Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pekalongan Darurat Sampah, 317 Siswa Muhammadiyah Pilih Karnaval Daur Ulang

Kompas.com, 15 Agustus 2026, 11:03 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com - Sebanyak 317 siswa SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengikuti karnaval menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan mengenakan kostum dari barang bekas.

Berbagai limbah dan barang yang tidak lagi terpakai, mulai dari plastik, kardus, hingga kain perca, diolah menjadi kostum dan aksesori karnaval.

Kepala SMK Muhammadiyah Kedungwuni, Muhammad Pasa Hidayat mengatakan, konsep tersebut sengaja dipilih agar perayaan kemerdekaan tidak justru menambah persoalan sampah.

"Kegiatan ini mengarahkan kita untuk mendaur ulang benda yang tidak terpakai di sekitar kita. Kita tahu Pekalongan ini darurat sampah, jangan sampai malah kita menambah kedaruratan tersebut," ujar Pasa dalam rilisnya, Sabtu (15/8/2026).

Baca juga: Contoh Teks Doa Upacara HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026

Karnaval digelar di sepanjang Jalan Raya Kedungwuni-Podo, sebagai bagian dari rangkaian Semarak HUT ke-81 RI yang diselenggarakan sekolah.

Siswa Diminta Tak Beli Bahan Baru

Dalam pembuatan kostum, para siswa didorong memanfaatkan barang yang tersedia di lingkungan sekitar dan tidak membeli seluruh bahan baru.

Menurut Pasa, pembelian hanya dilakukan apabila terdapat bahan pendukung yang memang dibutuhkan.

"Silakan optimalkan barang yang tidak terpakai di sekitar kalian, misal beli hanya bahan pendukung saja," kata dia.

Cara tersebut sekaligus digunakan sekolah untuk mengajak siswa melihat barang bekas sebagai sesuatu yang masih dapat dimanfaatkan.

Sampah plastik, kardus, dan kain perca kemudian dikreasikan para siswa menjadi beragam busana serta aksesori yang dikenakan selama karnaval.

Kehadiran ratusan siswa dengan kostum hasil daur ulang itu turut menarik perhatian warga di sepanjang rute Kedungwuni-Podo.

Baca juga: Hukum Imam Salat Sambil Duduk, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Muhammadiyah

Rayakan Kemerdekaan Sambil Peduli Lingkungan

Sekolah berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai perayaan menjelang 17 Agustus.

Karnaval juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus kreativitas siswa dalam mencari solusi atas persoalan sampah di sekitarnya.

Melalui pemanfaatan barang bekas, sekolah ingin mengajak siswa merayakan kemerdekaan tanpa menghasilkan penggunaan material baru secara berlebihan.

Selain kepedulian lingkungan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan nasionalisme serta membentuk karakter siswa yang kreatif dan mampu melihat persoalan di lingkungan sekitar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar