Editor
KOMPAS.com – Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) memasuki tahapan penting.
Setelah proses seleksi administrasi dan masa sanggah selesai, ribuan peserta kini bersiap mengikuti Asesmen Kapasitas Akademik dan Psikologi (AKAP) yang akan digelar secara serentak pada 28 Juni 2026.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Ruchman Basori, memastikan seluruh proses seleksi berjalan sesuai prinsip profesional, transparan, dan akuntabel.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian seleksi berjalan objektif dan tepat waktu sebagaimana yang telah ditetapkan dalam jadwal resmi Booklet BIB 2026," ujar Ruchman di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Program hasil kolaborasi Kementerian Agama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan itu kembali mendapat sambutan besar dari masyarakat. Tahun ini jumlah pendaftar mencapai 12.696 orang untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
Baca juga: Bina Insan Mulia Pecahkan Rekor Nasional, 32 Santri Raih Beasiswa Kerajaan Maroko
Sebagai bentuk keterbukaan, Kemenag juga memberikan kesempatan kepada peserta yang belum lolos administrasi untuk mengajukan sanggahan pada 17–18 Juni 2026.
AKAP Digelar dengan Sistem CBT
Tahap AKAP atau yang juga dikenal sebagai Tes Bakat Skolastik (TBS) akan dilaksanakan menggunakan metode Computer Based Test (CBT) di lokasi masing-masing peserta.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, Puspenma menggelar simulasi ujian pada 26–27 Juni 2026.
Ruchman mengimbau seluruh peserta segera memastikan kesiapan perangkat yang akan digunakan saat ujian, mulai dari laptop atau komputer, telepon pintar, hingga aplikasi Ruang Ujian CBT yang wajib telah terpasang.
"Simulasi ini krusial untuk memastikan seluruh peserta terbiasa dengan platform ujian sehingga meminimalisir kendala teknis saat hari pelaksanaan," jelas alumnus UIN Walisongo Semarang tersebut.
Adapun jadwal simulasi dibagi menjadi dua kelompok.
Pada 26 Juni 2026, simulasi diperuntukkan bagi peserta Beasiswa S1 Santri dan S1 Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Sementara 27 Juni 2026, simulasi diikuti peserta program Akselerasi S1 ke S2, Akselerasi S2 ke S3, Double Degree, Beasiswa Pesantren S2 dan S3, serta Beasiswa Unggulan Keagamaan.
Ruchman mengatakan Beasiswa Indonesia Bangkit terus menjadi salah satu program strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sejak diluncurkan pada 2022, program ini telah memberikan manfaat kepada 39.371 penerima hingga Juni 2025. Jumlah tersebut terdiri atas 8.707 penerima beasiswa program gelar (degree) dan 30.654 penerima program non-gelar.
Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat enam kategori beasiswa yang dibuka, yakni:
Menurut Ruchman, seluruh tahapan seleksi dirancang untuk menjaring calon penerima beasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga memiliki komitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Baca juga: PP Muhammadiyah Tambah 10 Kuota Beasiswa Al-Azhar Kairo Tahun 2026
"Kami berharap proses seleksi ini mampu menyaring putra-putri terbaik bangsa yang nantinya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi nyata bagi masyarakat luas di berbagai sektor kehidupan," pungkasnya.
Beasiswa Indonesia Bangkit merupakan program kolaborasi Kementerian Agama dan LPDP yang bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul di bidang keagamaan, pendidikan, dan berbagai sektor strategis lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang