Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa dan Tata Cara Sujud Syukur Setelah Lolos SNBP 2026, Lengkap dengan Dalilnya

Kompas.com, 31 Maret 2026, 15:55 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pengumuman SNBP 2026 menjadi momen yang dinanti sekaligus menegangkan bagi para peserta.

Perasaan cemas, harap, dan takut biasanya menyertai detik-detik sebelum hasil seleksi dibuka langsung hilang seketika ketika siswa dinyatakan lolos SNBP 2026 di universitas dan jurusan pilihannya.

Pengumuman SNBP 2026 sendiri telah berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026 pukul 15.00 WIB melalui laman resmi SNPMB.

Baca juga: Detik-detik Pengumuman SNBP 2026, Amalkan Doa Ini agar Hati Tenang Sebelum Membuka Hasil

Saat dinyatakan lolos, momen tersebut menjadi bentuk kebahagiaan sekaligus nikmat yang patut disyukuri.

Bagi umat Islam, salah satu cara mensyukuri nikmat tersebut adalah dengan melaksanakan sujud syukur sesuai tuntunan sunnah.

Baca juga: Bacaan Sujud Tilawah Lengkap: Doa, Tata Cara dan Keutamaannya Lengkap

Pengertian dan Hukum Sujud Syukur

Dikutip dari buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII oleh H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah (Bumi Aksara), sujud syukur adalah sujud yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Sujud syukur dapat dilakukan saat mendapat nikmat termasuk saat menerima kabar baik seperti lolos SNBP.

Hukum melaksanakan sujud syukur adalah sunnah dan dilakukan satu kali di luar shalat.

Syarat Sujud Syukur

Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa syarat yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Suci dari hadas dan najis, baik badan, pakaian, maupun tempat.
  • Menghadap kiblat.
  • Menutup aurat.

Tata Cara Sujud Syukur

Sujud syukur dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Berwudhu terlebih dahulu.
  • Berdiri menghadap kiblat.
  • Membaca niat sujud syukur.
  • Melakukan takbiratul ihram.
  • Melakukan sujud satu kali.
  • Membaca doa sujud syukur saat posisi sujud.
  • Duduk seperti di antara dua sujud.
  • Mengucapkan salam.

Bacaan Doa Sujud Syukur

Saat sujud syukur, dianjurkan membaca doa berikut:

Teks Arab

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Teks Latin: "Sajada wajhiya lilladzi khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu tabārakallāhu ahsanul khāliqīn."

Artinya: Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang membentuknya, yang membentuk pendengaran dan penglihatannya. Mahasuci Allah sebaik-baik pencipta. (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

Selain itu, dapat pula membaca doa berikut:

Teks Arab

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Teks Latin: "Subhānakallāhumma rabbana wa bihamdika, allāhumma-ghfir lī."

Artinya: Mahasuci Engkau ya Allah, Tuhan kami, lagi Maha Terpuji, ampunilah aku.

Dalil Sujud Syukur

Sujud syukur juga memiliki dasar dari hadis Nabi Muhammad SAW, di antaranya:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَجَدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَطَالَ السُّجُودَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَالَ: إِنَّ جِبْرِيلَ أَتَانِي فَبَشَّرَنِي، فَسَجَدْتُ لِلَّهِ شُكْرًا.

Teks Latin: ‘An ‘Abdirrahmanibni ‘Auf radhiyallahu ‘anhu qāla: sajada rasūlullāhi shallallāhu ‘alaihi wa sallam fa athālas sujūda, tsumma rafa‘a ra’sahu, faqāla: inna Jibrīla atānī fa basysyarani, fasajadtu lillāhi syukran.

Artinya: Diriwayatkan dari Abdurrahman bin ‘Auf RA, ia berkata: Rasulullah SAW pernah sujud dan memperlama sujudnya, kemudian beliau mengangkat kepalanya, lalu bersabda: “Sesungguhnya Jibril datang kepadaku dan memberi kabar gembira kepadaku, maka aku pun sujud kepada Allah sebagai ungkapan syukur kepada Allah.” (HR. Ahmad)

Hadis lainnya yang menyebut tentang sujud syukur yaitu:

عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرٌ يُسَرُّ بِهِ أَوْ يُسَرُّ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شُكْرًا لِلَّهِ تَعَالَى

Teks Latin: ‘An Abī Bakrata anna an-nabiyya shallallāhu ‘alaihi wa sallam kāna idzā atāhu amrun yasurruhu aw yusarru bihi kharra sājidan syukran lillāhi ta‘ālā. (HR. Ibnu Majah)

Artinya: Dari Abu Bakrah, sesungguhnya Nabi SAW apabila mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau diberi kabar yang menggembirakan, beliau segera bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah Ta’ala. (HR. Ibnu Majah)

Sujud syukur menjadi salah satu bentuk ibadah sunnah untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Allah SWT atas nikmat yang diterima.

Dengan memahami tata cara dan bacaannya, sujud syukur dapat dilakukan dengan benar saat memperoleh kabar baik seperti lolos SNBP 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Jadwal Lengkap Keberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Biaya Haji Lokal Sulut Naik Jadi Rp 5 Juta Per Jemaah, Dibiayai APBD
Aktual
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Kisah Harsono, Jemaah Haji Tertua Karanganyar yang Berangkat dari Menabung Hasil Tani dan Ternak
Aktual
 Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Petugas Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Arab Saudi untuk Siapkan Layanan Jamaah Haji 2026
Aktual
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
460 Petugas Haji RI Lebih Dulu Terbang ke Madinah, Siap Layani Jemaah Selama 77 Hari
Aktual
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Haji 2026 Dimulai 18 April, Jemaah Indonesia Masuk Gelombang Awal
Aktual
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Polisi di Banyuwangi Diminta Jaga Wudhu dan Shalat: Integritas Dimulai dari Kesucian Diri
Aktual
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Batal ke Makkah, Tapi Justru Dapat Predikat Haji Mabrur dari Allah
Aktual
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Badai Petir Landa Saudi, NCM Peringatkan Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Pekan
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Kisah Jemaah Haji Termuda RI Asal Pontianak, Berangkat di Usia 13 tahun untuk Doakan Mendiang Ibu
Aktual
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Kisah Jemaah Haji Termuda Banjarmasin, Bisa Berangkat 20 Lebih Cepat dan Menjemput Panggilan di Usia 17 Tahun
Aktual
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Ini Jadwal Asrama Haji 2026: Kegiatan hingga Larangan Jemaah
Aktual
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Kisah Kakek Usia 103 Tahun yang Jadi Jemaah Haji Tertua DIY, Berangkat untuk Tunaikan Wasiat Istri
Aktual
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Belum Aqiqah Tapi Mau Kurban, Apakah Sah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Boleh Kurban Atas Nama Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com