Penulis
KOMPAS.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI menyalurkan bantuan sebesar Rp 17,5 miliar melalui Program Pesantren Nyaman Belajar 2026.
Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan dan hunian santri di 700 pesantren yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan, Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan bagian dari 13 Program Prioritas Baznas 2026-2031.
Menurut dia, program tersebut diarahkan untuk memastikan dana zakat dapat memberikan manfaat lebih luas, termasuk dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang layak bagi para santri.
Baca juga: Kemenag Targetkan Struktur Ditjen Pesantren Terbentuk dalam 10 Hari
"Program ini merupakan bagian dari ikhtiar Baznas menjadikan dana zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi santri," kata Sodik dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, program tersebut juga selaras dengan prinsip maqashid syariah, khususnya dalam upaya menjaga akal (hifzh al-'aql) dan memelihara keselamatan jiwa (hifzh an-nafs) generasi muda Indonesia.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI Idy Muzayyad mengatakan, Program Pesantren Nyaman Belajar merupakan bentuk kepedulian Baznas terhadap kondisi lingkungan pendidikan dan hunian santri.
Program tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan pesantren yang lebih nyaman dan aman sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.
"Program ini memprioritaskan pesantren dengan minimal 35 persen santri dhuafa, pesantren yang melayani kelompok rentan, serta pesantren yang berada di wilayah 3T dan kawasan rawan bencana," ujar Idy.
Dengan kriteria tersebut, bantuan diarahkan kepada pesantren yang dinilai memiliki kebutuhan lebih besar, terutama lembaga yang menampung santri dari kelompok kurang mampu dan kelompok rentan.
Selain itu, pesantren yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta kawasan rawan bencana juga menjadi sasaran program.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, Program Pesantren Nyaman Belajar tidak semata-mata ditujukan untuk melakukan renovasi asrama pesantren.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk membangun ekosistem pesantren yang ramah anak, sehat, aman, dan nyaman.
"Program Pesantren Nyaman Belajar bukan sekadar program renovasi asrama, tetapi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pesantren yang ramah anak, sehat, aman, dan nyaman," kata Nasaruddin.
Ia menilai kebutuhan pesantren di Indonesia masih sangat besar. Karena itu, peningkatan kualitas sarana dan lingkungan pesantren membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.
Gotong royong tersebut, kata Nasaruddin, perlu melibatkan pemerintah, Baznas, organisasi kemasyarakatan Islam, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dunia usaha, pemerintah daerah, muzaki, hingga masyarakat.
Nasaruddin berharap pelaksanaan Program Pesantren Nyaman Belajar dapat berjalan tepat sasaran dan dilakukan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan data dan informasi mengenai pesantren yang dimiliki Kemenag.
Dengan dukungan data tersebut, penyaluran bantuan diharapkan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi pesantren di lapangan.
Baca juga: Ditjen Pesantren Akan Sinkronkan Koperasi Pesantren dengan Kopdes Merah Putih
Kolaborasi antara Kemenag dan Baznas diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sarana fisik pesantren, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih aman dan layak bagi para santri.
Melalui Program Pesantren Nyaman Belajar 2026, dana zakat diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada lembaga pendidikan keagamaan yang menjadi tempat belajar dan tinggal para santri di berbagai daerah Indonesia.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.