Editor
JOMBANG, KOMPAS.com - Sekitar 5.000 jemaah diperkirakan menghadiri Istigasah Akbar pra-Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026).
Polres Jombang memperkuat pengamanan dengan menerjunkan ratusan personel gabungan untuk mengantisipasi kepadatan massa dan kendaraan menuju lokasi kegiatan.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengatakan, kegiatan yang mendatangkan massa dalam jumlah besar membutuhkan persiapan dan koordinasi lintas sektoral.
"Kita tidak boleh underestimate terhadap kegiatan yang mengundang banyak massa. Seluruh unsur harus melakukan persiapan dan koordinasi dengan baik," kata Ardi dikutip dari Antara, Kamis (20/8/2026).
Baca juga: Berebut NU
Menurut Ardi, mobilitas jemaah yang menggunakan berbagai jenis kendaraan menjadi salah satu perhatian kepolisian.
Pengaturan lalu lintas hingga kesiapsiagaan personel di sekitar lokasi kegiatan pun disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan.
Dalam pengamanan tersebut, Polres Jombang berkoordinasi dengan Satpol PP, Kodim 0814 Jombang, pemadam kebakaran, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang, serta pemerintah kecamatan dan desa setempat.
Ratusan personel lintas sektoral akan ditempatkan di sejumlah ruas jalan menuju lokasi serta area pelaksanaan istigasah.
Baca juga: Lukman Hakim Minta NU Tinggalkan Pengelolaan Tambang yang Timbulkan Fitnah dan Mafsadah
Ketua Panitia Istigasah Akbar Pra-Muktamar Ke-35 NU Gus Amin Yahya mengatakan, dari sekitar 5.000 orang yang diperkirakan hadir, sebanyak 2.500 orang merupakan jemaah Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari).
Mereka antara lain berasal dari Surabaya dan Sidoarjo.
Sejumlah pengurus PBNU juga dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut, termasuk Ketua PBNU, Rais Syuriah PBNU, serta Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar NU.
Selain pengamanan dari aparat, panitia menyiapkan pengamanan internal yang melibatkan Sigap Guru, Sigap Santri, dan Banser.
Panitia juga menyiapkan layanan kesehatan untuk mengantisipasi kebutuhan medis selama kegiatan berlangsung.
"Untuk mengantisipasi kebutuhan medis, panitia juga telah berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat dan menyiapkan posko kesehatan di sekitar lokasi kegiatan," ujar Amin.
Koordinasi lintas sektoral juga mencakup pengaturan arus lalu lintas, pelayanan kesehatan, serta skema pengamanan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama istigasah berlangsung.
Istigasah Akbar digelar menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.
Muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi NU untuk membahas berbagai agenda organisasi, termasuk pergantian kepengurusan.
Pembukaan Muktamar Ke-35 NU juga dijadwalkan dihadiri sejumlah pejabat negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT