Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sumpah Pemuda 2026: Islam Mengajarkan Pemuda dapat Berkarya

Kompas.com, 28 Oktober 2026, 05:41 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Peringatan Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober menjadi momentum untuk merefleksikan peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan memajukan Indonesia.

Semangat para pemuda yang menyatukan tekad pada 1928 mengingatkan bahwa masa muda bukan sekadar fase mencari jati diri, melainkan juga kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Dalam Islam, pemuda memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan potensi diri sekaligus menjaga nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang Muslim tidak cukup hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga perlu membangun akhlak, memperluas ilmu, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Lantas, bagaimana tuntunan Islam agar pemuda dapat menemukan jati diri sekaligus berperan bagi kemajuan bangsa?

Sumpah Pemuda dan Tanggung Jawab Generasi Muda

Sumpah Pemuda yang lahir dari Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 menegaskan cita-cita tentang satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia.

Peristiwa tersebut menunjukkan bagaimana pemuda dari berbagai latar belakang dapat mengutamakan persatuan demi tujuan bersama.

Baca juga: Abu Qatadah Al-Anshari, Kesatria yang Dijuluki Penunggang Kuda Rasulullah

Semangat itu tetap relevan bagi generasi muda saat ini. Kontribusi untuk bangsa tidak selalu harus diwujudkan melalui gerakan besar.

Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga toleransi, melawan perundungan, memeriksa kebenaran informasi, dan terlibat dalam kegiatan sosial merupakan bentuk tanggung jawab yang dapat dilakukan dari lingkungan terdekat.

Al-Qur'an Menggambarkan Pemuda yang Beriman

Islam memberikan perhatian terhadap masa muda, salah satunya melalui kisah para pemuda dalam Surah Al-Kahfi ayat 13. Allah berfirman dalam Surah Al-Kahfi ayat 13:

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

Naḥnu naquṣṣu ‘alaika naba’ahum bil-ḥaqq, innahum fityatun āmanū birabbihim wa zidnāhum hudā.

Baca juga: Saat 680 Pengasuh Ponpes Berdoa untuk Indonesia lewat Dalailul Khairat...

Artinya: “Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (QS Al-Kahfi: 13).

Ayat tersebut menggambarkan para pemuda yang memiliki iman teguh. Kisah mereka memberi pelajaran bahwa pencarian jati diri perlu disertai pegangan nilai yang kuat.

Bagi seorang Muslim, keyakinan kepada Allah dapat menjadi dasar untuk menentukan pilihan, menyikapi tekanan lingkungan, dan membedakan tindakan yang bermanfaat dari yang merugikan.

Baca juga: Ayat 11-18 Surah Al-Balad: Pesan tentang Kepedulian kepada Sesama

Menjaga Iman dan Akhlak di Tengah Pergaulan

Masa muda sering diwarnai berbagai pilihan, mulai dari pergaulan, pendidikan, pekerjaan, hingga penggunaan media sosial.

Keinginan untuk diterima lingkungan terkadang membuat seseorang mengikuti kebiasaan yang bertentangan dengan prinsipnya.

Karena itu, pemuda Muslim perlu membangun akhlak, menjaga ibadah, dan berani mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Menjaga kejujuran, menghormati orang lain, serta tidak merendahkan kelompok berbeda merupakan bagian dari penerapan nilai Islam dalam kehidupan sosial.

Jati diri tidak hanya terlihat dari apa yang seseorang katakan tentang dirinya, tetapi juga dari sikap yang ditunjukkan secara konsisten.

Baca juga: Surah Al-Qasas Ayat 24, Doa Nabi Musa Saat Membutuhkan Pertolongan

Menggunakan Masa Muda untuk Beribadah dan Berkarya

Rasulullah SAW menempatkan pemuda yang tumbuh dalam ibadah sebagai salah satu golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat. Dalam Sahih al-Bukhari, hadis 660, Rasulullah SAW bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ، الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ.

Sab‘atun yuẓilluhumullāhu fī ẓillihī yauma lā ẓilla illā ẓilluh: al-imāmul-‘ādil, wa syābbun nasya’a fī ‘ibādati rabbih, wa rajulun qalbuhū mu‘allaqun fil-masājid, wa rajulāni taḥābbā fillāhi ijtama‘ā ‘alaihi wa tafarraqā ‘alaihi, wa rajulun ṭalabat-humra’atun żātu manṣibin wa jamālin fa qāla innī akhāfullāh, wa rajulun taṣaddaqa akhfā ḥattā lā ta‘lama syimāluhū mā tunfiqu yamīnuh, wa rajulun żakarallāha khāliyan fa fāḍat ‘aināh.

Baca juga: Gaji Terlambat Dibayar, Ini Hak Pekerja Menurut Islam

Artinya: “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya: pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Tuhannya, orang yang hatinya terpaut pada masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah dan berpisah karena-Nya, laki-laki yang menolak ajakan perempuan berkedudukan dan cantik untuk berbuat maksiat dengan mengatakan bahwa ia takut kepada Allah, orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya, serta orang yang mengingat Allah dalam kesendirian hingga kedua matanya berlinang air mata.” (HR Bukhari, Sahih al-Bukhari 660).

Hadis ini menunjukkan bahwa masa muda merupakan kesempatan untuk membangun kedekatan dengan Allah dan membiasakan kebaikan.

Ibadah bukan alasan untuk menjauh dari persoalan masyarakat. Sebaliknya, iman dapat menjadi landasan untuk berkarya secara jujur, menjalankan tanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Baca juga: 5 Ayat Al-Quran untuk Amanat Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Doa Penutup

Membangun Bangsa melalui Ilmu dan Kepedulian

Pemuda Muslim juga perlu mengembangkan ilmu dan keterampilan agar mampu menjawab tantangan zaman.

Pendidikan, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan kemauan belajar membantu generasi muda mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan, bukan sekadar mengikuti tren atau tekanan kelompok.

Muhammadiyah melalui pembahasan tentang ciri pemuda Muslim ideal menekankan pentingnya tauhid dan kepedulian terhadap sesama.

Nilai tersebut dapat diwujudkan dengan membantu masyarakat, menghargai perbedaan, serta menggunakan kemampuan untuk menyelesaikan persoalan di sekitar.

Baca juga: Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi

Pada akhirnya, mencari jati diri tidak harus menunggu seseorang merasa telah menemukan seluruh jawaban tentang kehidupannya.

Momentum Sumpah Pemuda dapat menjadi pengingat bahwa pemuda Muslim perlu terus memperbaiki diri, menjaga iman, menambah ilmu, dan mengambil bagian dalam kemajuan bangsa.

Semangat persatuan akan lebih bermakna ketika diwujudkan melalui tindakan nyata yang berlandaskan akhlak dan kepedulian.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Pelunasan Haji 2027 Rata-rata Rp23 Juta, Nominal Tiap Daerah Berbeda
Pelunasan Haji 2027 Rata-rata Rp23 Juta, Nominal Tiap Daerah Berbeda
Aktual
3 Contoh Teks Pidato Sumpah Pemuda dengan Dalil Al-Qur'an, Cocok untuk Upacara Sekolah
3 Contoh Teks Pidato Sumpah Pemuda dengan Dalil Al-Qur'an, Cocok untuk Upacara Sekolah
Aktual
Ingin Bertobat dari Zina dan Pornografi? Ini Doa dan Ikhtiarnya
Ingin Bertobat dari Zina dan Pornografi? Ini Doa dan Ikhtiarnya
Aktual
Sumpah Pemuda 2026: Islam Mengajarkan Pemuda dapat Berkarya
Sumpah Pemuda 2026: Islam Mengajarkan Pemuda dapat Berkarya
Aktual
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 di Sekolah, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 di Sekolah, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Aktual
Refleksi Sumpah Pemuda 2026, Sekjen MUI Ajak Generasi Muda Teguh dan Jaga Persatuan
Refleksi Sumpah Pemuda 2026, Sekjen MUI Ajak Generasi Muda Teguh dan Jaga Persatuan
Aktual
Contoh Doa Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk Persatuan Bangsa dan Kelancaran TKA
Contoh Doa Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 untuk Persatuan Bangsa dan Kelancaran TKA
Aktual
Kiai Saad Ibrahim Ajak Warga Muhammadiyah Petik Pelajaran dari Perang Uhud
Kiai Saad Ibrahim Ajak Warga Muhammadiyah Petik Pelajaran dari Perang Uhud
Aktual
Teks Doa, Keputusan Kongres, dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Link PDF
Teks Doa, Keputusan Kongres, dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Link PDF
Aktual
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 untuk Upacara di Sekolah dan Madrasah
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 untuk Upacara di Sekolah dan Madrasah
Aktual
Teks Doa dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap Link Download PDF
Teks Doa dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap Link Download PDF
Aktual
Teks Doa Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Kemenpora Lengkap dengan Link PDF
Teks Doa Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Kemenpora Lengkap dengan Link PDF
Aktual
Teks Doa Upacara Sumpah Pemuda 2026 Resmi Kemenpora Lengkap dengan Link Download PDF
Teks Doa Upacara Sumpah Pemuda 2026 Resmi Kemenpora Lengkap dengan Link Download PDF
Aktual
Abu Qatadah Al-Anshari, Kesatria yang Dijuluki Penunggang Kuda Rasulullah
Abu Qatadah Al-Anshari, Kesatria yang Dijuluki Penunggang Kuda Rasulullah
Aktual
Saat 680 Pengasuh Ponpes Berdoa untuk Indonesia lewat Dalailul Khairat...
Saat 680 Pengasuh Ponpes Berdoa untuk Indonesia lewat Dalailul Khairat...
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar