BLITAR, KOMPAS.com – Di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Blitar menyebut sebanyak 915 calon jemaah akan diberangkatkan pada 18 dan 19 Mei 2026 dalam empat kelompok terbang (kloter).
Staf Kemenhaj Kabupaten Blitar, Agus Amirudin, mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada perubahan jadwal, meski situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih belum stabil.
Baca juga: SDM Petugas Haji Disorot, Evaluasi Masalah Lama Jelang Haji 2026
“Keberangkatan tetap sesuai jadwal. Namun, kami masih menunggu kepastian terkait rute penerbangan, khususnya untuk lokasi transit,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah rencana transit pengisian bahan bakar di Oman. Lokasinya yang relatif dekat dengan Iran membuat opsi ini masih dikaji ulang demi keamanan penerbangan.
Menurut Agus, pesawat yang digunakan memiliki kapasitas sekitar 380 penumpang dan tidak mampu terbang langsung ke Arab Saudi tanpa transit.
“Kami belum tahu apakah tetap transit di Oman atau ada alternatif negara lain yang lebih aman. Harapannya situasi segera membaik,” jelasnya.
Sebanyak empat kloter jemaah haji Kabupaten Blitar, yakni Kloter 106 hingga 109, akan berangkat dalam Gelombang Kedua.
Jemaah asal Jawa Timur sendiri terbagi dalam 116 kloter secara keseluruhan.
Karena masuk Gelombang Kedua, para jemaah akan mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Sementara itu, jemaah Gelombang Pertama (Kloter 1–56) akan langsung mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz.
Agus menambahkan, pada beberapa tahun sebelumnya, jemaah haji Indonesia sempat menggunakan pesawat berbadan lebar yang mampu terbang langsung tanpa transit.
Namun kini, keterbatasan kapasitas bahan bakar membuat skema transit menjadi pilihan utama.
Baca juga: Biaya Haji 2026 Berpotensi Naik, DPR Minta Jangan Bebani Jemaah
Pihak Kemenhaj berharap kondisi geopolitik di Timur Tengah segera membaik agar proses pemberangkatan jemaah haji berjalan lancar dan aman.
“Yang terpenting adalah keselamatan dan kenyamanan jemaah. Kami terus memantau perkembangan situasi,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang