Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Logo Muhammadiyah: Sejarah, Pembuat, dan Makna Simbol Matahari

Kompas.com, 16 September 2026, 21:29 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Logo Muhammadiyah identik dengan simbol matahari yang menjadi ciri visual Persyarikatan sejak awal berdirinya.

Di balik logo Muhammadiyah terdapat sejarah, filosofi, serta pesan tentang pencerahan yang berkaitan dengan peran Muhammadiyah dalam kehidupan umat dan masyarakat.

Baca juga: 3 Filosofi Daun Kelor dalam Logo Milad Ke-114 Muhammadiyah

Sejarah Lahirnya Logo Muhammadiyah

Sebagai gerakan yang membawa visi pencerahan peradaban, Muhammadiyah begitu lekat dengan simbol matahari.

Simbol tersebut menjadi bagian utama logo Persyarikatan Muhammadiyah dan juga diabadikan dalam syair lagu resmi Muhammadiyah, “Sang Surya”.

Baca juga: Dari Yogyakarta Menjangkau Dunia, Jejak Panjang Persebaran Muhammadiyah sejak 1912

Logo Muhammadiyah memiliki ciri khas tulisan Arab “Muhammadiyah” di tengah lingkaran yang dikelilingi dua kalimat syahadat dan 12 cabang sinar matahari berwarna putih.

Logo tersebut menggunakan warna dasar hijau yang membuatnya tidak hanya menjadi identitas visual, tetapi juga memiliki filosofi yang mendalam.

KH Siraad Dahlan, Pembuat Logo Muhammadiyah

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengungkapkan logo Muhammadiyah dibuat oleh KH Siraad Dahlan, putra sulung KH Ahmad Dahlan.

“Dari HM Sukriyanto AR yang berasal dari penuturan tokoh seniornya di Muhammadiyah seperti H Djarnawi Hadikusumo, Pak Wasthan Sudjak, dan lainnya, simbol Muhammadiyah, logo Matahari dibikin oleh Pak Siraad Dahlan, putra sulung Kiai Dahlan,” jelas Haedar dalam momentum peluncuran logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026).

KH Siraad Dahlan dikenal mewarisi keulamaan, keahlian ilmu falak, sekaligus darah seni dari ayahnya, KH Ahmad Dahlan.

Latar belakang tersebut berkaitan dengan lahirnya simbol matahari Muhammadiyah yang memiliki pesan tentang cahaya dan pencerahan.

Menurut Haedar, matahari merupakan sumber cahaya sekaligus sumber kehidupan. Karena itu, simbol matahari dalam logo Muhammadiyah tidak semestinya hanya dipahami sebagai identitas organisasi, tetapi juga menjadi pesan yang dihidupkan oleh setiap warga Persyarikatan.

“Muhammadiyah Aisyiyah di mana pun berada, dia harus menjadi cahaya kehidupan. Ketika banyak orang putus asa tentang hidup, seberat apa pun itu kita harus tetap jadi cahaya dan jangan ikut menciptakan suasana gelap dan hilang harapan. Di situlah pentingnya Muhammadiyah,” pesan Haedar.

Makna tersebut menempatkan matahari sebagai representasi peran Muhammadiyah dalam menghadirkan pencerahan.

Cahaya tidak hanya berfungsi menerangi, tetapi juga memberi kehidupan dan menunjukkan jalan ketika berada dalam kegelapan.

Bendera Muhammadiyah.KOMPAS/HERU SRI KUMORO Bendera Muhammadiyah.

Makna Tulisan Muhammadiyah dan Dua Kalimat Syahadat

Tulisan “Muhammadiyah” yang berada di bagian tengah logo menegaskan identitas Persyarikatan yang didirikan KH Ahmad Dahlan pada 1912. Nama tersebut juga menggambarkan gerakan yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, dua kalimat syahadat yang mengelilingi tulisan “Muhammadiyah” merepresentasikan komitmen Persyarikatan untuk menegakkan tauhid dan kalimah Allah serta mengikuti Rasulullah SAW.

Dengan demikian, unsur tulisan dalam logo Muhammadiyah berkaitan dengan identitas Persyarikatan sekaligus landasan keislaman yang menjadi dasar gerakannya.

Makna Warna Hijau dan Putih pada Logo Muhammadiyah

Filosofi logo Muhammadiyah juga tercermin dari penggunaan warna hijau dan putih.

Berdasarkan tulisan HM Sukriyanto AR dalam Majalah Suara Muhammadiyah Edisi 10 Tahun 2015, warna hijau menurut KH Siraad Dahlan merupakan warna yang ditawarkan Allah SWT kepada umat Islam.

Pemaknaan tersebut merujuk pada sejumlah ayat Al-Qur’an yang menyebut warna hijau dalam gambaran kenikmatan di surga. Di antaranya QS Ar-Rahman ayat 76, QS Al-Insan ayat 21, dan QS Al-Kahfi ayat 31.

Dalam perkembangan pemaknaannya, warna hijau kerap dipahami sebagai simbol kesejukan, kesegaran, kedamaian, keteduhan, dan ketenteraman.

Makna tersebut selaras dengan karakter dakwah Muhammadiyah yang berkomitmen menghadirkan dakwah Islam yang mencerahkan, menyejukkan, dan membawa ketentraman melalui amal shalih yang menjadi rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil alamin).

Sementara itu, warna putih pada sinar matahari Muhammadiyah juga memiliki makna tersendiri. Putih dikenal sebagai warna yang disukai Rasulullah SAW.

Dalam riwayat yang disampaikan tentang KH Ahmad Dahlan, warna tersebut juga dimaknai sebagai harapan agar warga Muhammadiyah senantiasa memancarkan cahaya Islam dengan niat yang bersih dan hati yang suci.

Cahaya putih juga menjadi simbol dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan tanpa pamrih dan semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.

Karena itu, sinar matahari dalam logo Muhammadiyah tidak hanya menggambarkan cahaya yang menerangi, tetapi juga kebersihan niat dalam menjalankan gerakan dakwah.

Estetika dan Makna Logo Muhammadiyah

Berbagai unsur dalam logo Muhammadiyah menunjukkan bahwa simbol Persyarikatan sejak awal tidak hanya berkaitan dengan estetika atau keindahan visual.

Setiap unsur di dalamnya memiliki gagasan dan nilai yang hendak diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam momentum peluncuran logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah, Haedar menegaskan pentingnya warga Muhammadiyah terus belajar memahami hubungan antara estetika dan makna.

“Muhammadiyah sejak awal memang telah melahirkan simbol logo. Maka kita di Muhammadiyah harus belajar tentang estetika dan makna di baliknya, bahwa makna adalah sesuatu yang bernilai di balik benda atau sesuatu yang eksis yang kita hadapi. Sedangkan estetika adalah sesuatu yang memiliki keindahan,” tutur Haedar.

Bagi Haedar, memahami estetika logo Muhammadiyah juga berarti memahami pesan yang perlu dihidupkan dalam gerakan Persyarikatan.

Simbol matahari tidak cukup hanya menjadi identitas visual, tetapi juga menjadi spirit dakwah agar Muhammadiyah dan Aisyiyah senantiasa menjadi cahaya pencerahan di tengah persoalan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan global.

Sejarah logo Muhammadiyah menunjukkan adanya keterkaitan antara simbol, identitas, dan nilai yang dibawa Persyarikatan.

Unsur matahari, tulisan Muhammadiyah, dua kalimat syahadat, serta warna hijau dan putih memiliki pemaknaan yang berkaitan dengan ajaran dan gerakan dakwah.

Pemaknaan tersebut menjadi bagian dari pesan yang terus diwariskan kepada warga Muhammadiyah dari generasi ke generasi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Mengapa Logo Muhammadiyah Menggunakan Lambang Matahari? Ini Makna di Baliknya
Mengapa Logo Muhammadiyah Menggunakan Lambang Matahari? Ini Makna di Baliknya
Aktual
Logo Muhammadiyah: Sejarah, Pembuat, dan Makna Simbol Matahari
Logo Muhammadiyah: Sejarah, Pembuat, dan Makna Simbol Matahari
Aktual
Santri Asal Makassar Berhasil Temukan Celah Keamanan Siber NASA dan University of Melbourne
Santri Asal Makassar Berhasil Temukan Celah Keamanan Siber NASA dan University of Melbourne
Aktual
Kemenag Targetkan Struktur Ditjen Pesantren Terbentuk dalam 10 Hari
Kemenag Targetkan Struktur Ditjen Pesantren Terbentuk dalam 10 Hari
Aktual
Ditjen Pesantren Akan Sinkronkan Koperasi Pesantren dengan Kopdes Merah Putih
Ditjen Pesantren Akan Sinkronkan Koperasi Pesantren dengan Kopdes Merah Putih
Aktual
Ditjen Pesantren Targetkan Bisa Tunjukkan Capaian Bermakna dalam 100 Hari
Ditjen Pesantren Targetkan Bisa Tunjukkan Capaian Bermakna dalam 100 Hari
Aktual
Ketika Negara Hadir di Tanah Suci
Ketika Negara Hadir di Tanah Suci
Aktual
Bagaimana Cara Menghibur Orang Berduka Menurut Rasulullah?
Bagaimana Cara Menghibur Orang Berduka Menurut Rasulullah?
Aktual
Kemenag: Moderasi Beragama Menghormati Perbedaan, Bukan Mencampurkan Agama
Kemenag: Moderasi Beragama Menghormati Perbedaan, Bukan Mencampurkan Agama
Aktual
KH Ahmad Dahlan dan Surah Al-Ma’un: Membaca Al-Qur’an, Lalu Mengamalkannya
KH Ahmad Dahlan dan Surah Al-Ma’un: Membaca Al-Qur’an, Lalu Mengamalkannya
Aktual
Siapa yang Paling Berhak Jadi Imam Sholat? Ini Kriterianya Menurut Hadis dan Ulama
Siapa yang Paling Berhak Jadi Imam Sholat? Ini Kriterianya Menurut Hadis dan Ulama
Aktual
MUI Minta Menkeu Suahasil Jadikan Zakat Pengurang Pajak Langsung
MUI Minta Menkeu Suahasil Jadikan Zakat Pengurang Pajak Langsung
Aktual
Kemenhaj Bidik Beras hingga Buah Lokal untuk Konsumsi Jemaah Haji 2027
Kemenhaj Bidik Beras hingga Buah Lokal untuk Konsumsi Jemaah Haji 2027
Aktual
Lebaran 2027 Berapa Hari Lagi? Ini Jadwalnya Sesuai SKB 3 Menteri
Lebaran 2027 Berapa Hari Lagi? Ini Jadwalnya Sesuai SKB 3 Menteri
Aktual
Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Kapan Jadwal Libur Lebaran?
Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Kapan Jadwal Libur Lebaran?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar