Editor
KOMPAS.com - Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang berhak mengikuti program Visa Package yang baru diluncurkan Arab Saudi.
Melalui program ini, wisatawan Indonesia dapat mengurus visa turis secara lebih praktis karena menjadi satu paket dengan pemesanan tiket pesawat dan hotel.
Visa elektronik diterbitkan setelah pembelian paket perjalanan selesai, sehingga proses pengajuan menjadi lebih cepat.
Baca juga: Kemenhaj Siapkan DP Rp 4 Triliun ke Arab Saudi untuk Haji 2027
Kebijakan ini diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia yang ingin berwisata ke Arab Saudi.
Dilansir dari Saudi Gazette, Kementerian Pariwisata Arab Saudi menetapkan enam negara pertama yang berhak mengikuti program Visa Package, yakni Yordania, Mesir, India, Bangladesh, Indonesia, dan Meksiko.
Baca juga: Pertemuan dengan Dubes Arab Saudi, Menag Bahas Rencana Konferensi Imam Dunia 2026 di Jakarta
Melalui layanan ini, wisatawan dapat memesan tiket pesawat, akomodasi di hotel berlisensi, serta mengajukan visa turis elektronik dalam satu proses pemesanan. Dengan demikian, pemohon tidak perlu lagi mengurus visa turis secara terpisah.
Visa dalam program Visa Package diterbitkan secara elektronik paling lambat 48 jam setelah pembelian paket perjalanan selesai.
Skema ini menghilangkan kebutuhan untuk datang ke Kedutaan Besar Arab Saudi maupun mengajukan permohonan visa secara mandiri.
Untuk memperoleh layanan tersebut, wisatawan harus memilih paket perjalanan yang disediakan agen resmi, menyelesaikan pembayaran secara digital, kemudian menerima visa, asuransi perjalanan, dan dokumen perjalanan melalui surat elektronik (email).
Hingga kini, Kementerian Pariwisata Arab Saudi telah menunjuk dua agen perjalanan resmi yang menyediakan layanan Visa Package, yakni Reserval dan Almosafer.
Kementerian Pariwisata Arab Saudi menjelaskan bahwa visa yang diterbitkan merupakan visa turis sekali masuk (single entry) dengan masa berlaku tiga bulan. Pemegang visa dapat tinggal di Arab Saudi paling singkat dua hari dan paling lama 88 hari.
Setelah diterbitkan, visa tidak dapat dibatalkan secara terpisah. Apabila paket perjalanan dibatalkan, visa yang diterbitkan melalui paket tersebut juga otomatis dibatalkan.
Paket perjalanan wajib mencakup tiket pesawat pulang-pergi yang telah dikonfirmasi, akomodasi di hotel berbintang minimal empat yang berlisensi dari Kementerian Pariwisata Arab Saudi, serta pengajuan visa elektronik.
Harga minimum paket ditetapkan sebesar 4.000 riyal Saudi per orang dewasa untuk dua hari pertama. Setelah itu, dikenakan biaya tambahan sebesar 1.000 riyal Saudi untuk setiap hari berikutnya.
Selain tiket pesawat dan hotel, wisatawan juga dapat menambahkan layanan opsional, seperti tiket acara maupun berbagai aktivitas rekreasi.
Meski paket perjalanan tidak mencakup layanan di Kota Suci Makkah dan Madinah, seperti pengaturan ibadah umrah, pemegang visa tetap diperbolehkan bepergian ke seluruh wilayah Arab Saudi, termasuk mengunjungi kedua kota suci tersebut setelah tiba di negara itu.
Apabila maskapai penerbangan atau penyedia akomodasi membatalkan layanan akibat keadaan di luar kendali, proses pengembalian dana maupun perubahan jadwal akan mengikuti kebijakan dari penyedia layanan perjalanan resmi.
Kementerian Pariwisata Arab Saudi menyatakan program Visa Package akan diperluas secara bertahap dengan menambahkan lebih banyak negara pada fase berikutnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang