KOMPAS.com - Surah Al-Balad mengandung pesan tentang kepedulian sosial melalui ajakan menempuh jalan kebaikan yang tidak selalu mudah. Surah ke-90 dalam Al-Qur’an ini menyoroti pentingnya membantu orang yang membutuhkan, termasuk anak yatim dan orang miskin yang hidup dalam kesulitan.
Pesan tersebut termuat terutama dalam ayat 11–18, yang menggambarkan perbuatan baik sebagai jalan yang menuntut perjuangan. Ajaran ini mengingatkan umat Islam bahwa keimanan tidak hanya tercermin dalam ibadah pribadi, tetapi juga dalam kepedulian terhadap keadaan orang lain.
Allah berfirman dalam Surah Al-Balad ayat 13–17:
فَكُّ رَقَبَةٍ ١٣ أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ ١٤ يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ ١٥ أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ ١٦ ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ ١٧
Fakku raqabah. Au ith‘āmun fī yaumin żī masghabah. Yatīman żā maqrabah. Au miskīnan żā matrabah. Ṡumma kāna minallażīna āmanū wa tawāṣau biṣ-ṣabri wa tawāṣau bil-marḥamah
Baca juga: Sudah Memulai Puasa Sunnah, Bolehkah Membatalkannya di Tengah Hari?
Artinya: “(Yaitu) membebaskan budak (hamba sahaya), atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir. Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar serta saling berpesan untuk berkasih sayang.” (QS Al-Balad: 13–17).
Ayat-ayat tersebut menjelaskan bentuk nyata jalan kebaikan, mulai dari membebaskan manusia dari perbudakan hingga membantu orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Pesannya menempatkan kepedulian sebagai tindakan nyata, bukan sekadar perasaan iba.
Surah Al-Balad ayat 14 menekankan pentingnya memberi makan ketika terjadi kelaparan. Tindakan ini menjadi berarti karena dilakukan ketika kebutuhan pangan mendesak dan orang yang membutuhkan menghadapi keadaan sulit.
Baca juga: 5 Ayat Al-Quran untuk Amanat Sumpah Pemuda 2026, Lengkap dengan Doa Penutup
Pesan tersebut relevan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan berbagi makanan, membantu keluarga yang kesulitan, atau mendukung penyaluran bantuan pangan yang tepat sasaran. Kepedulian tidak harus menunggu seseorang memiliki harta berlimpah; bantuan dapat diberikan sesuai kemampuan.
Ayat 15 secara khusus menyebut anak yatim yang memiliki hubungan kekerabatan, sedangkan ayat 16 menyebut orang miskin yang sangat fakir. Penyebutan kelompok tersebut menunjukkan perhatian terhadap orang-orang yang rentan dan membutuhkan dukungan.
Membantu anak yatim yang memiliki hubungan keluarga mengandung nilai sedekah sekaligus silaturahmi. Namun, pesan ayat ini tidak membatasi kepedulian hanya kepada kerabat. Orang miskin yang sangat membutuhkan juga disebut sebagai pihak yang perlu diperhatikan.
Baca juga: Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Sebelum menyebut bentuk-bentuk kebaikan tersebut, Surah Al-Balad ayat 11–12 menggambarkan jalan kebaikan sebagai al-‘aqabah, yakni jalan mendaki dan sukar. Gambaran ini menegaskan bahwa melakukan kebaikan terkadang membutuhkan pengorbanan, tenaga, waktu, dan kesediaan berbagi.
Memberi bantuan mungkin terasa berat ketika seseorang juga memiliki kebutuhan sendiri. Meski demikian, ayat-ayat ini mengajak manusia untuk tidak menjadikan kesulitan sebagai alasan mengabaikan penderitaan orang lain. Bantuan yang diberikan dengan bijaksana dapat meringankan beban penerima sekaligus memperkuat hubungan sosial.
Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya kasih sayang dalam hubungan antarmanusia. Dalam hadis yang diriwayatkan Jarir bin Abdullah, beliau bersabda:
Baca juga: Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ
Man lā yarḥamu lā yurḥam.
Artinya: “Siapa yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi.” (HR Bukhari, 6013).
Hadis ini menegaskan pentingnya menunjukkan kasih sayang kepada sesama. Sejalan dengan Surah Al-Balad, kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan yang meringankan kesulitan orang lain, menghormati martabat mereka, serta tidak meremehkan kebutuhan orang yang hidup dalam kekurangan.
Pesan Surah Al-Balad dapat diterapkan melalui kebiasaan sederhana, seperti membantu tetangga yang kesulitan, memperhatikan anak yatim, berbagi makanan, dan mendukung kegiatan sosial yang amanah. Umat Islam juga dapat mengajak keluarga serta lingkungan sekitar untuk membangun kebiasaan saling menolong.
Baca juga: Beasiswa Santri ke Malaysia Dibuka 27–29 Oktober 2026, Ini Syaratnya
Pada akhirnya, Surah Al-Balad mengingatkan bahwa kepedulian merupakan bagian penting dari jalan kebaikan. Keimanan perlu disertai kesediaan menghadapi kesulitan demi membantu sesama, dengan mengutamakan kebutuhan nyata dan menjaga martabat orang yang menerima bantuan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.