Editor
KOMPAS.com - Kementerian Agama mempercepat transisi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren agar unit eselon I yang khusus menangani pesantren tersebut dapat segera menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal.
Peralihan kewenangan dari Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) ke Ditjen Pesantren ditargetkan selesai pada awal 2027 melalui koordinasi lintas unit dan instansi.
Baca juga: Sekjen Kemenag Resmi Melantik 19 Pejabat Ditjen Pesantren, Ini Daftar Nama dan Jabatannya
Percepatan transisi Ditjen Pesantren dibahas dalam rapat koordinasi di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Rapat tersebut melibatkan jajaran Ditjen Pesantren, Ditjen Pendis, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama, Kementerian PPN/Bappenas, serta Kementerian Keuangan.
Pembahasan difokuskan pada sejumlah aspek, meliputi penataan sumber daya manusia (SDM), perencanaan dan penganggaran, tata kelola kelembagaan, serta penyelesaian administrasi. Koordinasi lintas instansi diperlukan agar seluruh tahapan peralihan berjalan sistematis dan sesuai ketentuan.
Baca juga: Menag Lantik 5 Pejabat Ditjen Pesantren, Ingatkan Nasib Santri di 42.000 Pondok
Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said mengatakan, penyelesaian masa transisi menjadi langkah penting agar Ditjen Pesantren dapat segera bekerja secara optimal.
“Alhamdulillah, agenda kita terus berjalan meskipun masih dalam masa transisi. Kita berharap proses transisi ini bisa segera tuntas dan berjalan lancar,” ujar Basnang.
Menurut Basnang, pembentukan struktur organisasi baru perlu disertai kesiapan program, tata kelola, SDM, penganggaran, dan mekanisme kerja yang terintegrasi. Penguatan fondasi kelembagaan tersebut diharapkan membuat Ditjen Pesantren lebih fokus menjawab kebutuhan dan tantangan pesantren.
Basnang mendorong Ditjen Pesantren mengambil peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, mempercepat digitalisasi layanan, serta memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.
Selain itu, pembahasan transisi mencakup optimalisasi pemanfaatan dana abadi, pengembangan pendidikan pesantren, dan penguatan Ma’had Aly sebagai bagian dari ekosistem pendidikan pesantren.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amin Suyitno menyatakan dukungan terhadap percepatan peralihan tugas dan fungsi dari Ditjen Pendis ke Ditjen Pesantren. Ia menilai kendala yang muncul selama proses transisi perlu segera ditangani melalui koordinasi antarpihak.
“Harus kita tuntaskan segera. Apalagi, tim Pontren sudah lengkap. Prosesnya harus lebih cepat. Kalau ada kendala di lapangan, kita cari solusi bersama-sama,” kata Amin.
Sekretaris Ditjen Pesantren Arsad Hidayat mengatakan, koordinasi perencanaan diperlukan agar penataan kelembagaan dan peralihan tugas berlangsung secara sistematis. Ia menambahkan, dukungan lintas unit dan instansi menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penyelesaian transisi.
“Mudah-mudahan awal 2027 proses transisi dari Ditjen Pendis ke Ditjen Pesantren bisa tuntas,” ujar Arsad.
Dalam rapat tersebut, sejumlah aspek teknis turut dibahas, mulai dari relokasi dan penyelesaian saldo anggaran, penataan SDM, hingga pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana.
Koordinasi juga diarahkan untuk menyelaraskan perencanaan dan penganggaran dengan ketentuan Bappenas serta Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Sementara itu, Inspektorat Jenderal bertugas mengawal risiko yang mungkin muncul selama proses peralihan.
Rapat tersebut turut membahas rencana tindak lanjut untuk memastikan setiap tahapan transisi memiliki target dan penanggung jawab yang jelas.
Kemenag menargetkan peralihan dari Ditjen Pendis ke Ditjen Pesantren selesai pada awal 2027.
Penyelesaian proses ini diharapkan memperkuat tata kelola kelembagaan dan mendukung pelaksanaan program secara lebih terarah. Dengan demikian, Ditjen Pesantren dapat lebih optimal mengembangkan pendidikan, meningkatkan kualitas layanan, dan mendorong kemandirian pesantren.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.