Editor
KOMPAS.com - Pengumuman SNBP 2026 menjadi momen penting yang dinantikan para peserta di seluruh Indonesia.
Pengumuman SNBP 2026 sendiri sudah bisa diakses sejak Selasa, 31 Maret 2026 pukul 15.00 WIB melalui laman resminya.
Bagi peserta yang dinyatakan lolos SNBP 2026, momen ini menjadi bentuk kebahagiaan sekaligus nikmat yang patut disyukuri.
Dalam ajaran Islam, salah satu cara mensyukuri nikmat tersebut adalah dengan melaksanakan sujud syukur sesuai tuntunan sunnah.
Baca juga: 8 Doa Sebelum Membuka Pengumuman SNBP 2026 Sesuai Al Quran, Dibaca untuk Meminta Hasil Terbaik
Berdasarkan buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII yang disusun oleh Zainal Muttaqin, MA dan Drs. Amir Abyan, MA, sujud syukur adalah sujud yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, termasuk saat menerima kabar baik seperti lolos SNBP.
Hukum melaksanakan sujud syukur adalah sunnah dan dilakukan satu kali di luar shalat.
Ibadah ini menjadi salah satu cara seorang Muslim mengungkapkan rasa terima kasih atas karunia yang diterima.
Dalam praktiknya, sujud syukur dilakukan secara sederhana namun memiliki makna spiritual yang mendalam.
Baca juga: 42 Link Pengumuman SNBP 2026, Sekarang Sudah Bisa Diakses
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa syarat yang perlu diperhatikan agar sujud syukur dilakukan dengan benar sesuai tuntunan untuk mendapat kesempurnaan ibadah.
Beberapa hal yang menjadi syarat sujud syukur antara lain sebagai berikut:
Dengan memenuhi syarat tersebut, sujud syukur dapat dilakukan secara sah dan sesuai dengan ketentuan.
Sujud syukur memiliki tata cara yang hampir serupa dengan sujud dalam shalat, meskipun dilakukan di luar shalat.
Pelaksanaan ini bertujuan agar ibadah tetap mengikuti adab yang diajarkan dalam Islam.
Adapun langkah-langkah sujud syukur adalah sebagai berikut:
Tata cara ini membantu jemaah atau individu dalam melaksanakan sujud syukur dengan lebih tertib dan sesuai sunnah.
Dalam sujud syukur, membaca doa menjadi bagian penting sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Doa yang dibaca mencerminkan pengakuan atas nikmat dan kekuasaan Allah.
Berikut bacaan doa yang dapat diamalkan saat sujud syukur:
سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Teks Latin: Sajada wajhiya lilladzi khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu tabārakallāhu ahsanul khāliqīn.
Artinya: Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang membentuknya, yang membentuk pendengaran dan penglihatannya. Mahasuci Allah sebaik-baik pencipta. (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)
Selain doa utama tersebut, terdapat bacaan lain yang juga dianjurkan untuk melengkapi ibadah sujud syukur yag juga menjadi bentuk permohonan ampun dan pujian kepada Allah SWT.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
Teks Latin: Subhānakallāhumma rabbana wa bihamdika, allāhumma-ghfir lī
Artinya: Mahasuci Engkau ya Allah, Tuhan kami, lagi Maha Terpuji, ampunilah aku.
Sujud syukur memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam yang bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW.
Dalil ini menunjukkan bahwa sujud syukur merupakan amalan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah.
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَجَدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَطَالَ السُّجُودَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَالَ: إِنَّ جِبْرِيلَ أَتَانِي فَبَشَّرَنِي، فَسَجَدْتُ لِلَّهِ شُكْرًا.
Teks Latin: ‘An ‘Abdirrahmanibni ‘Auf radhiyallahu ‘anhu qāla: sajada rasūlullāhi shallallāhu ‘alaihi wa sallam fa athālas sujūda, tsumma rafa‘a ra’sahu, faqāla: inna Jibrīla atānī fa basysyarani, fasajadtu lillāhi syukran.
Artinya: Diriwayatkan dari Abdurrahman bin ‘Auf RA, ia berkata: Rasulullah SAW pernah sujud dan memperlama sujudnya, kemudian beliau mengangkat kepalanya, lalu bersabda “Sesungguhnya Jibril datang kepadaku dan memberi kabar gembira kepadaku, maka aku pun sujud kepada Allah sebagai ungkapan syukur kepada Allah.” (HR. Ahmad)
Dalam beberapa riwayat disebutkan juga bahwa Rasulullah SAW melakukan sujud ketika mendapatkan kabar gembira.
Hal ini menjadi dasar anjuran bagi umat Islam untuk melakukan hal serupa saat menerima nikmat.
عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرٌ يُسَرُّ بِهِ أَوْ يُسَرُّ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شُكْرًا لِلَّهِ تَعَالَى
Teks Latin: ‘An Abī Bakrata anna an-nabiyya shallallāhu ‘alaihi wa sallam kāna idzā atāhu amrun yasurruhu aw yusarru bihi kharra sājidan syukran lillāhi ta‘ālā. (HR. Ibnu Majah)
Artinya: Dari Abu Bakrah, sesungguhnya Nabi SAW apabila mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau diberi kabar yang menggembirakan, beliau segera bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah Ta’ala. (HR. Ibnu Majah)
Sujud syukur menjadi salah satu bentuk ibadah sunnah yang dianjurkan saat menerima kabar baik, termasuk ketika dinyatakan lolos SNBP 2026.
Selain sebagai ungkapan rasa syukur, amalan ini juga memperkuat hubungan spiritual seorang hamba dengan Allah SWT.
Dengan memahami tata cara dan bacaannya, sujud syukur dapat dilakukan dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang