Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khasiat Air Zamzam dan Kesalahan saat Meminumnya yang Perlu Dihindari

Kompas.com, 31 Maret 2026, 19:37 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Air zamzam dikenal sebagai air suci yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam.

Secara bahasa, zamzam berarti melimpah atau banyak. Nama ini menggambarkan sumber air yang tidak pernah kering meski digunakan oleh jutaan jamaah setiap tahun.

Air ini menjadi buruan umat Muslim saat menunaikan ibadah haji maupun umrah karena diyakini membawa keberkahan.

Baca juga: Alasan Warga Beli Air Zamzam di Tanah Abang: Dari Oleh-oleh hingga Konsumsi Pribadi

Selain itu, air zamzam juga disebut memiliki khasiat bagi kesehatan dan spiritual. Namun, masih banyak yang belum memahami adab serta kesalahan saat meminumnya.

Dilansir dari laman Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), disebutkan dalam salah satu riwayat dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik air di muka bumi ialah air zamzam. Air zamzam merupakan makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit." (HR dari Ibnu Abbas).

Baca juga: Alasan Warga Beli Air Zamzam di Tanah Abang: Dari Oleh-oleh hingga Konsumsi Pribadi

Asal-usul Air Zamzam

Sejarah kemunculan air zamzam berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS.

Saat itu, Nabi Ibrahim menerima perintah Allah SWT untuk meninggalkan istri dan anaknya di wilayah gersang dekat Ka’bah.

Di tengah kondisi panas dan kekurangan bekal, Siti Hajar berusaha mencari air dengan berlari antara Bukit Safa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Peristiwa ini kemudian menjadi dasar pelaksanaan ibadah sa’i dalam haji dan umrah.

Atas izin Allah SWT, dari hentakan kaki Nabi Ismail AS yang masih kecil, muncullah sumber air yang terus mengalir hingga kini dan dikenal sebagai air zamzam.

Doa Minum Air Zamzam

Membaca doa saat meminum air zamzam menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam.

Doa ini dipanjatkan sebagai bentuk harapan agar air zamzam membawa keberkahan, manfaat, serta menjadi wasilah terkabulnya permohonan kepada Allah SWT.

Selain itu, doa juga menjadi wujud niat baik agar setiap tegukan air zamzam bernilai ibadah dan memberikan kebaikan bagi kehidupan dunia maupun akhirat.

Dikutip dari Buku Paket Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan Kemenag, berikut bacaan doa minum air zamzam:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَمٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Latin: Allahumma inni as’aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an, wa syifaa’an min kulli daa’in wa saqamin birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, serta kesembuhan dari segala penyakit dan kepedihan, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih di antara para pengasih."

Anjuran membaca doa saat meminum air zamzam dijelaskan sebagaimana hadis berikut:

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

Artinya: "Air zamzam sesuai dengan apa yang diniatkan peminumnya." (HR Ibnu Majah)

Kardus berisi air zamzam di AHES, Selasa (20/5/2025).DOKUMEN/AHES Kardus berisi air zamzam di AHES, Selasa (20/5/2025).

Keajaiban dan Khasiat Air Zamzam

Air zamzam memiliki nilai spiritual tinggi dalam Islam. Selain berasal dari mukjizat Allah SWT, air ini juga memiliki berbagai keutamaan yang disebutkan dalam hadis.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ

Artinya: "Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zam zam. Air tersebut bisa menjadi makanan yang mengenyangkan dan bisa sebagai obat penyakit." (HR Muslim).

Air zamzam juga disebut pernah digunakan oleh Malaikat Jibril untuk membersihkan dada Nabi Muhammad SAW sebelum menerima wahyu.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari disebutkan: “Atap rumahku terbuka –saat aku di Makkah- Jibril as. lalu turun dan membuka dadaku. Kemudian ia membersihkan dadaku dengan air zamzam. Lalu, ia membawa baskom emas yang penuh hikmah dan iman. Setelah itu, ia meraih tanganku dan mengajakku naik ke langit yang bawah,”.

Selain itu, Rasulullah SAW juga pernah menggunakan air zamzam sebagai sarana pengobatan:

حَمَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الأَدَاوَى وَالْقِرَبِ وَكَانَ يَصُبُّ عَلَى الْمَرْضَى وَيَسْقِيهِمْ

Artinya: "Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam pernah membawa air zam-zam dalam botol atau tempat air. Ada orang yang tertimpa sakit, kemudian beliau menyembuhkan dengan air zam-zam." (HR Al Baihaqy).

Kesalahan saat Minum Air Zamzam

Dikutip dari laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), agar manfaat air zamzam lebih optimal, terdapat sejumlah kesalahan yang perlu dihindari:

1. Minum sambil berdiri

Dalam buku Bekal Haji karya Ustadz Firanda Andirja dijelaskan bahwa adab minum yang utama adalah dalam posisi duduk. Meskipun Rasulullah SAW pernah minum zamzam sambil berdiri, hal tersebut bersifat boleh, bukan anjuran.

2. Mengusap air ke bagian tubuh yang sakit

Sebagian orang mengusapkan air zamzam ke bagian tubuh tertentu. Padahal, pengobatan dengan air zamzam dilakukan dengan cara diminum sambil berniat sebagai penyembuh.

3. Tidak membaca doa dan niat

Banyak yang langsung meminum air zamzam tanpa doa. Padahal Rasulullah SAW bersabda bahwa manfaat air zamzam bergantung pada niat peminumnya.

4. Mengabaikan kebersihan wadah

Penggunaan wadah yang tidak bersih dapat merusak kualitas air zamzam. Karena itu, penting memastikan wadah tetap higienis.

5. Minum secara berlebihan

Mengonsumsi air zamzam dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Islam juga melarang sikap berlebih-lebihan sebagaimana dalam firman Allah SWT:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."

Ilustrasi jemaah minum air zamzam yang disediakan.Pexels/Fahad Puthawala Ilustrasi jemaah minum air zamzam yang disediakan.

Keutamaan Air Zamzam

Air Zamzam kerap disebut sebagai air terbaik di muka bumi dan bisa langsung dikonsumsi meski tidak dimasak terlebih dahulu. Berikut sejumlah keutamaan air zamzam:

1. Sumber air yang tidak pernah kering

Sumur zamzam telah mengalir selama ribuan tahun tanpa henti meskipun digunakan oleh jutaan orang setiap tahun.

2. Penuh keberkahan dan mengenyangkan

Air zamzam disebut sebagai air terbaik di muka bumi yang dapat mengenyangkan dan membawa keberkahan bagi yang meminumnya.

3. Memiliki khasiat penyembuhan

Air zamzam diyakini dapat membantu menyembuhkan penyakit, baik secara fisik maupun spiritual.

4. Doa berpeluang dikabulkan

Doa yang dipanjatkan saat meminum air zamzam diyakini memiliki keutamaan untuk dikabulkan, sesuai dengan niat peminumnya.

Air zamzam bukan sekadar air biasa, tetapi memiliki nilai spiritual dan sejarah yang mendalam dalam Islam.

Dengan memahami adab serta menghindari kesalahan saat meminumnya, umat Muslim dapat memperoleh manfaat yang lebih optimal dari air yang penuh keberkahan ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Prabowo Targetkan Renovasi Sekolah dan Pesantren, 2.120 Madrasah Diusulkan Direvitalisasi
Prabowo Targetkan Renovasi Sekolah dan Pesantren, 2.120 Madrasah Diusulkan Direvitalisasi
Aktual
Maknai HUT ke-81 RI, Pegawai Lintas Agama Kemenag Bersihkan Masjid
Maknai HUT ke-81 RI, Pegawai Lintas Agama Kemenag Bersihkan Masjid
Aktual
Di Tengah Gempuran Gawai, Mengapa Anak Tetap Perlu Bermain? Ini Pandangan Islam
Di Tengah Gempuran Gawai, Mengapa Anak Tetap Perlu Bermain? Ini Pandangan Islam
Aktual
Kisah Bencana yang Diungkap dalam Al-Quran dan Hadis, dari Banjir hingga Wabah
Kisah Bencana yang Diungkap dalam Al-Quran dan Hadis, dari Banjir hingga Wabah
Aktual
Peristiwa Rabiul Awal: Mengenang Momen Rasulullah Lahir hingga Wafat
Peristiwa Rabiul Awal: Mengenang Momen Rasulullah Lahir hingga Wafat
Aktual
Doa Upacara 17 Agustus 2026, Teks Lengkap untuk Peringatan HUT ke-81 RI
Doa Upacara 17 Agustus 2026, Teks Lengkap untuk Peringatan HUT ke-81 RI
Doa dan Niat
Nama dan Gelar Nabi Muhammad SAW Beserta Maknanya
Nama dan Gelar Nabi Muhammad SAW Beserta Maknanya
Aktual
Menjawab Mitos Larangan Menikah di Bulan Rabiul Awal, Ini Hukum Islam dan Penjelasannya
Menjawab Mitos Larangan Menikah di Bulan Rabiul Awal, Ini Hukum Islam dan Penjelasannya
Aktual
Kisah Pemuda Pendosa yang Dimuliakan karena Cinta kepada Nabi Muhammad SAW
Kisah Pemuda Pendosa yang Dimuliakan karena Cinta kepada Nabi Muhammad SAW
Aktual
Apa Itu Sutrah dalam Shalat? Kenali Fungsi dan Hukumnya Menggunakannya
Apa Itu Sutrah dalam Shalat? Kenali Fungsi dan Hukumnya Menggunakannya
Aktual
Hukum Imam Salat Sambil Duduk, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Hukum Imam Salat Sambil Duduk, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Daun Sirih Disulap Jadi Sabun, Cara Mahasiswa Muhammadiyah Ajari Siswa Hidup Bersih
Daun Sirih Disulap Jadi Sabun, Cara Mahasiswa Muhammadiyah Ajari Siswa Hidup Bersih
Aktual
Jelang Muktamar NU, Ali Masykur Musa: Semangat Kebangsaan Tak Boleh Luntur
Jelang Muktamar NU, Ali Masykur Musa: Semangat Kebangsaan Tak Boleh Luntur
Aktual
Jangan Jegal Gus Yahya dan Gus Salam dengan Tafsir Aturan
Jangan Jegal Gus Yahya dan Gus Salam dengan Tafsir Aturan
Aktual
Dari Iqra hingga Jurnalisme, Haedar Nashir: Islam Punya Tradisi Literasi yang Kuat
Dari Iqra hingga Jurnalisme, Haedar Nashir: Islam Punya Tradisi Literasi yang Kuat
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar