Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Masuk Tahap AKAP, Ribuan Peserta Bersiap Ikuti Tes 28 Juni

Kompas.com, 27 Juni 2026, 15:54 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com – Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) memasuki tahapan penting.

Setelah proses seleksi administrasi dan masa sanggah selesai, ribuan peserta kini bersiap mengikuti Asesmen Kapasitas Akademik dan Psikologi (AKAP) yang akan digelar secara serentak pada 28 Juni 2026.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Ruchman Basori, memastikan seluruh proses seleksi berjalan sesuai prinsip profesional, transparan, dan akuntabel.

"Alhamdulillah, seluruh rangkaian seleksi berjalan objektif dan tepat waktu sebagaimana yang telah ditetapkan dalam jadwal resmi Booklet BIB 2026," ujar Ruchman di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Program hasil kolaborasi Kementerian Agama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan itu kembali mendapat sambutan besar dari masyarakat. Tahun ini jumlah pendaftar mencapai 12.696 orang untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.

Baca juga: Bina Insan Mulia Pecahkan Rekor Nasional, 32 Santri Raih Beasiswa Kerajaan Maroko

Sebagai bentuk keterbukaan, Kemenag juga memberikan kesempatan kepada peserta yang belum lolos administrasi untuk mengajukan sanggahan pada 17–18 Juni 2026.
AKAP Digelar dengan Sistem CBT

Tahap AKAP atau yang juga dikenal sebagai Tes Bakat Skolastik (TBS) akan dilaksanakan menggunakan metode Computer Based Test (CBT) di lokasi masing-masing peserta.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, Puspenma menggelar simulasi ujian pada 26–27 Juni 2026.

Ruchman mengimbau seluruh peserta segera memastikan kesiapan perangkat yang akan digunakan saat ujian, mulai dari laptop atau komputer, telepon pintar, hingga aplikasi Ruang Ujian CBT yang wajib telah terpasang.

"Simulasi ini krusial untuk memastikan seluruh peserta terbiasa dengan platform ujian sehingga meminimalisir kendala teknis saat hari pelaksanaan," jelas alumnus UIN Walisongo Semarang tersebut.

Adapun jadwal simulasi dibagi menjadi dua kelompok.

Pada 26 Juni 2026, simulasi diperuntukkan bagi peserta Beasiswa S1 Santri dan S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Sementara 27 Juni 2026, simulasi diikuti peserta program Akselerasi S1 ke S2, Akselerasi S2 ke S3, Double Degree, Beasiswa Pesantren S2 dan S3, serta Beasiswa Unggulan Keagamaan.

Antusiasme Peserta Terus Meningkat

Ruchman mengatakan Beasiswa Indonesia Bangkit terus menjadi salah satu program strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Sejak diluncurkan pada 2022, program ini telah memberikan manfaat kepada 39.371 penerima hingga Juni 2025. Jumlah tersebut terdiri atas 8.707 penerima beasiswa program gelar (degree) dan 30.654 penerima program non-gelar.

Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat enam kategori beasiswa yang dibuka, yakni:

  • Beasiswa Unggulan Keagamaan;
  • Beasiswa Pesantren;
  • Double Degree;
  • Program Akselerasi;
  • Beasiswa Targetted; dan
  • Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP) S2 dan S3.

Menurut Ruchman, seluruh tahapan seleksi dirancang untuk menjaring calon penerima beasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga memiliki komitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca juga: PP Muhammadiyah Tambah 10 Kuota Beasiswa Al-Azhar Kairo Tahun 2026

"Kami berharap proses seleksi ini mampu menyaring putra-putri terbaik bangsa yang nantinya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi nyata bagi masyarakat luas di berbagai sektor kehidupan," pungkasnya.

Beasiswa Indonesia Bangkit merupakan program kolaborasi Kementerian Agama dan LPDP yang bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul di bidang keagamaan, pendidikan, dan berbagai sektor strategis lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Masuk Tahap AKAP, Ribuan Peserta Bersiap Ikuti Tes 28 Juni
Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Masuk Tahap AKAP, Ribuan Peserta Bersiap Ikuti Tes 28 Juni
Aktual
MTQ Nasional 2026 Akan Libatkan Penyandang Disabilitas Sensorik
MTQ Nasional 2026 Akan Libatkan Penyandang Disabilitas Sensorik
Aktual
Ternyata Olahan Nugget Belum Tentu Halal, Ini Titik Kritis yang Perlu Diperhatikan
Ternyata Olahan Nugget Belum Tentu Halal, Ini Titik Kritis yang Perlu Diperhatikan
Aktual
Shalat Tahiyyatul Masjid Disunnahkan, Kecuali dalam Keadaan Ini
Shalat Tahiyyatul Masjid Disunnahkan, Kecuali dalam Keadaan Ini
Aktual
Mulai 1 Juli 2026 Jamaah Umrah dan Haji Khusus Diberangkatkan Lewat Terminal 2F Soekarno-Hatta
Mulai 1 Juli 2026 Jamaah Umrah dan Haji Khusus Diberangkatkan Lewat Terminal 2F Soekarno-Hatta
Aktual
Berkunjung ke Masjid Khandaq, Saksi Bisu Perjuangan Rasulullah dan Sahabat Saat Perang Khandaq
Berkunjung ke Masjid Khandaq, Saksi Bisu Perjuangan Rasulullah dan Sahabat Saat Perang Khandaq
Aktual
Napak Tilas Jannatul Baqi, Makam Bersahaja Para Sahabat Nabi di Sisi Timur Nabawi
Napak Tilas Jannatul Baqi, Makam Bersahaja Para Sahabat Nabi di Sisi Timur Nabawi
Aktual
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dibuka, UIN Sunan Kudus Jadi Pusat Konsolidasi Ilmuwan NU
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dibuka, UIN Sunan Kudus Jadi Pusat Konsolidasi Ilmuwan NU
Aktual
Al-Quran Fushshilat 34: Redam Benci, Ubah Musuh Jadi Sahabat Sejati
Al-Quran Fushshilat 34: Redam Benci, Ubah Musuh Jadi Sahabat Sejati
Aktual
Surah Asy-Syura Ayat 40: Antara Keadilan Qishash dan Indahnya Pintu Maaf
Surah Asy-Syura Ayat 40: Antara Keadilan Qishash dan Indahnya Pintu Maaf
Aktual
Doa Taubat dan Memohon Ampunan kepada Allah SWT, Lengkap dengan Arab dan Artinya
Doa Taubat dan Memohon Ampunan kepada Allah SWT, Lengkap dengan Arab dan Artinya
Doa dan Niat
Hukum Mengirim Stiker Doa di WhatsApp, Apakah Bernilai Ibadah? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Mengirim Stiker Doa di WhatsApp, Apakah Bernilai Ibadah? Ini Penjelasan Ulama
Doa dan Niat
Tak Bisa Puasa Asyura karena Haid? Muslimah Tetap Bisa Raih Keutamaannya dengan 4 Amalan Ini
Tak Bisa Puasa Asyura karena Haid? Muslimah Tetap Bisa Raih Keutamaannya dengan 4 Amalan Ini
Aktual
Hukum Mengonsumsi Obat Mengandung Alkohol Menurut Islam, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan MUI
Hukum Mengonsumsi Obat Mengandung Alkohol Menurut Islam, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan MUI
Aktual
359 Jamaah Haji Kloter 16 Debarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air
359 Jamaah Haji Kloter 16 Debarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com