Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Debarkasi Haji YIA Siap Terapkan Kepulangan Jemaah Tanpa Melalui Asrama

Kompas.com, 29 Mei 2026, 15:29 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Debarkasi Haji di Yogyakarta International Airport (YIA), Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap melayani kepulangan perdana jemaah haji tanpa melalui asrama pada Selasa (2/6/2026).

Konsep pelayanan ini menjadi model baru dalam sistem debarkasi haji di Indonesia dengan proses kepulangan langsung dari bandara menuju daerah asal jemaah.

Berbagai fasilitas pendukung serta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah disiagakan untuk memastikan proses kepulangan berjalan lancar.

Baca juga: Wamenag Puji Penyelenggaraan Haji 2026 yang Dinilai Alami Lompatan Layanan

Skema tersebut dinilai lebih efektif karena memangkas perpindahan lokasi dan memudahkan jemaah setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.

Pelaksana tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Silvia Rosetti di Kulon Progo, Senin, mengatakan sistem debarkasi di YIA mengadopsi model embarkasi berbasis hotel yang pertama kali diterapkan di Indonesia.

Baca juga: Puncak Haji 2026, Ambulans Udara Disiagakan untuk Kondisi Darurat

Berbeda dengan debarkasi di daerah lain, Debarkasi YIA menerapkan konsep pelayanan kepulangan langsung di bandara tanpa mengharuskan jemaah haji menuju asrama terlebih dahulu.

"Nanti turun dari pesawat langsung masuk ke bandara, ada ruangan di bandara yang kita siapkan untuk pemeriksaan kesehatan, dokumen, hingga proses kepulangan ke daerah asal," kata Silvia.

Jemaah Langsung Dipulangkan dari Bandara

Silvia menjelaskan setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan penyerahan dokumen perjalanan, jemaah haji akan diarahkan menuju ruang pembacaan doa sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Setelah itu, jemaah dapat langsung menuju bus yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah masing-masing untuk kembali ke daerah asal.

Menurut dia, pola debarkasi seperti ini dinilai lebih efektif karena mempersingkat alur pelayanan dan meminimalkan perpindahan lokasi bagi jemaah haji.

Fasilitas Pemeriksaan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

Untuk mendukung kelancaran proses debarkasi, pihak bandara telah menyiapkan sejumlah fasilitas pemeriksaan, mulai dari pengecekan suhu tubuh, administrasi keimigrasian seperti paspor dan dokumen perjalanan, hingga pengisian kartu kewaspadaan kesehatan.

Silvia menambahkan, PPIH juga menyiapkan sistem rujukan apabila ditemukan jemaah haji yang sakit atau membutuhkan penanganan medis darurat.

Rujukan akan dilakukan ke fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas Temon atau RSUD Wates.

"Namun, jika kondisi kesehatan jemaah dapat ditangani dengan baik oleh tim medis di Bandara YIA, tidak perlu dirujuk," katanya.

Jalur Kedatangan dan Penanganan Bagasi Diatur Khusus

Untuk menghindari kepadatan di terminal kedatangan reguler, alur pergerakan jemaah haji setibanya di Bandara YIA akan diarahkan melalui apron bandara, serupa dengan jalur keberangkatan.

Mekanisme tersebut diterapkan agar proses penjemputan jemaah haji tidak mengganggu arus lalu lintas penumpang umum.

Sementara itu, untuk penanganan logistik, PPIH juga telah menyiapkan tenaga pendukung khusus untuk membantu proses pengangkutan bagasi jemaah haji.

"Untuk pengambilan bagasi sudah kita siapkan juga tenaga pendukungnya, untuk angkut-angkut," kata Silvia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jamaah Haji Diimabu Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul
Jamaah Haji Diimabu Tidak Berbagi Alat Cukur saat Tahalul
Aktual
Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Musyrif Diny: Mina Jadi Madrasah Kesabaran dan Dzikir bagi Jamaah Haji di Hari Tasyrik
Aktual
Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina
Inspektorat Kemenhaj Perketat Pengawasan Layanan Jemaah Haji di Mina
Aktual
Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026
Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Makassar Tiba 1 Juni 2026
Aktual
PPIH: Sebagian Jamaah Haji Kloter 8 PLM Asal Babel Mulai Tinggalkan Mina
PPIH: Sebagian Jamaah Haji Kloter 8 PLM Asal Babel Mulai Tinggalkan Mina
Aktual
Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY
Sapi Kurban Jumbo di Sleman Hasilkan 700 Kilogram Daging, Dibagikan hingga Luar DIY
Aktual
Penggunaan APBN untuk Pembelian Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah untuk Kepentingan Rakyat
Penggunaan APBN untuk Pembelian Hewan Kurban Presiden Dinilai Sah untuk Kepentingan Rakyat
Aktual
Tanpa Meritokrasi di NU, Gus Yahya: Semua Orang Bisa Lompat ke Puncak
Tanpa Meritokrasi di NU, Gus Yahya: Semua Orang Bisa Lompat ke Puncak
Aktual
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban dalam Islam, Boleh atau Haram?
Hukum Menjual Kulit Hewan Kurban dalam Islam, Boleh atau Haram?
Aktual
Indef: Transaksi Hewan Kurban Berdampak Positif bagi Peternak dan Ekonomi
Indef: Transaksi Hewan Kurban Berdampak Positif bagi Peternak dan Ekonomi
Aktual
Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026
Dimulai Setelah Hari Tasyrik, Ini Jadwal Kepulangan Jemaah Haji 2026
Aktual
Bukan Hari Biasa, Ini 7 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat
Bukan Hari Biasa, Ini 7 Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat
Aktual
BPJPH Tegaskan Sistem Jaminan Produk Halal Penting untuk Operasional SPPG
BPJPH Tegaskan Sistem Jaminan Produk Halal Penting untuk Operasional SPPG
Aktual
Jemaah Haji Tak Dapat Tenda di Mina? Wamenhaj: Ada Selisih Data Syarikah
Jemaah Haji Tak Dapat Tenda di Mina? Wamenhaj: Ada Selisih Data Syarikah
Aktual
Respons Darurat di Mina, Kemenhaj Sebar Posko Mobile Crisis Rescue
Respons Darurat di Mina, Kemenhaj Sebar Posko Mobile Crisis Rescue
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com