Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Profil KH Ahmad Fudholi, Penceramah Kondang Meninggal Usai Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak

Kompas.com, 8 September 2026, 11:47 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Kabar duka datang dari kalangan ulama dan jemaah pengajian di Banten. Penceramah asal Kabupaten Tangerang, KH Ahmad Fudholi, meninggal dunia pada Senin (7/9/2026) setelah sebelumnya mengalami kecelakaan di Jalan Tol Tangerang-Merak.

KH Ahmad Fudholi merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah di Kabupaten Tangerang. Ia dikenal aktif mengisi berbagai kegiatan keagamaan dan ceramah di sejumlah wilayah di Provinsi Banten.

Kepergian KH Ahmad Fudholi meninggalkan duka bagi keluarga, santri, ulama, dan masyarakat yang selama ini mengikuti aktivitas dakwahnya.

Baca juga: Dari Yogyakarta Menjangkau Dunia, Jejak Panjang Persebaran Muhammadiyah sejak 1912

Profil KH Ahmad Fudholi

KH Ahmad Fudholi berasal dari Kampung Rempak Kulon, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten.

Ia dikenal sebagai penceramah yang aktif berdakwah di berbagai wilayah Banten. Selain mengisi ceramah, KH Ahmad Fudholi juga kerap menghadiri sejumlah kegiatan keagamaan dan majelis pengajian.

Aktivitas dakwah tersebut membuat namanya cukup dikenal oleh masyarakat, terutama di wilayah Tangerang dan sejumlah daerah lain di Banten.

Selain sebagai penceramah, KH Ahmad Fudholi dipercaya memimpin Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah.

Melalui pesantren tersebut, ia turut menjalankan kegiatan pendidikan dan pembinaan keagamaan bagi para santri serta masyarakat di lingkungan sekitar.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah

KH Ahmad Fudholi tidak hanya aktif berdakwah dari satu majelis ke majelis lainnya. Ia juga memiliki peran dalam pendidikan Islam melalui Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah.

Kehidupan dan aktivitasnya juga tidak lepas dari lingkungan pesantren. KH Ahmad Fudholi diketahui merupakan menantu almarhum H. Yasin, tokoh ulama yang dikenal memiliki pondok pesantren di kawasan Cilongok, Kabupaten Tangerang.

Latar belakang tersebut semakin memperkuat keterikatannya dengan tradisi pendidikan dan dakwah Islam di Banten.

Sebagai pimpinan pesantren sekaligus penceramah, KH Ahmad Fudholi dikenal aktif menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat.

Aktif Berdakwah di Berbagai Kegiatan Keagamaan

Kiprah KH Ahmad Fudholi sebagai penceramah berlangsung dalam berbagai kegiatan keagamaan.

Ia tidak hanya menyampaikan ceramah di lingkungan pesantren, tetapi juga menghadiri majelis pengajian dan acara keagamaan di sejumlah wilayah Banten.

Kehadirannya dalam berbagai kegiatan tersebut membuat KH Ahmad Fudholi memiliki hubungan yang luas dengan jemaah, santri, serta kalangan ulama di Banten.

Aktivitas dakwah itu pula yang membuat kabar wafatnya pada Senin (7/9/2026) mendapat perhatian dari masyarakat.

KH Ahmad Fudholi Meninggal Setelah Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi mengalami kecelakaan di Jalan Tol Tangerang-Merak KM 63+800 B, Kabupaten Serang, Banten, pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat itu, KH Ahmad Fudholi bersama sopirnya sedang dalam perjalanan menuju Tangerang setelah mengisi ceramah di wilayah Cikaduen, Kabupaten Pandeglang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Serang Ipda Sigit Prayogi membenarkan kecelakaan tersebut.

Menurut Sigit, kecelakaan melibatkan dua korban, yakni KH Ahmad Fudholi sebagai penumpang dan sopir pribadinya.

Setelah kejadian, keduanya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hermina Ciruas, Kabupaten Serang.

Kronologi Kecelakaan KH Ahmad Fudholi

Berdasarkan keterangan sementara saksi, kendaraan yang ditumpangi KH Ahmad Fudholi melaju di ruas Tol Tangerang-Merak dari arah Pandeglang menuju Tangerang.

Saat melintas di KM 63+800 B, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali.

Mobil yang awalnya berada di lajur kanan kemudian bergerak ke arah kiri hingga menabrak sebuah truk yang sedang berhenti di bahu jalan.

Kendaraan yang ditumpangi KH Ahmad Fudholi diketahui berupa Mitsubishi Pajero putih bernomor polisi A 1199 ZZ. Bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah akibat kecelakaan tersebut.

Meski demikian, polisi belum memastikan penyebab kendaraan kehilangan kendali.

Sigit mengatakan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Polisi juga belum dapat meminta keterangan langsung dari sopir karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis.

KH Ahmad Fudholi Dimakamkan di Belakang Pesantren

Setelah menjalani perawatan sejak kecelakaan, KH Ahmad Fudholi mengembuskan napas terakhir di RSUD Tangerang, Senin (7/9/2026).

Jenazah kemudian dibawa ke Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah di Kampung Rempak Kulon, Desa Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB.

KH Ahmad Fudholi dimakamkan di area belakang Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah yang selama ini menjadi tempatnya menjalankan aktivitas pendidikan dan dakwah.

Ribuan pelayat dari berbagai kalangan hadir untuk mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.

Sebelum dimakamkan, jenazah KH Ahmad Fudholi terlebih dahulu dishalatkan dalam beberapa kloter. Disebutkan, pelaksanaan shalat jenazah berlangsung hingga enam kloter karena banyaknya masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Gubernur Banten Kenang KH Ahmad Fudholi sebagai Guru Karismatik

Sejumlah tokoh turut hadir dalam pemakaman KH Ahmad Fudholi, di antaranya mantan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, dan Gubernur Banten Andra Soni.

Mayoritas pelayat berasal dari kalangan ulama dan santri dari berbagai pondok pesantren.

Andra Soni datang untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Andra mengaku baru memperoleh kabar mengenai wafatnya KH Ahmad Fudholi sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia langsung datang untuk melayat.

Menurut Andra, KH Ahmad Fudholi merupakan sosok guru yang karismatik.

Baca juga: Islam ala KH Ahmad Dahlan: Berakar Kuat, Terbuka, dan Membebaskan

Ia juga menilai almarhum meninggalkan banyak kebaikan yang dapat menjadi teladan bagi masyarakat.

Kepergian KH Ahmad Fudholi pun menjadi kehilangan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah, para santri, jemaah pengajian, serta masyarakat Banten yang selama ini mengenal kiprahnya dalam dakwah dan pendidikan Islam.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Niat Sholat Ashar di Waktu Maghrib: Hukum Qodho dan Tata Caranya
Niat Sholat Ashar di Waktu Maghrib: Hukum Qodho dan Tata Caranya
Doa Harian
Profil KH Ahmad Fudholi, Penceramah Kondang Meninggal Usai Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak
Profil KH Ahmad Fudholi, Penceramah Kondang Meninggal Usai Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak
Aktual
Dari Yogyakarta Menjangkau Dunia, Jejak Panjang Persebaran Muhammadiyah sejak 1912
Dari Yogyakarta Menjangkau Dunia, Jejak Panjang Persebaran Muhammadiyah sejak 1912
Aktual
Lirik Ya Maulana: Arti dan Makna Lagu Sholawat Sabyan
Lirik Ya Maulana: Arti dan Makna Lagu Sholawat Sabyan
Doa Harian
Puasa 2027 Berapa Bulan Lagi? Cek Perkiraan Awal Ramadan dan Countdown
Puasa 2027 Berapa Bulan Lagi? Cek Perkiraan Awal Ramadan dan Countdown
Doa Harian
Abu Vulkanik Gunung Berapi, Madrasah dan Pesantren Diizinkan PJJ
Abu Vulkanik Gunung Berapi, Madrasah dan Pesantren Diizinkan PJJ
Aktual
Niat Sholat Jamak Dzuhur dan Ashar: Taqdim, Takhir, dan Tata Caranya
Niat Sholat Jamak Dzuhur dan Ashar: Taqdim, Takhir, dan Tata Caranya
Doa Harian
3.450 Jemaah Umrah Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Kemenhaj Siapkan Mitigasi
3.450 Jemaah Umrah Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Kemenhaj Siapkan Mitigasi
Aktual
Qodho Sholat Fardhu: Niat 5 Waktu, Hukum, Waktu, dan Tata Caranya
Qodho Sholat Fardhu: Niat 5 Waktu, Hukum, Waktu, dan Tata Caranya
Doa Harian
Benarkah Shalat Dhuha Jadi Amalan Khusus Pembuka Pintu Rezeki?
Benarkah Shalat Dhuha Jadi Amalan Khusus Pembuka Pintu Rezeki?
Aktual
Doa Setelah Shalat Dhuha: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Setelah Shalat Dhuha: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Mad Jaiz Munfasil: Pengertian, Panjang Bacaan, dan 20 Contoh
Mad Jaiz Munfasil: Pengertian, Panjang Bacaan, dan 20 Contoh
Doa Harian
Jalan Pulang 46 PMI dari Malaysia dan Makna Ta’awun
Jalan Pulang 46 PMI dari Malaysia dan Makna Ta’awun
Aktual
Doa Qunut Subuh Lengkap dengan Tata Cara Membaca saat Shalat Sendiri dan Berjamaah
Doa Qunut Subuh Lengkap dengan Tata Cara Membaca saat Shalat Sendiri dan Berjamaah
Doa dan Niat
Bacaan Doa Iftitah Shalat Tahajud Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Doa Iftitah Shalat Tahajud Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar