Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Santri Asal Makassar Berhasil Temukan Celah Keamanan Siber NASA dan University of Melbourne

Kompas.com, 16 September 2026, 20:26 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Seorang santri di Makassar, Sulawesi Selatan, mengembangkan kemampuan keamanan siber secara otodidak hingga menemukan celah pada sistem sejumlah institusi.

Dilansir dari Antara, Muhammad Al Hindawi, santri kelas 12 Pondok Pesantren Al Imam Ashim Makassar, mulai mempelajari keamanan siber setelah menemukan kerentanan pada sistem pesantrennya.

Dari pengalaman tersebut, ia kemudian melakukan pemetaan terhadap sejumlah sistem untuk mengidentifikasi celah keamanan.

Dalam prosesnya, Al Hindawi menemukan dua celah pada sistem Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan satu celah pada sistem University of Melbourne, Australia.

Al Hindawi Belajar Keamanan Siber Secara Otodidak

Al Hindawi mengatakan dirinya baru sekitar lima bulan mempelajari keamanan siber secara mandiri. Ia memanfaatkan berbagai tutorial di YouTube serta laporan penelitian keamanan yang dipublikasikan peneliti lain melalui platform Bugcrowd.

Setelah mempelajari sejumlah teknik, Al Hindawi mulai melakukan pemetaan untuk mencari kerentanan pada berbagai sistem.

"Temuan itu saat melakukan pemetaan (recon), awal mulanya saya menggunakan 'Subfinder' untuk mengumpulkan subdomain, lalu mengecek status 'response code'-nya menggunakan httpx," kata Al Hindawi.

"Dari sana, baru saya cari sistem yang rentan terkena SQL injection," ujarnya.

Berhasil Temukan Celah pada Sistem NASA dan University of Melbourne

Dari proses pemetaan tersebut, Al Hindawi menyebut telah menemukan dua celah keamanan pada sistem NASA. Ia juga menemukan satu celah pada sistem University of Melbourne, Australia.

Temuan kerentanan tersebut kemudian dilaporkan melalui program resmi Vulnerability Disclosure Program (VDP) yang tersedia di platform Bugcrowd. Pelaporan dilakukan sebagai bagian dari proses penyampaian temuan keamanan kepada masing-masing institusi.

Al Hindawi mengatakan laporan kerentanan yang disampaikannya telah divalidasi oleh tim keamanan siber dari kedua institusi tersebut.

Atas kontribusinya dalam menemukan celah pada sistem NASA, Al Hindawi menyebut menerima surat penghargaan atau Letter of Recognition (LOR) dari NASA.

Sementara untuk temuan pada sistem University of Melbourne, Al Hindawi mengatakan telah mendapatkan konfirmasi validasi dari tim Cyber Operations universitas tersebut.

Berawal dari Temuan Celah Sistem Keamanan di Sistem Pesantren

Sebelum menemukan dan melaporkan kerentanan pada sistem NASA serta University of Melbourne, Al Hindawi mengaku lebih dulu menemukan celah keamanan pada sistem Pondok Pesantren Al Imam Ashim, tempatnya menimba ilmu.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses Al Hindawi dalam mengembangkan kemampuan keamanan siber.

Ia mempelajari bidang tersebut secara mandiri dengan memanfaatkan sumber pembelajaran yang tersedia secara daring.

Al Hindawi mengatakan dirinya terus mendalami teknik identifikasi kerentanan sistem. Selain mengikuti berbagai sumber pembelajaran, ia juga mempelajari laporan penelitian keamanan yang dipublikasikan secara daring.

Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana santri dapat mengembangkan keterampilan di bidang teknologi melalui pembelajaran mandiri.

Dari lingkungan pesantren, Al Hindawi mengasah kemampuan keamanan sibernya hingga mampu melaporkan temuan kerentanan kepada institusi di tingkat internasional.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Mengapa Logo Muhammadiyah Menggunakan Lambang Matahari? Ini Makna di Baliknya
Mengapa Logo Muhammadiyah Menggunakan Lambang Matahari? Ini Makna di Baliknya
Aktual
Logo Muhammadiyah: Sejarah, Pembuat, dan Makna Simbol Matahari
Logo Muhammadiyah: Sejarah, Pembuat, dan Makna Simbol Matahari
Aktual
Santri Asal Makassar Berhasil Temukan Celah Keamanan Siber NASA dan University of Melbourne
Santri Asal Makassar Berhasil Temukan Celah Keamanan Siber NASA dan University of Melbourne
Aktual
Kemenag Targetkan Struktur Ditjen Pesantren Terbentuk dalam 10 Hari
Kemenag Targetkan Struktur Ditjen Pesantren Terbentuk dalam 10 Hari
Aktual
Ditjen Pesantren Akan Sinkronkan Koperasi Pesantren dengan Kopdes Merah Putih
Ditjen Pesantren Akan Sinkronkan Koperasi Pesantren dengan Kopdes Merah Putih
Aktual
Ditjen Pesantren Targetkan Bisa Tunjukkan Capaian Bermakna dalam 100 Hari
Ditjen Pesantren Targetkan Bisa Tunjukkan Capaian Bermakna dalam 100 Hari
Aktual
Ketika Negara Hadir di Tanah Suci
Ketika Negara Hadir di Tanah Suci
Aktual
Bagaimana Cara Menghibur Orang Berduka Menurut Rasulullah?
Bagaimana Cara Menghibur Orang Berduka Menurut Rasulullah?
Aktual
Kemenag: Moderasi Beragama Menghormati Perbedaan, Bukan Mencampurkan Agama
Kemenag: Moderasi Beragama Menghormati Perbedaan, Bukan Mencampurkan Agama
Aktual
KH Ahmad Dahlan dan Surah Al-Ma’un: Membaca Al-Qur’an, Lalu Mengamalkannya
KH Ahmad Dahlan dan Surah Al-Ma’un: Membaca Al-Qur’an, Lalu Mengamalkannya
Aktual
Siapa yang Paling Berhak Jadi Imam Sholat? Ini Kriterianya Menurut Hadis dan Ulama
Siapa yang Paling Berhak Jadi Imam Sholat? Ini Kriterianya Menurut Hadis dan Ulama
Aktual
MUI Minta Menkeu Suahasil Jadikan Zakat Pengurang Pajak Langsung
MUI Minta Menkeu Suahasil Jadikan Zakat Pengurang Pajak Langsung
Aktual
Kemenhaj Bidik Beras hingga Buah Lokal untuk Konsumsi Jemaah Haji 2027
Kemenhaj Bidik Beras hingga Buah Lokal untuk Konsumsi Jemaah Haji 2027
Aktual
Lebaran 2027 Berapa Hari Lagi? Ini Jadwalnya Sesuai SKB 3 Menteri
Lebaran 2027 Berapa Hari Lagi? Ini Jadwalnya Sesuai SKB 3 Menteri
Aktual
Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Kapan Jadwal Libur Lebaran?
Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Kapan Jadwal Libur Lebaran?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar