Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Peserta Terbaik Tartil Al-Qur’an Isyarat MTQ Nasional 2026, Ini Daftar Nama dan Nilainya

Kompas.com, 17 September 2026, 21:57 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Enam peserta ditetapkan sebagai peserta terbaik dalam ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah.

Enam peserta tersebut terbagi dalam dua metode, yakni Kitabah dan Tilawah, dengan nilai tertinggi mencapai 98,67.

Baca juga: Kisah Ahmad Zainudin, Tunanetra Penghafal 30 Juz yang Tampil di MTQ Nasional 2026

Siapa Saja Peserta Terbaik Tartil Al-Qur’an Isyarat?

Pada metode Kitabah, peringkat pertama diraih Muhammad Azka Rinaldy dari DKI Jakarta dengan nilai 97,33.

Posisi kedua ditempati Azaroby Dwi Anggoro dari Banten dengan nilai 96,67, sedangkan peringkat ketiga diraih Aqilah Kaila Zahra dari Jawa Barat dengan nilai 96,33.

Baca juga: Pameran Kaligrafi Internasional Jadi Bagian dari MTQ Nasional XXXI, Tampilkan Karya dari 50 Negara

Sementara itu, pada metode Tilawah, Muhammad Rifqi Abdul Aziz dari Jawa Barat menjadi peserta dengan nilai tertinggi, yakni 98,67.

Posisi berikutnya ditempati Adila Latifani Amrullah dari Jawa Barat dengan nilai 97,67 dan Bintang Fahrurrozak dari Jawa Barat dengan nilai 96,67.

Dengan demikian, enam peserta terbaik ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat MTQ Nasional 2026 adalah:

Peserta Terbaik Tartil Al-Qur’an Isyarat Metode Kitabah

  1. Muhammad Azka Rinaldy – DKI Jakarta – 97,33
  2. Azaroby Dwi Anggoro – Banten – 96,67
  3. Aqilah Kaila Zahra – Jawa Barat – 96,33

Peserta Terbaik Tartil Al-Qur’an Isyarat Metode Tilawah

  1. Muhammad Rifqi Abdul Aziz – Jawa Barat – 98,67
  2. Adila Latifani Amrullah – Jawa Barat – 97,67
  3. Bintang Fahrurrozak – Jawa Barat – 96,67

Hasil Ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat MTQ Nasional 2026

Hasil tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Dewan Hakim Ekshibisi Cabang Tartil Al-Qur’an Isyarat Golongan Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara/Tuli MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 Nomor Kep-01/MH-PDSRW/MTQN XXXI/IX/2026.

Penilaian ditetapkan di Semarang pada 15 September 2026 dan bersifat final serta mengikat.

Ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat berlangsung di Semarang pada 15 September 2026 dan diikuti 28 peserta dari 14 komunitas tuli muslim yang berasal dari sejumlah daerah.

Kegiatan tersebut untuk pertama kalinya diperkenalkan dalam MTQ Nasional melalui format ekshibisi.

Ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat Buka Ruang bagi Penyandang Disabilitas

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Abu Rokhmad, mengatakan ekshibisi tersebut menjadi bagian penting dalam membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk belajar dan berinteraksi dengan Al-Qur’an.

“Kami merasa sangat berbahagia dan tentu sangat bangga, penyelenggaraan MTQ Nasional ke-31 di Semarang telah melahirkan tradisi baru, sebuah sunnah hasanah. Yaitu ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara,” ujar Abu Rokhmad di Semarang, Rabu (16/9/2026).

Menurut Abu, penyelenggaraan ekshibisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan kesempatan mempelajari Al-Qur’an dapat diakses masyarakat dengan beragam kondisi.

Kementerian Agama membuka kemungkinan agar cabang tersebut dapat terus dikembangkan pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.

“Karena itu, tidak boleh ada seorang pun yang kehilangan kesempatan mempelajari Al-Qur’an. Karena kondisi fisik, sosial ekonomi, ataupun geografis,” kata Abu.

Perbedaan Metode Kitabah dan Tilawah

Ketua Dewan Hakim merangkap Anggota, Rama Syahti Al Islamabad, mengatakan keterlibatan peserta tuli dalam MTQ Nasional menjadi pengalaman penting bagi komunitas.

Ia melihat peserta dan para pendamping mengikuti ekshibisi dengan antusias sejak pelaksanaan dimulai.

“Ini adalah MTQ Nasional pertama yang melibatkan teman tuli, dan tentunya kami lihat peserta sangat bersemangat, pendamping pun juga bersemangat,” ujar Rama.

Rama menjelaskan, dua metode yang digunakan dalam ekshibisi tersebut memiliki karakter berbeda.

Metode Kitabah menggunakan isyarat Al-Qur’an yang mengikuti tulisan dalam mushaf, sedangkan metode Tilawah menggunakan sistem isyarat yang lebih memperhatikan aspek pembacaan Al-Qur’an.

Menurut Rama, kehadiran ekshibisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan membaca dan mempelajari Al-Qur’an dapat dikembangkan melalui pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan komunitas tuli.

Karena itu, pelaksanaan perdana ini menjadi pengalaman penting untuk melihat kesiapan peserta sekaligus penerapan metode dan penilaian di lapangan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kisah UMKM Lokal yang Meraup Rezeki di Gelaran MTQ Nasional 2026
Kisah UMKM Lokal yang Meraup Rezeki di Gelaran MTQ Nasional 2026
Aktual
6 Peserta Terbaik Tartil Al-Qur’an Isyarat MTQ Nasional 2026, Ini Daftar Nama dan Nilainya
6 Peserta Terbaik Tartil Al-Qur’an Isyarat MTQ Nasional 2026, Ini Daftar Nama dan Nilainya
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Makna Sejarah Masjid Al-Aqsha Bagi Umat Islam
Khutbah Jumat 18 September 2026: Makna Sejarah Masjid Al-Aqsha Bagi Umat Islam
Aktual
Qada dan Qadar Bukan Alasan untuk Pasif, Ini Cara Memahami Takdir dan Pentingnya Ikhtiar
Qada dan Qadar Bukan Alasan untuk Pasif, Ini Cara Memahami Takdir dan Pentingnya Ikhtiar
Aktual
Mengenali Perbedaan Bahagia dan Nikmat dalam Islam, Ini Penjelasannya
Mengenali Perbedaan Bahagia dan Nikmat dalam Islam, Ini Penjelasannya
Aktual
4 Tanda Kebahagiaan dalam Islam Menurut Hadits, Ada Tetangga Baik hingga Pasangan Salih
4 Tanda Kebahagiaan dalam Islam Menurut Hadits, Ada Tetangga Baik hingga Pasangan Salih
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Khutbah Jumat 18 September 2026: Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Aktual
Khutbah Jumat 18 September 2026: Tentang Catatan Amal, Tidak Ada yang Luput di Hari Hisab
Khutbah Jumat 18 September 2026: Tentang Catatan Amal, Tidak Ada yang Luput di Hari Hisab
Aktual
Jangan Lewat 40 Hari, Ini Sunnah Merawat Kebersihan Tubuh dalam Islam
Jangan Lewat 40 Hari, Ini Sunnah Merawat Kebersihan Tubuh dalam Islam
Aktual
Niat Shalat 5 Waktu, Jumlah Rakaat, dan Batas Waktunya: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya
Niat Shalat 5 Waktu, Jumlah Rakaat, dan Batas Waktunya: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya
Aktual
Mengapa Masuk Kamar Mandi Didahulukan Kaki Kiri? Ini Penjelasan Islam
Mengapa Masuk Kamar Mandi Didahulukan Kaki Kiri? Ini Penjelasan Islam
Aktual
Sayyidul Istighfar: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Sayyidul Istighfar: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa Harian
Tubuh Memiliki Hak, Menjaga Kesehatan adalah Ikhtiar
Tubuh Memiliki Hak, Menjaga Kesehatan adalah Ikhtiar
Aktual
Baznas dan Kemenag Salurkan Rp 17,5 Miliar untuk 700 Pesantren
Baznas dan Kemenag Salurkan Rp 17,5 Miliar untuk 700 Pesantren
Aktual
Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar