Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kiai Saad Ibrahim Ajak Warga Muhammadiyah Petik Pelajaran dari Perang Uhud

Kompas.com, 27 Oktober 2026, 20:41 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Perang Uhud mengajarkan pentingnya ketaatan terhadap pemimpin, menjaga amanah, serta menghindari keserakahan dalam perjuangan.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, mengajak warga Muhammadiyah mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut untuk memperkuat iman dan mewujudkan kebanggaan melalui amal nyata.

Pesan itu disampaikan Kiai Saad dalam Kajian Ahad Pagi Pencerahan yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya di kompleks SD Muhammadiyah 15 Wiyung, Surabaya, Ahad (25/10/2026).

Baca juga: Abdullah bin Amr bin Haram, Ayah Jabir yang Gugur dalam Perang Uhud

Pelajaran Perang Uhud tentang Ketaatan dan Amanah

Kiai Saad menjelaskan, Perang Uhud merupakan salah satu peristiwa bersejarah dalam perjuangan Rasulullah Muhammad SAW menegakkan Islam. Dalam peperangan tersebut, sekitar 1.000 pasukan Muslim menghadapi 3.000 pasukan Quraisy.

Salah satu peristiwa penting dalam Perang Uhud adalah ketika pasukan pemanah meninggalkan pos mereka karena tergiur harta rampasan perang. Padahal, Rasulullah telah memerintahkan mereka untuk tetap berada di posisi yang ditentukan.

Baca juga: Perang Uhud: Kisah Luka Nabi Muhammad di Kaki Jabal Uhud

Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pasukan Muslim mengalami kekalahan setelah sebelumnya berada dalam posisi yang menguntungkan.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kelalaian dalam menjalankan amanah dan ketaatan dapat membawa dampak besar bagi perjuangan bersama.

Meski mengalami kekalahan, Rasulullah dan para sahabat tidak kehilangan semangat untuk melanjutkan perjuangan.

Menurut Kiai Saad, umat Islam perlu memahami bahwa kekalahan tidak boleh memadamkan semangat, sedangkan kemenangan tidak seharusnya melahirkan kesombongan.

“Kedua keadaan tersebut perlu dihadapi dengan iman, keteguhan, dan kesediaan untuk terus memperbaiki diri,” katanya.

Kiai Saad Ibrahim: Kebanggaan Harus Berlandaskan Iman

Kiai Saad juga mengaitkan pelajaran dari Perang Uhud dengan kandungan Surat Ali Imran ayat 139. Ayat tersebut mengingatkan umat Islam agar tidak merasa lemah dan bersedih, sekaligus meneguhkan keimanan dalam menghadapi berbagai keadaan.

Menurut dia, kebanggaan atau pride perlu dibangun di atas landasan iman agar tidak membuat seseorang merasa lebih baik daripada orang lain.

Kebanggaan yang bersumber dari iman seharusnya mendorong seseorang untuk memperbaiki diri dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Atas dasar itu, Kiai Saad memandang warga Muhammadiyah perlu membangun kebanggaan terhadap Persyarikatan dengan berpegang pada nilai-nilai keimanan.

Kebanggaan tersebut perlu diwujudkan melalui kerja nyata dan amal kebajikan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.

“Kebangaan itu harus tampak dalam konsistensi menjalankan kebaikan, mengembangkan program, dan menjaga komitmen terhadap tujuan Persyarikatan,” katanya.

Bermuhammadiyah Harus Diwujudkan dalam Amal Nyata

Kiai Saad menegaskan, kebanggaan sebagai bagian dari Muhammadiyah tidak boleh berhenti pada identitas atau simbol semata.

Keislaman dan kemuhammadiyahan perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk melalui keimanan, sikap amanah, produktivitas, dan kontribusi nyata.

Bagi warga Muhammadiyah, nilai-nilai tersebut menjadi landasan untuk menjalankan program Persyarikatan secara konsisten sekaligus menjaga komitmen terhadap tujuan organisasi.

Semangat perjuangan juga perlu diarahkan pada upaya menghadirkan kebaikan bagi umat dan kemanusiaan secara luas.

Pelajaran dari Perang Uhud dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan sejarah perjuangan Rasulullah, tetapi juga menjadi pengingat bagi warga Muhammadiyah untuk menjaga ketaatan, menghindari keserakahan, serta menjadikan iman sebagai dasar dalam bekerja dan beramal.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kiai Saad Ibrahim Ajak Warga Muhammadiyah Petik Pelajaran dari Perang Uhud
Kiai Saad Ibrahim Ajak Warga Muhammadiyah Petik Pelajaran dari Perang Uhud
Aktual
Teks Doa, Keputusan Kongres, dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Link PDF
Teks Doa, Keputusan Kongres, dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Link PDF
Aktual
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 untuk Upacara di Sekolah dan Madrasah
Contoh Pidato Singkat Sumpah Pemuda 2026 untuk Upacara di Sekolah dan Madrasah
Aktual
Teks Doa dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap Link Download PDF
Teks Doa dan Susunan Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lengkap Link Download PDF
Aktual
Teks Doa Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Kemenpora Lengkap dengan Link PDF
Teks Doa Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 Kemenpora Lengkap dengan Link PDF
Aktual
Teks Doa Upacara Sumpah Pemuda 2026 Resmi Kemenpora Lengkap dengan Link Download PDF
Teks Doa Upacara Sumpah Pemuda 2026 Resmi Kemenpora Lengkap dengan Link Download PDF
Aktual
Abu Qatadah Al-Anshari, Kesatria yang Dijuluki Penunggang Kuda Rasulullah
Abu Qatadah Al-Anshari, Kesatria yang Dijuluki Penunggang Kuda Rasulullah
Aktual
Saat 680 Pengasuh Ponpes Berdoa untuk Indonesia lewat Dalailul Khairat...
Saat 680 Pengasuh Ponpes Berdoa untuk Indonesia lewat Dalailul Khairat...
Aktual
Ayat 11-18 Surah Al-Balad: Pesan tentang Kepedulian kepada Sesama
Ayat 11-18 Surah Al-Balad: Pesan tentang Kepedulian kepada Sesama
Aktual
Surah Al-Qasas Ayat 24, Doa Nabi Musa Saat Membutuhkan Pertolongan
Surah Al-Qasas Ayat 24, Doa Nabi Musa Saat Membutuhkan Pertolongan
Doa dan Niat
Gaji Terlambat Dibayar, Ini Hak Pekerja Menurut Islam
Gaji Terlambat Dibayar, Ini Hak Pekerja Menurut Islam
Aktual
Sudah Memulai Puasa Sunnah, Bolehkah Membatalkannya di Tengah Hari?
Sudah Memulai Puasa Sunnah, Bolehkah Membatalkannya di Tengah Hari?
Aktual
5 Ayat Al-Quran untuk Amanat Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Doa Penutup
5 Ayat Al-Quran untuk Amanat Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Doa Penutup
Aktual
Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi
Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi
Aktual
Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar