Editor
KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan seluruh struktur organisasinya segera terbentuk agar dapat menjalankan tugas secara optimal.
Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said menargetkan pengisian jabatan mulai dari eselon II hingga eselon IV dapat diselesaikan dalam 10 hari.
Baca juga: Ditjen Pesantren Akan Sinkronkan Koperasi Pesantren dengan Kopdes Merah Putih
“Insya Allah dalam rangka menyelesaikan ini kita diberi waktu ya, semoga 10 hari ini semuanya sudah terbentuk, eselon II sudah dilantik, eselon III sudah dilantik, kemudian semua bisa bekerja untuk secepatnya,” ujar Basnang Said di Jakarta, Rabu (16/9/2026), seperti dilansir dari Antara.
Basnang menjelaskan struktur Ditjen Pesantren nantinya akan diisi lima pejabat eselon II, 15 pejabat eselon III, serta empat pejabat eselon IV.
Baca juga: Ditjen Pesantren Targetkan Bisa Tunjukkan Capaian Bermakna dalam 100 Hari
Pengisian jabatan tersebut menjadi bagian dari penataan kelembagaan setelah Ditjen Pesantren resmi berdiri sebagai satuan kerja baru setingkat eselon I.
“Semoga semua bisa bekerja untuk secepatnya,” ujarnya.
Lima jabatan eselon II yang akan mengisi struktur Ditjen Pesantren meliputi Sekretaris Ditjen Pesantren, Direktur Mahad Ali, Direktur Muadalah dan Diniyah Formal, Direktur Dakwah dan Pendidikan Nonformal, serta Direktur Pemberdayaan Masyarakat.
Basnang berharap pembentukan struktur organisasi dapat mempercepat pelaksanaan tugas Ditjen Pesantren.
Dengan struktur yang segera lengkap, pelayanan pemerintah terhadap pesantren di Indonesia juga diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
“Insya Allah tentu kita berharap bahwa negara benar-benar utuh dan hadir untuk pesantren,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik Basnang Said sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren dan empat pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) lainnya di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa.
Dalam pelantikan tersebut, Nasaruddin meminta agar Ditjen Pesantren dapat menunjukkan perubahan yang dirasakan dalam 100 hari kerja pertama.
“Dalam tempo 100 hari pondok pesantren ini ada kejutan-kejutan positif yang anda bisa lakukan, dan orang bisa merasakan, ‘Oh ini bedanya dulu dan sekarang’,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Basnang Said menjadi Dirjen Pesantren pertama setelah Ditjen Pesantren dibentuk sebagai satuan kerja baru setingkat eselon I di Kementerian Agama.
Dengan pembentukan tersebut, Ditjen Pesantren tidak lagi menjadi bagian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dalam susunan organisasi Kementerian Agama.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.