadwal pelaksanaan shalat Istisqa memunculkan pertanyaan mengenai hukum pelaksanaan ibadah tersebut.
Terlebih jika sebelumnya masyarakat telah menerima informasi bahwa shalat Istisqa akan digelar, disertai imbauan untuk meningkatkan taubat dan amal salih sebagai persiapan.
Turunnya hujan sebelum jadwal pelaksanaan pun menimbulkan pertanyaan: apakah shalat Istisqa tetap disunnahkan meskipun hujan yang diharapkan telah turun lebih dahulu?
Baca juga: Kemarau Panjang, Kapan Shalat Istisqa Disunnahkan?
Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah DKI Jakarta, Nur Fajri Romadhon, pernah menjelaskan bahwa shalat Istisqa tetap disunnahkan meskipun hujan telah turun sebelum waktu pelaksanaannya.
Untuk menjelaskan hal tersebut, Nur Fajri mengutip pandangan Al-Imam An-Nawawi yang mewakili mazhab Syafii.
Baca juga: Shalat Istisqa: Tata Cara, Bacaan, dan Khutbah Sesuai Tuntunan Tarjih Muhammadiyah
Menurut pandangan tersebut, apabila masyarakat telah bersiap melaksanakan shalat Istisqa, tetapi Allah SWT menurunkan hujan sebelum hari yang dijadwalkan, mereka tetap perlu berkumpul untuk mendengarkan ceramah, berdoa, dan bersyukur kepada Allah.
“Namun, pertanyaannya adalah apakah mereka juga tetap disunnahkan untuk melaksanakan shalat Istisqa?” ucap Nur Fajri.
Nur Fajri menerangkan bahwa mayoritas ulama mazhab Syafii berpandangan shalat Istisqa tetap disunnahkan meskipun hujan telah turun sebelum pelaksanaannya.
Pandangan tersebut didukung oleh tulisan Al-Imam Asy-Syafii dalam kitab Al-Umm.
Pendapat serupa juga ditemukan dalam literatur mazhab lain, yakni Maliki dan Hanbali.
Dengan demikian, turunnya hujan sebelum jadwal pelaksanaan tidak serta-merta menghilangkan kesunnahan shalat Istisqa yang telah direncanakan.
Jika shalat Istisqa telah diumumkan untuk dilaksanakan pada hari tertentu, masyarakat tetap disunnahkan menjalankannya meskipun hujan telah turun sebelumnya.
Ibadah ini dapat menjadi sarana untuk mensyukuri hujan yang telah diberikan Allah SWT sekaligus memanjatkan doa agar hujan tersebut membawa keberkahan.
Selain itu, kegiatan shalat Istisqa dapat disertai pengumpulan harta untuk disedekahkan. Masyarakat juga berkesempatan mendengarkan ceramah yang mendorong mereka untuk bertaubat dan memperbaiki perilaku.
Oleh karena itu, masyarakat yang telah menerima pengumuman jadwal shalat Istisqa tetap disarankan mengikuti pelaksanaannya meskipun hujan telah turun lebih dahulu.
Kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa syukur, meningkatkan doa, dan menumbuhkan kepedulian sosial melalui sedekah.
“Semoga Allah senantiasa memberikan berkah-Nya kepada kita semua,” pungkas Nur Fajri.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.