Editor
KOMPAS.com - Rasulullah SAW merupakan teladan utama bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah sekaligus menjalani kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan Rasulullah SAW dalam menjaga hubungan sosial, kesehatan, kebersihan, hingga kedekatan kepada Allah SWT.
Menjelang Maulid Nabi, mengenali amalan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi contoh bagi umatnya untuk menjadi seorang muslim yang lebih baik.
Baca juga: Nama 25 Nabi dan Rasul Beserta Mukjizatnya, Lengkap dengan Ulul Azmi
Kehidupan Rasulullah SAW menunjukkan bahwa ajaran Islam dapat diterapkan melalui kebiasaan sederhana dalam aktivitas sehari-hari.
Berikut sejumlah amalan Rasulullah SAW yang dapat diteladani umat Islam, seperti dikutip dari Antara.
Baca juga: Peristiwa Rabiul Awal: Mengenang Momen Rasulullah Lahir hingga Wafat
Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya menjaga hubungan silaturahmi, termasuk dengan orang yang memiliki perbedaan pendapat. Silaturahmi menjadi salah satu amalan yang dapat mempererat hubungan dengan keluarga, sahabat, dan masyarakat.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menjalin hubungan silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim).
Salah satu kebiasaan Rasulullah SAW adalah bangun pada sepertiga malam terakhir untuk menunaikan shalat Tahajjud. Waktu tersebut menjadi kesempatan bagi seorang Muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, dan berdoa.
Dalam sebuah hadits disebutkan, “Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim).
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang lembut dan pemaaf dalam menghadapi orang lain. Ketika mendapat perlakuan buruk, beliau tidak menjadikannya alasan untuk membalas dengan kemarahan, tetapi tetap mengedepankan kebaikan.
Sikap tersebut dapat menjadi teladan dalam membangun hubungan yang harmonis, penuh kasih, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
Kedermawanan juga menjadi salah satu sifat Rasulullah SAW yang patut diteladani. Beliau tetap bersedekah dalam kondisi lapang maupun sempit dan mengajarkan bahwa sedekah tidak mengurangi harta, tetapi mendatangkan keberkahan.
Membiasakan bersedekah dapat menjadi cara untuk membantu orang yang membutuhkan sekaligus melatih diri agar terhindar dari sifat kikir.
Rasulullah SAW memberikan teladan dalam menjaga kebersihan diri, pakaian, dan lingkungan. Beliau memperhatikan wudhu, merapikan rambut, serta mengenakan pakaian yang bersih.
Kebiasaan menjaga kebersihan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya menjaga diri dan lingkungan.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk senantiasa bersyukur dalam keadaan senang maupun sulit. Salah satu bentuknya adalah membiasakan diri mengucapkan “Alhamdulillah” atas berbagai nikmat yang diterima.
Sikap syukur membantu seseorang melihat kebaikan dalam setiap keadaan sehingga hati menjadi lebih tenang dan lapang dalam menjalani kehidupan.
Rasulullah SAW mengajarkan doa dalam berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari makan, tidur, hingga mengenakan pakaian. Kebiasaan berdoa membuat seorang Muslim senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas.
Selain menjadi bentuk penghambaan kepada Allah SWT, doa juga menjadi sarana memohon keberkahan dan perlindungan dalam menjalani kehidupan.
Rasulullah SAW juga menjaga kesucian diri dengan berwudhu. Wudhu merupakan salah satu syarat sah shalat dan memiliki keutamaan bagi seorang Muslim.
Rasulullah SAW bersabda:
"Jika seorang hamba Muslim melakukan wudhu, kemudian membasuh wajahnya, maka dosa-dosa yang dilakukan oleh mata akan keluar bersama air yang mengalir hingga tetesan terakhirnya. Jika ia membasuh kedua tangannya, maka dosa-dosa yang dikerjakan oleh tangan akan keluar bersama air hingga tetesan terakhirnya.
Jika membasuh kedua kakinya, maka dosa-dosa yang dilakukan oleh kaki akan keluar bersama air hingga tetesan terakhirnya, sehingga bersihlah dari segala dosa." (HR. Muslim)
Rasulullah SAW tidak mengajarkan umatnya untuk berlebihan dalam makan. Prinsip tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-A'raf ayat 31:
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْ
Artinya: “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”
Rasulullah SAW juga dikenal memanfaatkan sejumlah bahan alami, seperti habbatussauda, kurma, dan madu. Salah satu hadits yang diriwayatkan Muslim menyebutkan keutamaan habbatussauda.
Beliau bersabda: "Jintan hitam (habbatussauda) dapat menyembuhkan segala penyakit kecuali kematian." (HR. Muslim)
Berbagai kebiasaan Rasulullah SAW menunjukkan bahwa keteladanan tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga mencakup hubungan sosial, kebersihan, pola makan, dan cara menjalani aktivitas sehari-hari.
Amalan tersebut dapat diterapkan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.
Meneladani Rasulullah SAW juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki akhlak dan meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.
Dengan membiasakan amalan baik secara konsisten, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat tercermin dalam kehidupan pribadi maupun hubungan dengan sesama.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT