Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Logo Muhammadiyah Menggunakan Lambang Matahari? Ini Makna di Baliknya

Kompas.com, 16 September 2026, 21:52 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Muhammadiyah lekat dengan simbol matahari yang menjadi bagian utama dari lambang Persyarikatan.

Simbol tersebut juga hadir dalam lagu resmi Muhammadiyah, “Sang Surya”, sehingga matahari menjadi salah satu identitas yang kuat dalam gerakan Muhammadiyah.

Baca juga: Logo Muhammadiyah: Sejarah, Pembuat, dan Makna Simbol Matahari

Mengapa Logo Muhammadiyah Berlambang Matahari?

Dilansir dari laman muhammadiyah.or.id, menurut Ketua LSBO Pimpinan Pusat Muhammadiyah, HM Sukriyanto AR dalam artikelnya yang dimuat di Majalah Suara Muhammadiyah Edisi 10 Tahun 2015, menjelaskan alasan penggunaan simbol matahari berkaitan dengan keinginan Kiai Ahmad Dahlan.

Alasan digunakan simbol matahari ternyata karena Kiai Ahmad Dahlan ingin Muhammadiyah bisa menjadi organisasi yang menyinari (mencerahkan) hati dan pikiran masyarakat di mana saja dengan ajaran-ajaran Islam yang benar berdasarkan Al-Qur’an dan As-sunnah.

Baca juga: Muhammadiyah Ikut Mazhab Apa? Ini Penjelasan Majelis Tarjih Terkait Mazhab Fikih yang Dianut

Sehingga karena itu, masyarakat diharapkan bisa menjadi masyarakat yang baik, beriman, berbudi pekerti luhur (jujur, adil dan menghormati sesama manusia serta mencintai semua makhluk) dan suka melakukan amal shalih.

Makna matahari dalam lambang Muhammadiyah dengan demikian berkaitan dengan gagasan pencerahan.

Muhammadiyah diharapkan dapat membawa ajaran Islam yang memberikan penerangan kepada masyarakat, baik dalam hati maupun pikiran.

Apa Makna Logo Muhammadiyah?

Logo Muhammadiyah meletakkan tulisan berbahasa Arab “Muhammadiyah” di tengah sebuah lingkaran dengan dua kalimah syahadat yang melingkarinya.

Di luar lingkaran tersebut terdapat dua belas cabang sinar matahari berwarna putih, sementara warna hijau menjadi warna yang mendominasi lambang.

Menurut Sukriyanto, unsur-unsur tersebut memiliki makna yang berkaitan dengan ajaran dan tujuan Muhammadiyah.

Adapun logo Muhammadiyah yang dilingkari dengan dua kalimat syahadat, tulis Sukriyanto adalah petunjuk bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang ingin berittiba’ pada Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan dua kalimat syahadat adalah pernyataan bahwa Muhammadiyah ingin menegakkan kalimah tauhid di tengah masyarakat.

Sementara itu, warna putih pada pancaran sinar matahari juga memiliki makna tersendiri.

Terkait sinar matahari yang berwarna putih, Sukriyanto menulis karena warna putih adalah warna yang disukai Rasulullah dan seperti doa; Allahumma naqqini minal khathaya kama yunaqats tsaubu al abyadhu minaddanas. (Ya Allah bersihkanlah hamba dari segala kesalahan sebagaimana kain putih yang telah dibersihkan dari kotoran).

Sukriyanto selanjutnya menuliskan bahwa Kiai Ahmad Dahlan berharap warga Muhammadiyah suka memancarkan agama Islam (berdakwah amar makruf nahi munkar) dengan niat yang bersih hati yang suci, tanpa pamrih, kecuali mencari ridha Allah semata.

Jika Islam didakwahkan dengan niat yang bersih, maka Islam akan mencerahkan, ibaratnya dengan sinar putih bersih maka yang disinari akan menjadi terang hatinya dan tercerahkan pikirannya.

Logo Muhammadiyah.muhammadiyah.or.id Logo Muhammadiyah.

Mengapa Logo Muhammadiyah Didominasi Warna Hijau?

Selain matahari dan sinar putih, warna hijau menjadi unsur yang dominan dalam logo Muhammadiyah.

Menurut Sukriyanto, penjelasan mengenai warna dasar hijau berasal dari penuturan KH Siraad Dahlan.

Adapun tentang warna dasar hijau, Sukriyanto menulis penuturan KH Siraad Dahla bahwa warna itu adalah warna yang selalu ditawarkan Allah kepada kaum beriman dan kaum muslimin yang baik dan senantiasa melaksanakan amal shalih seperti tersebut dalam surat Ar-Rahman ayat 76, surat Al-Insan ayat 21 dan surat Kahfi ayat 31.

Makna tersebut kemudian dikaitkan dengan sejumlah ayat Al-Qur'an yang menyebut warna hijau dalam gambaran kenikmatan di surga.

QS Arrahman Ayat 76: Mereka bertelekan (bersandar) pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

QS Al Insan Ayat 21: Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.

QS Al Kahfi Ayat 31: Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat-istirahat yang indah.

Di kemudian hari orang-orang Muhammadiyah menurut Sukriyanto mengartikan warna hijau dengan unsur segar, sejuk, damai, teduh dan menenteramkan hati yang dengannya menjadi ciri dakwah Muhammadiyah.

“Karena Muhammadiyah ingin mendakwahkan agama yang menyejukkan, agama yang membawa kesegaran dan menenteramkan sebab ajaran dan amal salihnya selalu mendatangkan rahmat bagi lingkungannya (rahmatan lil ‘alamin),” tulisnya.

Dengan pemaknaan tersebut, warna hijau tidak hanya menjadi warna dasar lambang Muhammadiyah. Warna tersebut juga dikaitkan dengan karakter dakwah yang diharapkan membawa kesejukan, kedamaian, ketenteraman, dan rahmat bagi lingkungan.

Lambang Muhammadiyah tidak hanya menampilkan matahari sebagai unsur visual, tetapi juga memuat makna tentang pencerahan, tauhid, dakwah, dan kesucian niat.

Karena itu, simbol matahari dan “Sang Surya” sama-sama lekat dengan identitas Muhammadiyah sebagai gerakan yang membawa gagasan pencerahan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Mengapa Logo Muhammadiyah Menggunakan Lambang Matahari? Ini Makna di Baliknya
Mengapa Logo Muhammadiyah Menggunakan Lambang Matahari? Ini Makna di Baliknya
Aktual
Logo Muhammadiyah: Sejarah, Pembuat, dan Makna Simbol Matahari
Logo Muhammadiyah: Sejarah, Pembuat, dan Makna Simbol Matahari
Aktual
Santri Asal Makassar Berhasil Temukan Celah Keamanan Siber NASA dan University of Melbourne
Santri Asal Makassar Berhasil Temukan Celah Keamanan Siber NASA dan University of Melbourne
Aktual
Kemenag Targetkan Struktur Ditjen Pesantren Terbentuk dalam 10 Hari
Kemenag Targetkan Struktur Ditjen Pesantren Terbentuk dalam 10 Hari
Aktual
Ditjen Pesantren Akan Sinkronkan Koperasi Pesantren dengan Kopdes Merah Putih
Ditjen Pesantren Akan Sinkronkan Koperasi Pesantren dengan Kopdes Merah Putih
Aktual
Ditjen Pesantren Targetkan Bisa Tunjukkan Capaian Bermakna dalam 100 Hari
Ditjen Pesantren Targetkan Bisa Tunjukkan Capaian Bermakna dalam 100 Hari
Aktual
Ketika Negara Hadir di Tanah Suci
Ketika Negara Hadir di Tanah Suci
Aktual
Bagaimana Cara Menghibur Orang Berduka Menurut Rasulullah?
Bagaimana Cara Menghibur Orang Berduka Menurut Rasulullah?
Aktual
Kemenag: Moderasi Beragama Menghormati Perbedaan, Bukan Mencampurkan Agama
Kemenag: Moderasi Beragama Menghormati Perbedaan, Bukan Mencampurkan Agama
Aktual
KH Ahmad Dahlan dan Surah Al-Ma’un: Membaca Al-Qur’an, Lalu Mengamalkannya
KH Ahmad Dahlan dan Surah Al-Ma’un: Membaca Al-Qur’an, Lalu Mengamalkannya
Aktual
Siapa yang Paling Berhak Jadi Imam Sholat? Ini Kriterianya Menurut Hadis dan Ulama
Siapa yang Paling Berhak Jadi Imam Sholat? Ini Kriterianya Menurut Hadis dan Ulama
Aktual
MUI Minta Menkeu Suahasil Jadikan Zakat Pengurang Pajak Langsung
MUI Minta Menkeu Suahasil Jadikan Zakat Pengurang Pajak Langsung
Aktual
Kemenhaj Bidik Beras hingga Buah Lokal untuk Konsumsi Jemaah Haji 2027
Kemenhaj Bidik Beras hingga Buah Lokal untuk Konsumsi Jemaah Haji 2027
Aktual
Lebaran 2027 Berapa Hari Lagi? Ini Jadwalnya Sesuai SKB 3 Menteri
Lebaran 2027 Berapa Hari Lagi? Ini Jadwalnya Sesuai SKB 3 Menteri
Aktual
Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Kapan Jadwal Libur Lebaran?
Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Kapan Jadwal Libur Lebaran?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar