Editor
KOMPAS.com - Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang dikerjakan setelah matahari terbit hingga sebelum tergelincir menjelang masuk waktu zuhur.
Shalat sunnah dhuha biasanya dikerjakan sebanyak dua rakaat hingga delapan rakaat.
Baca juga: Doa Setelah Sholat Dhuha: Arab, Latin, Arti, dan Dzikirnya
Ibadah ini memiliki sejumlah keutamaan, salah satunya sebagaimana diriwayatkan Abu Dzar ra dari Nabi Muhammad Saw.
‘Ada sedekah (yang hendaknya dilakukan) atas seluruh tulang salah seorang dari kalian. Karena itu setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat shalat Dhuha mencukupi semuanya itu,” (HR Muslim).
Salah satu amalan yang dianjurkan setelah shalat dhuha adalah membaca doa dengan makna yang baik, termasuk memohon rezeki dan pertolongan kepada Allah SWT.
Baca juga: Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Pada dasarnya, orang yang selesai melaksanakan shalat dhuha dapat melafalkan doa apa saja yang memiliki makna baik, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُوا اللهَ … [النساء: 103]
Artinya: “Jika kamu telah menunaikan shalat, maka berdzikirlah (ingatlah) Allah …” [QS. an-Nisa (4): 103]
Doa yang dapat digunakan setelah shalat dhuha sebagaimana ditemukan di kitab-kitab fiqih Mazhab Syafii, yaitu I’anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, dan Hasyiyatul Jamal, adalah sebagai berikut.
اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
Latin: Allāhumma innad dhuhā’a dhuhā’uka, wal bahā’a bahā’uka, wal jamāla jamāluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka.
Artinya: Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu.
اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعْسِرًا (مُعَسَّرًا) فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Latin: Allāhuma in kāna rizqī fis samā’i fa anzilhu, wa inkāna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkāna mu’siran (mu‘assaran) fa yassirhu, wa in kāna harāman fa thahhirhu, wa inkāna ba‘īdan fa qarribhu, bi haqqi duhā’ika wa bahā’ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika. ātinī mā atayta ‘ibādakas shālihīn.
Artinya: Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah. Jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sukar atau dipersulit (kudapat), mudahkanlah. Jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang salih.
Umat muslim juga dianjurkan membaca lafal doa berikut ini:
اَللهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكُ أُقَاتِلُ
Latin: Allāhumma bika ushāwilu, wa bika uhāwilu, wa bika uqātilu.
Artinya: Dengan-Mu, aku menerjang. Dengan-Mu, aku berupaya. Dengan-Mu, aku berjuang.
Doa setelah shalat dhuha dapat diisi dengan permohonan yang baik kepada Allah SWT sesuai kebutuhan seorang Muslim.
Salah satu doa yang dikenal dalam kitab-kitab fiqih Mazhab Syafii memuat permohonan agar rezeki dimudahkan dan diberikan keberkahan.
Selain itu, terdapat pula doa yang berisi permohonan pertolongan agar setiap upaya dilakukan dengan bersandar kepada Allah SWT.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT