KOMPAS.com – Menjelang tidur, banyak orang menganggapnya sekadar rutinitas melepas lelah setelah aktivitas panjang.
Padahal dalam ajaran Islam, momen sebelum terlelap justru menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di sinilah doa sebelum tidur memiliki makna yang lebih dalam—bukan hanya sebagai penutup hari, tetapi juga sebagai bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta.
Dalam kondisi paling lemah, saat manusia tidak lagi sadar sepenuhnya, seorang Muslim diajarkan untuk tetap mengingat Allah.
Lantas, bagaimana bacaan doa sebelum tidur yang diajarkan Rasulullah SAW? Dan apa saja amalan yang dianjurkan agar tidur bernilai ibadah?
Baca juga: Bacaan Doa Pagi Rasulullah SAW Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Dalam berbagai literatur keislaman, doa disebut sebagai inti dari ibadah. Hal ini juga dijelaskan dalam buku Jangan Pernah Bosan Berdoa karya Risyad Bay, bahwa doa merupakan bentuk pengakuan atas keterbatasan manusia sekaligus wujud ketergantungan kepada Allah SWT.
Ketika seseorang berdoa sebelum tidur, ia sejatinya sedang menyerahkan hidup dan matinya kepada Allah.
Tidur dalam Islam bahkan kerap diibaratkan sebagai “kematian sementara”, sehingga doa menjadi bentuk perlindungan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Rasulullah SAW sendiri, meski telah dijamin keselamatannya oleh Allah, tetap konsisten berdoa dalam setiap kondisi.
Ini menjadi teladan bahwa tidak ada kebutuhan yang terlalu kecil untuk dipanjatkan kepada Allah.
Baca juga: 5 Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap Arab, Latin, dan Artinya: Amalan Harian Penuh Makna
Salah satu doa yang paling sederhana namun penuh makna diriwayatkan dalam hadits shahih:
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
Bismika Allāhumma amūtu wa ahyā
Artinya: “Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam buku 50 Doa Harian Anak Muslim Cerdas karya Muhammad Bayu dijelaskan bahwa doa ini mengandung makna tauhid yang kuat, yaitu kesadaran bahwa hidup dan mati sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT.
Membaca doa ini sebelum tidur juga memberikan ketenangan batin, karena seseorang menyadari bahwa dirinya berada dalam penjagaan Allah.
Selain membaca doa, Rasulullah SAW juga mencontohkan sejumlah amalan sunnah sebelum tidur.
Amalan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki dampak spiritual dan psikologis yang besar.
Dalam buku Setetes Embun Hikmah karya Muhammad Arham disebutkan bahwa rutinitas sebelum tidur yang dicontohkan Rasulullah merupakan cara untuk menjaga hati tetap hidup dalam zikir.
Rasulullah menganjurkan umatnya untuk tidur dalam keadaan suci. Dalam banyak hadits disebutkan bahwa orang yang tidur dalam keadaan berwudu akan dijaga oleh malaikat sepanjang malam.
Beliau juga mencontohkan untuk mengibaskan tempat tidur sebelum digunakan, sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus menjaga kebersihan.
Ayat Kursi dikenal sebagai ayat perlindungan. Dalam hadits disebutkan bahwa siapa yang membacanya sebelum tidur akan dijaga dari gangguan setan hingga pagi hari.
Ketiga surah ini sering disebut sebagai Al-Mu’awwidzat, yaitu surah perlindungan. Rasulullah membaca dan meniupkannya ke telapak tangan, lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh.
Baca juga: 7 Doa Sebelum Ujian agar Lancar, Mudah Ingat, dan Hasil Terbaik
Dalam riwayat yang dikutip dari buku Jangan Pernah Bosan Berdoa karya Risyad Bay, Rasulullah SAW pernah memberikan nasihat kepada putrinya, Fatimah Az-Zahra, tentang amalan sebelum tidur.
Awalnya, nasihat tersebut terdengar berat, seperti mengkhatamkan Al-Qur’an atau melakukan haji. Namun Rasulullah menjelaskan bahwa semua itu dapat dilakukan dengan amalan sederhana:
Amalan ini memiliki keutamaan besar, bahkan disebut sebanding dengan membaca sepertiga Al-Qur’an.
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ
Qul huwallāhu aḥad
Artinya: Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa.
ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ
Allāhuṣ-ṣamad
Artinya: Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
Lam yalid wa lam yụlad
Artinya: Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ
Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
Artinya: Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Allaahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad."
Sholawat menjadi sebab turunnya rahmat dan syafaat Nabi.
Doa ini mencerminkan kepedulian sosial dalam Islam, sekaligus memperluas pahala.
Berikut adalah bacaan zikir yang dimaksud:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhānallāh walhamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
Zikir ini menjadi rangkaian pujian kepada Allah yang sangat dianjurkan sebelum tidur.
Baca juga: Doa Jumat Pagi Penuh Makna: Memohon Keteguhan Iman dan Rahmat Allah di Hari Mulia
Dalam buku Psikologi Ibadah karya Prof. Dr. Zakiah Daradjat dijelaskan bahwa aktivitas spiritual sebelum tidur dapat membantu menenangkan pikiran, mengurangi kecemasan, serta meningkatkan kualitas tidur.
Dari sisi keimanan, amalan ini juga menjadi cara menjaga hati agar tetap terhubung dengan Allah, bahkan saat tubuh sedang beristirahat.
Tidur sering dianggap sebagai aktivitas pasif, padahal dalam Islam ia bisa bernilai ibadah jika diawali dengan niat dan amalan yang benar.
Doa dan zikir sebelum tidur bukan sekadar rutinitas, melainkan cara untuk menutup hari dengan penuh kesadaran spiritual.
Dengan mengamalkan doa serta sunnah Rasulullah sebelum tidur, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan ketenangan, tetapi juga perlindungan dan pahala.
Pada akhirnya, tidur bukan lagi sekadar istirahat, melainkan bagian dari perjalanan menuju kedekatan dengan Allah SWT.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang