JOMBANG, KOMPAS.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mengecek kesiapan lokasi Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026).
Ketua Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU KH Ahmad Said Asrori mengatakan, jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU akan turun langsung melakukan peninjauan bersama panitia lokal.
"Kita akan mengunjungi besok tanggal 20 (Agustus), insya Allah, kita akan mengunjungi lokasi melihat itu," kata Asrori, dikutip dari NU Online, Senin (17/8/2026).
Baca juga: Sambut Muktamar NU ke-35: PCNU Jombang Siapkan Masjid Ramah Muktamirin
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi yang diperkirakan akan menampung ribuan peserta Muktamar atau muktamirin.
Sejumlah aspek akan diperiksa, mulai dari kapasitas lokasi, fasilitas bagi peserta, hingga pengaturan tamu undangan dan tamu VIP.
PBNU dan panitia lokal juga akan membahas sejumlah agenda pembukaan Muktamar, termasuk pihak yang akan membuka acara serta jumlah unsur yang akan diundang.
Baca juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang
Selain mengecek kesiapan lokasi, PBNU bersama panitia lokal akan menggelar istighotsah secara terbatas pada hari yang sama.
"20 nanti acaranya itu meninjau sekaligus istighotsah dengan ya terbatas dengan Panlok, rencananya begitu. Meninjau lokasi bersama-sama," ujar Asrori.
Menurut Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya telah memberikan arahan agar Muktamar ke-35 NU berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi NU dan masyarakat.
"Kita mendengarkan arahan dari Ketum PBNU KH Yahya Cholil, beliau mengajak, mengimbau, meminta agar Muktamar ini berjalan dengan baik, lancar, menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat untuk kita semua, untuk bangsa, ini yang paling penting," tuturnya.
Sementara itu, persiapan juga dilakukan di sekitar Lapangan Untung Suropati, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, yang menjadi lokasi utama pembukaan Muktamar ke-35 NU.
Enam rumah toko (ruko) dan dua fasilitas umum di sekitar lapangan mulai dibongkar pada Jumat (14/8/2026).
Pembongkaran dilakukan untuk memperluas sekaligus memperlancar akses menuju lokasi pembukaan Muktamar.
Pemerintah Desa Tambakrejo memastikan pemilik usaha yang terdampak telah menerima kompensasi sebelum pembongkaran dilakukan.
Besaran kompensasi berkisar Rp 5 juta hingga Rp 8 juta per unit, disesuaikan dengan estimasi pendapatan harian pedagang selama kegiatan berlangsung.
"Semua kompensasi sudah klir. Perhitungannya berdasarkan penghasilan selama empat hari tutup, sehingga nominalnya berbeda-beda," kata Kepala Desa Tambakrejo Moh Nasir Fadlillah, Sabtu (15/8/2026).
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT