Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Abdullah bin Amr bin Haram, Ayah Jabir yang Gugur dalam Perang Uhud

Kompas.com, 23 Oktober 2026, 10:07 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Abdullah bin Amr bin Haram merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW dari kalangan Ansar yang gugur dalam Perang Uhud.

Ia juga dikenal sebagai ayah Jabir bin Abdullah, sahabat yang meriwayatkan sejumlah hadis tentang kehidupan Rasulullah.

Nama Abdullah bin Amr bin Haram tercatat dalam kitab biografi sahabat karya Ibnu Sa'd dan Ibnu Hajar al-Asqalani.

Salah satu riwayat penting tentang dirinya terdapat dalam Sahih Muslim, yang menceritakan penghormatan Rasulullah terhadap Abdullah setelah ia gugur di medan perang.

Abdullah bin Amr bin Haram dari Kaum Ansar

Dalam At-Ṭabaqāt al-Kubrā, Ibnu Sa'd mencatat nama Abdullah bin Amr bin Haram bin Tsa'labah bin Haram bin Ka'b bin Ghanm bin Ka'b bin Salamah.

Ia memiliki kunyah Abu Jabir dan berasal dari Bani Salamah, salah satu kelompok Ansar di Madinah.

Baca juga: Kemenag Targetkan Transisi Ditjen Pesantren Tuntas Awal 2027

Abdullah merupakan bagian dari masyarakat Muslim Madinah yang mendukung perjuangan Rasulullah.

Putranya, Jabir bin Abdullah, kemudian dikenal sebagai salah satu perawi hadis yang banyak meriwayatkan ajaran Nabi.

Catatan biografi tersebut menempatkan Abdullah dalam generasi sahabat yang terlibat langsung dalam perjalanan awal Islam.

Namanya terutama dikenang melalui peristiwa Perang Uhud dan riwayat yang disampaikan oleh putranya.

Gugur dalam Perang Uhud

Perang Uhud berlangsung pada tahun ketiga Hijriah di sekitar Gunung Uhud, dekat Madinah.

Pertempuran ini mempertemukan kaum Muslimin dengan pasukan Quraisy Makkah setelah kekalahan Quraisy dalam Perang Badar.

Baca juga: Hari Santri 2026, Menag Siapkan 5 Program untuk Pesantren

Dalam pertempuran tersebut, Abdullah bin Amr bin Haram gugur. Peristiwa itu menjadi kehilangan bagi keluarganya, termasuk Jabir yang kemudian meriwayatkan pengalamannya ketika melihat jenazah sang ayah.

Keterangan tentang gugurnya Abdullah juga menjadi dasar bagi sejumlah riwayat mengenai keutamaannya.

Salah satunya tercatat dalam Sahih Muslim, tepatnya pada bab tentang keutamaan Abdullah bin Amr bin Haram, ayah Jabir.

Riwayat Jabir tentang Ayahnya

Dalam Sahih Muslim 2471b, Jabir bin Abdullah menceritakan bahwa ayahnya gugur dalam Perang Uhud.

Jabir hendak membuka kain yang menutupi wajah ayahnya sambil menangis, tetapi sejumlah orang melarangnya. Rasulullah tidak melarang Jabir menangis.

Hadis tersebut memuat sabda Rasulullah:

تَبْكِيهِ أَوْ لاَ تَبْكِيهِ مَا زَالَتِ الْمَلاَئِكَةُ تُظِلُّهُ بِأَجْنِحَتِهَا حَتَّى رَفَعْتُمُوهُ

Tabkīhi aw lā tabkīhi, mā zālatil-malā’ikatu tuẓilluhu bi-ajniḥatihā ḥattā rafa‘tumūhu.

Artinya: “Engkau boleh menangisinya atau tidak menangisinya. Para malaikat terus menaunginya dengan sayap mereka hingga kalian mengangkatnya.” (HR. Sahih Muslim 2471 b).

Baca juga: Hari Santri 2026, Gus Kikin Ajak Hidupkan Resolusi Jihad untuk Lawan Kemiskinan

Riwayat ini menggambarkan penghormatan yang disampaikan Rasulullah terhadap Abdullah setelah gugur.

Hadis tersebut juga menunjukkan bahwa kesedihan keluarga atas kehilangan orang yang dicintai tidak serta-merta dilarang, sebagaimana terlihat dari sikap Nabi terhadap Jabir.

Kabar tentang Keadaan Abdullah di Sisi Allah

Riwayat lain mengenai Abdullah tercatat dalam Sunan Ibnu Majah 2800. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabir, Rasulullah menyampaikan kabar tentang apa yang dikatakan Allah kepada ayahnya setelah gugur dalam Perang Uhud.

يَا عَبْدِي، تَمَنَّ عَلَيَّ أُعْطِكَ

قَالَ: يَا رَبِّ، تُحْيِينِي فَأُقْتَلُ فِيكَ ثَانِيَةً

Yā ‘abdī, tamanna ‘alayya u‘ṭika.

Qāla: yā Rabbi, tuḥyīnī fa-uqtalu fīka ṡāniyatan.

Artinya: Allah berfirman, “Wahai hamba-Ku, mintalah kepada-Ku, niscaya Aku akan memberimu.” Abdullah menjawab, “Wahai Tuhanku, hidupkanlah aku kembali agar aku dapat gugur di jalan-Mu untuk kedua kalinya.”

Riwayat itu menceritakan bahwa Abdullah berharap dapat dihidupkan kembali agar bisa gugur sekali lagi di jalan Allah. Namun, ia diberi tahu bahwa orang yang telah meninggal tidak dikembalikan ke dunia.

Abdullah kemudian memohon agar kabar tentang keadaannya disampaikan kepada orang-orang yang ditinggalkannya.

Riwayat tersebut menghubungkan kisah Abdullah dengan pesan tentang kehidupan para syuhada.

Namun, kisah ini perlu disampaikan sesuai redaksi hadis dan tidak ditambahkan dengan percakapan atau detail lain yang tidak tercantum dalam sumber.

Baca juga: Link Twibbon Hari Santri 2026 dari PBNU, Lengkap dengan Cara Pakainya

Warisan Abdullah bin Amr bin Haram

Kisah Abdullah bin Amr bin Haram dikenang melalui dua hal yang saling berkaitan: pengorbanannya dalam Perang Uhud dan riwayat yang disampaikan putranya tentang keutamaannya.

Catatan Ibnu Sa'd dan Ibnu Hajar membantu menempatkan sosoknya dalam sejarah para sahabat, sedangkan hadis memberikan keterangan tentang peristiwa setelah ia gugur.

Kisah Abdullah mengingatkan bahwa sejarah para sahabat tidak hanya diwariskan melalui peran mereka ketika hidup, tetapi juga melalui riwayat yang merekam penghormatan Rasulullah terhadap mereka.

Karena itu, memahami kisahnya perlu berpijak pada sumber biografi dan hadis yang dapat ditelusuri.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar