Editor
KOMPAS.com - Doa yang dibaca khatib saat khutbah Jumat merupakan bagian dari rangkaian khutbah, sehingga ketentuan yang berlaku selama khutbah juga berlaku ketika doa disampaikan.
Salah satu ketentuannya, makmum wajib mendengarkan khutbah dan menjaga ketenangan hingga khatib selesai menyampaikan khutbah.
Baca juga: Bacaan Bilal Shalat Jumat: Arab, Latin, dan Artinya, serta Tata Cara Melaksanaannya
Makmum atau jamaah shalat Jumat diperintahkan untuk mendengarkan khatib ketika sedang menyampaikan khutbah.
Ketentuan ini ditegaskan dalam hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah:
Baca juga: Hukum Main HP Saat Khutbah Jumat, Apakah Membatalkan Shalat? Ini Penjelasannya
“Apabila engkau berkata kepada sahabat-sahabatmu ‘diam’ pada hari Jum’at padahal imam (khatib) sedang berkhutbah, maka sesungguhnya engkau telah berbuat sia-sia”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
Hadis tersebut menjelaskan bahwa berbicara ketika khatib sedang menyampaikan khutbah termasuk perbuatan sia-sia.
Bahkan, perkataan yang dimaksudkan untuk menegur jamaah lain agar diam tetap termasuk perkataan yang tidak semestinya dilakukan ketika khutbah berlangsung.
Ketentuan untuk diam dan mendengarkan juga berlaku ketika khatib membaca doa dalam khutbah Jumat.
Makmum hendaknya menyimak doa tersebut dengan khusyuk dan tidak mengucapkan kata “aamiin” dengan suara yang terdengar.
Kewajiban makmum ketika khatib membaca doa adalah mendengarkan, bukan mengaminkan doa dengan mengeluarkan suara.
Mengucapkan “aamiin” secara lisan, terlebih dengan suara nyaring, dapat menimbulkan kegaduhan dan membuat ucapan khatib tidak terdengar dengan jelas.
Dengan demikian, makmum tidak perlu mengucapkan “aamiin” secara nyaring saat khatib membaca doa khutbah Jumat.
Jamaah cukup menyimak dan menjaga ketenangan sebagai bagian dari adab selama khutbah berlangsung.
Saat khatib menyampaikan doa, makmum sebaiknya tetap diam, fokus mendengarkan, dan menjaga kekhusyukan.
Tidak perlu menyahut dengan ucapan “aamiin” karena suasana khutbah menuntut jamaah untuk mendengarkan penyampaian khatib.
Sikap tersebut juga menjaga agar doa yang dibaca khatib dapat didengar dengan jelas oleh seluruh jamaah.
Dengan tidak berbicara atau mengeluarkan suara, makmum tetap mengikuti rangkaian khutbah Jumat sesuai ketentuan yang berlaku.
Jadi, saat khatib membaca doa dalam khutbah Jumat, makmum hendaknya mendengarkan dengan khusyuk.
Makmum tidak perlu mengucapkan “aamiin” dengan suara nyaring karena dapat mengganggu ketenangan dan kejelasan khutbah.
Menjaga diam dan menyimak menjadi sikap yang semestinya dilakukan hingga khutbah selesai.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT