Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menag Nasaruddin: Super AI Tak Punya Moral, Agama Harus Bersuara

Kompas.com, 17 September 2026, 05:33 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) perlu disertai panduan moral dan etika.

Menurut Nasaruddin, teknologi tidak memiliki nilai moral sehingga manusia tetap memegang tanggung jawab atas penggunaan dan dampaknya.

“Super AI tidak memiliki moral dan etika,” kata Nasaruddin dalam webinar “Dua Tahun Deklarasi Istiqlal: Dari Dialog Lintas Agama Menuju Aksi Kemanusiaan” yang digelar secara daring, Rabu (16/9/2026).

Baca juga: Menag Ungkap Rencana MTQ Nasional Digelar Setiap Tahun, Ini Alasannya

Nasaruddin menilai perkembangan AI membawa tantangan baru bagi kehidupan manusia. Teknologi telah berkembang melampaui fungsi sebagai alat bantu dan dapat memengaruhi cara manusia hidup, bekerja, serta berinteraksi.

Karena itu, pembicaraan mengenai AI dinilai tidak cukup hanya membahas ilmu pengetahuan dan inovasi. Perkembangannya juga perlu dilihat dari perspektif etika dan spiritual.

Agama, menurut Nasaruddin, dapat memberikan arah nilai agar kemajuan teknologi tetap berpihak pada martabat manusia. Sebab, kecanggihan teknologi tidak dapat menggantikan hati nurani, empati, dan tanggung jawab moral.

Deklarasi Istiqlal dan tantangan teknologi

Nasaruddin menyampaikan pandangan tersebut saat membahas tindak lanjut Deklarasi Istiqlal.

Deklarasi yang ditandatangani Nasaruddin bersama Paus Fransiskus pada 5 September 2024 itu menyoroti persoalan dehumanisasi dan perubahan iklim.

Menurut dia, Deklarasi Istiqlal tidak semestinya berhenti sebagai dokumen simbolik. Dialog lintas agama perlu dilanjutkan menjadi kolaborasi untuk menjawab persoalan kemanusiaan, termasuk tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi.

Baca juga: Menag Ungkap 7 Faktor Pemicu Perceraian: Ekonomi hingga Beda Pilihan Politik

Selain konflik sosial dan krisis lingkungan, perubahan teknologi dinilai turut memengaruhi kehidupan dan hubungan antarmanusia. Oleh karena itu, forum lintas agama dapat menjadi ruang untuk membicarakan etika AI, perdamaian, dan kelestarian lingkungan.

Nasaruddin juga menyoroti pentingnya diplomasi keagamaan atau religious diplomacy.

Komunitas agama dinilai memiliki modal sosial untuk membangun kepercayaan, mempertemukan kelompok yang berbeda, dan mencari jalan keluar atas berbagai persoalan global.

Kementerian Agama turut mendorong forum kolaboratif dan perjumpaan informal agar hubungan lintas agama tidak hanya dibangun melalui seminar, tetapi juga melalui pengalaman bersama.

Melalui semangat Deklarasi Istiqlal, Nasaruddin berharap dialog lintas agama berkembang menjadi gerakan kemanusiaan yang ikut memberikan arah moral bagi perkembangan teknologi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar