Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Shalat Dhuha Jadi Amalan Khusus Pembuka Pintu Rezeki?

Kompas.com, 8 September 2026, 08:28 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Amalan shalat dhuha yang dikerjakan di pagi hari kerap dikaitkan dengan bentuk ibadah atau ikhtiar untuk membuka pintu rezeki.

Sebagian umat muslim bahkan menganggapnya sebagai salah satu amalan yang dilakukan semata-mata demi untuk berharap rezeki duniawi berupa harta atau kekayaan.

Namun, benarkah shalat dhuha adalah ibadah yang secara khusus ditujukan untuk meminta atau mendatangkan rezeki?

Baca juga: Doa Setelah Shalat Dhuha: Arab, Latin, dan Artinya

Apakah Shalat Dhuha adalah Ibadah Khusus untuk Meminta Rezeki?

Pemahaman terkait shalat dhuha dan ikhtiar untuk membuka pintu rezeki dapat dirunut dari pengertian dan hakikat shalat itu sendiri.

Dilansir dari laman Muhammadiyah, shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada permulaan siang, yaitu pada waktu naiknya matahari sampai matahari berkulminasi yaitu berada di tengah.

Baca juga: 5 Keutamaan Shalat Dhuha dalam Hadis Rasulullah SAW, dari Ampunan Dosa hingga Istana di Surga

Hal ini berdasarkan hadis Nabi SAW yaitu: “Nabi saw telah mewasiatkan aku agar melaksanakan shalat dhuha dua raka’at. Dan ‘Itban bin Malik berkata: Aku pernah bersama Rasulullah saw dan Abu Bakar ra di waktu pagi hari hingga siang mulai meninggi, lalu kami berbaris di belakangnya kemudian shalat dua raka’at.” [HR al-Bukhari]

Secara etimologi, shalat berarti doa, sedangkan doa merupakan keinginan yang ditujukan kepada Allah swt.

Sementara, secara terminologi, sholat adalah ucapan dan perbuatan dalam bentuk tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam.

Pengertian tersebut menunjukkan bahwa hakikat doa tidak terlepas dari shalat. Dalam bacaan dan gerakan shalat terdapat permohonan kepada Allah sekaligus sikap merendahkan diri di hadapan-Nya dengan mengakui keagungan Allah.

Baik shalat fardhu maupun shalat sunat pada hakikatnya bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Kedekatan seorang hamba kepada Allah juga berkaitan dengan terkabulnya doa, sebagaimana firman Allah: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” [QS. al-Baqarah (2): 186]

Berdasarkan keterangan tersebut, tidak ada sholat yang secara khusus ditujukan untuk meminta rezeki, termasuk sholat dhuha.

Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi kedudukan shalat dhuha sebagai ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi SAW.

Bagaimana dengan Doa Shalat Dhuha untuk Rezeki?

Doa sholat dhuha yang sudah umum dibaca oleh masyarakat muslim tidak ditemukan di dalam kitab-kitab hadis maupun kitab-kitab fikih.

Majelis Tarjih Muhammadiyah tidak menemukan hadis yang menerangkan dan mengajarkan lafal-lafal atau doa-doa tertentu setelah selesai menunaikan shalat dhuha.

Sejauh yang ditemukan, lafadz doa tersebut terdapat dalam kitab Syarah Minhaj dan I’anatut-Thalibin.

Meskipun doa tersebut tidak berasal dari Nabi SAW, bukan berarti umat Islam tidak boleh membacanya setelah menunaikan shalat dhuha.

Hal yang tidak boleh adalah meyakini bahwa doa tersebut berasal dari Nabi SAW dan harus dibaca setelah sholat dhuha.

Dengan demikian, membaca doa setelah shalat dhuha tetap dapat dilakukan selama tidak meyakini bahwa lafaz tertentu merupakan doa yang secara khusus diajarkan Nabi saw untuk dibaca setelah shalat dhuha.

Apa Makna Doa Memohon Rezeki Setelah Shalat Dhuha?

Dalam ushul fiqih dikenal lafaz amar atau perintah, yaitu tuntutan yang mengandung beban hukum untuk dikerjakan.

Setiap lafaz amar menunjuk kepada dan menuntut suatu maksud tertentu, dengan salah satu bentuk tuntutannya adalah doa.

Amar yang diucapkan seorang hamba kepada Tuhannya tentu tidak dapat dimaknai sebagai amar dalam pengertian perintah.

Oleh karena itu, amar yang terdapat pada lafaz “Wa in kana haraman fa thahhirhu … ” merupakan amar yang bermakna permohonan atau doa.

Dengan demikian, permohonan rezeki yang terdapat dalam doa setelah shalat dhuha tidak menjadikan shalat dhuha sebagai shalat khusus untuk mencari rezeki.

Namun, shalat dhuha tetap merupakan ibadah sunnah, sedangkan doa yang dibaca setelahnya dapat menjadi bentuk permohonan seorang hamba kepada Allah.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
3.450 Jemaah Umrah Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Kemenhaj Siapkan Mitigasi
3.450 Jemaah Umrah Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Kemenhaj Siapkan Mitigasi
Aktual
Qodho Sholat Fardhu: Niat 5 Waktu, Hukum, Waktu, dan Tata Caranya
Qodho Sholat Fardhu: Niat 5 Waktu, Hukum, Waktu, dan Tata Caranya
Doa Harian
Benarkah Shalat Dhuha Jadi Amalan Khusus Pembuka Pintu Rezeki?
Benarkah Shalat Dhuha Jadi Amalan Khusus Pembuka Pintu Rezeki?
Aktual
Doa Setelah Shalat Dhuha: Arab, Latin, dan Artinya
Doa Setelah Shalat Dhuha: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Mad Jaiz Munfasil: Pengertian, Panjang Bacaan, dan 20 Contoh
Mad Jaiz Munfasil: Pengertian, Panjang Bacaan, dan 20 Contoh
Doa Harian
Jalan Pulang 46 PMI dari Malaysia dan Makna Ta’awun
Jalan Pulang 46 PMI dari Malaysia dan Makna Ta’awun
Aktual
Doa Qunut Subuh Lengkap dengan Tata Cara Membaca saat Shalat Sendiri dan Berjamaah
Doa Qunut Subuh Lengkap dengan Tata Cara Membaca saat Shalat Sendiri dan Berjamaah
Doa dan Niat
Bacaan Doa Iftitah Shalat Tahajud Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Doa Iftitah Shalat Tahajud Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Bolehkah Suami Melarang Istri Bertemu Orangtua? Ini Pandangan Fikih
Bolehkah Suami Melarang Istri Bertemu Orangtua? Ini Pandangan Fikih
Aktual
Indonesia-Uzbekistan Jajaki Penerbangan Langsung untuk Wisata Religi
Indonesia-Uzbekistan Jajaki Penerbangan Langsung untuk Wisata Religi
Aktual
BAZNAS Tegaskan Dana ZIS Tak Dipakai untuk Buku 'Islam Ala Prabowo'
BAZNAS Tegaskan Dana ZIS Tak Dipakai untuk Buku "Islam Ala Prabowo"
Aktual
Arahan Kemenag untuk Madrasah Terdampak Abu Vulkanik: Atur Pembelajaran hingga Wajib Sediakan Masker
Arahan Kemenag untuk Madrasah Terdampak Abu Vulkanik: Atur Pembelajaran hingga Wajib Sediakan Masker
Aktual
Ketika Tokoh Dunia Berhenti Sejenak untuk Merenungkan Arti Kedamaian
Ketika Tokoh Dunia Berhenti Sejenak untuk Merenungkan Arti Kedamaian
Aktual
Kemenag Izinkan Madrasah dan Pesantren Terdampak Erupsi Beralih ke PJJ
Kemenag Izinkan Madrasah dan Pesantren Terdampak Erupsi Beralih ke PJJ
Aktual
Garuda Indonesia Terbangkan 382 Jamaah Umrah dari Aceh ke Kertajati
Garuda Indonesia Terbangkan 382 Jamaah Umrah dari Aceh ke Kertajati
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar