KOMPAS.com - Langit Kota Suci Makkah tampak berbeda ketika malam mulai turun menjelang masuknya bulan Zulhijah 1447 Hijriah.
Dari puncak menara jam ikonik Abraj Al Bait atau Makkah Clock Tower, cahaya hijau terang memancar ke langit dan menarik perhatian ribuan jamaah di sekitar Masjidil Haram pada Minggu (17/5/2026).
Fenomena ini bukan sekadar pencahayaan biasa. Di Arab Saudi, sorotan cahaya hijau dari Makkah Clock Tower telah lama dikenal sebagai penanda masuknya bulan baru Hijriah, termasuk awal Zulhijah yang menjadi tanda dimulainya musim puncak ibadah haji.
Dilansir dari Saudi Gazette , sistem pencahayaan di menara jam terbesar di dunia itu memang dirancang menjadi simbol visual penting bagi masyarakat Muslim di Makkah.
Baca juga: Doa Ketika di Armuzna Lengkap: Arab, Latin, & Arti saat Puncak Haji
Sorotan cahaya hijau terlihat menyala saat matahari terbenam atau menjelang Maghrib. Dalam kalender Hijriah, pergantian hari dimulai sejak terbenamnya matahari, sehingga momen penyalaan lampu menjadi simbol masuknya tanggal baru dalam kalender Islam.
Media internasional Khaleej Times pernah melaporkan bahwa cahaya hijau Makkah Clock Tower digunakan untuk menandai masuknya bulan Zulhijah dan mendekatnya Hari Arafah serta Idul Adha.
Pancaran cahaya hijau dari menara jam juga menjadi simbol dimulainya bulan terakhir dalam kalender Hijriah.
Bagi jamaah haji, momen ini memiliki makna emosional tersendiri. Cahaya tersebut menjadi pengingat bahwa fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina semakin dekat.
Baca juga: Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Bayar Dam lewat Jalur Resmi, Waspada Penipuan
Sinar hijau dari Menara Jam Makkah bekerja layaknya beacon atau suar raksasa yang terlihat dari berbagai penjuru Kota Makkah.
Menurut Khaleej Times, sistem pencahayaan ini memang digunakan untuk membantu menandai momentum-momentum besar dalam kalender Islam secara visual.
Tidak hanya awal Dzulhijjah, lampu hijau dan putih di Clock Tower juga digunakan saat:
Oleh karena itu, keberadaan cahaya hijau tersebut sangat identik dengan suasana religius di Kota Suci Makkah.
Keindahan pencahayaan Makkah Clock Tower ternyata didukung teknologi modern berkapasitas besar.
Menara ini dilengkapi sekitar dua juta lampu LED berwarna hijau dan putih yang terintegrasi dengan sistem pencahayaan digital berdaya tinggi.
Sementara pancaran cahaya vertikal ke langit menggunakan teknologi laser khusus yang dapat terlihat hingga radius belasan kilometer dari kawasan Masjidil Haram.
Selain itu, simbol bulan sabit raksasa di puncak menara juga akan menyala bersamaan dengan seluruh sistem pencahayaan utama sehingga menciptakan efek visual dramatis di langit Makkah.
Baca juga: Jelang Puncak Haji, Musyrif Diny Imbau Jemaah Jangan “Aji Mumpung”
Tak hanya saat musim haji, lampu di Menara Jam Makkah juga berfungsi sebagai penanda masuknya waktu shalat lima waktu.
Dalam beberapa momen tertentu, pencahayaan akan berubah warna atau berkedip sebagai pengingat visual bagi jamaah di sekitar Masjidil Haram.
Di bagian atas menara juga terdapat lafaz Allah berukuran besar yang diterangi cahaya kuat dan terlihat dari kejauhan, terutama pada malam hari.
Arab Saudi terus melakukan modernisasi layanan haji melalui program Vision 2030, mulai dari digitalisasi layanan jamaah, transportasi pintar, hingga pengaturan kerumunan berbasis AI.
Namun di tengah modernisasi tersebut, simbol-simbol spiritual seperti cahaya hijau di Clock Tower tetap dipertahankan karena telah menjadi bagian dari identitas religius Kota Makkah.
Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif dijelaskan bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah termasuk waktu paling utama untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh.
Oleh karena itu, bagi banyak umat Islam, pancaran cahaya hijau di langit Makkah bukan hanya pertanda pergantian bulan, tetapi juga simbol dimulainya perjalanan spiritual terbesar umat Islam setiap tahun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang