Penulis
KOMPAS.com — Memasuki bulan Rabiul Akhir, umat Islam kembali diingatkan bahwa perjalanan waktu merupakan bagian dari tanda kebesaran Allah SWT.
Setelah melewati Rabiul Awwal yang identik dengan berbagai kegiatan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, Rabiul Akhir dapat menjadi momentum untuk melanjutkan semangat mencintai Rasulullah SAW melalui akhlak dan amal yang dilakukan secara istiqamah.
Islam tidak mengajarkan umatnya untuk beramal hanya pada waktu tertentu, kemudian meninggalkannya ketika waktu tersebut berlalu. Sebaliknya, seorang Muslim dianjurkan menjaga amal kebaikan secara konsisten.
Allah SWT berfirman dalam QS Al-Hasyr ayat 18:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha waltanẓur nafsun mā qaddamat lighad, wattaqullāh, innallāha khabīrum bimā ta‘malūn.
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Baca juga: Khutbah Jumat Menyentuh Hati: Belajar Memaafkan Meski Pernah Terluka
Ayat tersebut mengajarkan pentingnya muhasabah. Setiap pergantian bulan seharusnya membuat seorang Muslim bertanya kepada dirinya sendiri: apakah iman semakin kuat, ibadah semakin baik, dan akhlak semakin dekat dengan tuntunan Rasulullah SAW?
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْإِنْسَانَ وَعَلَّمَهُ الْبَيَانَ، وَجَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُوْرًا.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Hari berganti hari, pekan berganti pekan, dan bulan berganti bulan. Kini kita memasuki bulan Rabiul Akhir. Pergantian bulan bukan sekadar perubahan nama dalam kalender Hijriah. Pergantian waktu adalah pengingat bahwa usia kita terus berjalan menuju batas yang telah ditentukan Allah SWT.
Karena itu, orang yang beriman tidak hanya memperhatikan bertambahnya usia, tetapi juga memperhatikan apa yang bertambah dalam dirinya: apakah ketakwaannya bertambah, apakah amalnya bertambah, dan apakah akhlaknya semakin baik?
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok."
(QS Al-Hasyr: 18)
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Ayat ini mengajarkan kepada kita pentingnya muhasabah.
Setiap memasuki bulan baru, mari kita berhenti sejenak dan melihat perjalanan diri kita.
Sudahkah shalat kita semakin baik?
Sudahkah bacaan Al-Qur'an kita semakin dekat?
Sudahkah lisan kita semakin terjaga dari ghibah, fitnah dan perkataan yang menyakiti?
Sudahkah hubungan kita dengan orangtua, keluarga, tetangga dan sesama semakin baik?
Dan yang tidak kalah penting, sudahkah kecintaan kita kepada Rasulullah SAW diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari?
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Rabiul Awwal telah berlalu. Banyak umat Islam mengisinya dengan kegiatan yang mengingatkan kembali perjuangan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
Namun, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak seharusnya berhenti ketika Rabiul Awwal berakhir.
Cinta kepada Nabi harus diwujudkan dengan mengikuti ajarannya.
Allah SWT berfirman dalam QS Ali Imran ayat 31:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Katakanlah (Muhammad), 'Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
Ayat ini mengajarkan bahwa kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya harus diwujudkan melalui ittiba', yaitu mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya menjaga amal secara konsisten.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang paling kontinu, meskipun sedikit."
Karena itu, jangan merasa bahwa amal kecil tidak berarti.
Membaca Al-Qur'an beberapa ayat setiap hari lebih baik daripada membaca banyak sekaligus tetapi kemudian meninggalkannya.
Bersedekah sedikit tetapi rutin adalah kebiasaan yang baik.
Membiasakan mengucapkan salam, tersenyum kepada sesama, membantu orang yang membutuhkan, menjaga lisan, dan memaafkan kesalahan orang lain juga merupakan bagian dari amal kebaikan.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Rabiul Akhir dapat kita jadikan momentum untuk bertanya kepada diri sendiri: apa yang akan kita pertahankan setelah bulan berganti?
Jangan sampai semangat ibadah hanya muncul pada momentum tertentu.
Jangan sampai membaca Al-Qur'an hanya ketika sedang memiliki waktu luang.
Jangan sampai bersedekah hanya ketika ada ajakan.
Jangan sampai mengingat Rasulullah SAW hanya pada bulan tertentu.
Sebab, kehidupan seorang Muslim adalah perjalanan panjang untuk terus memperbaiki diri hingga akhir hayat.
Baca juga: Teks Khutbah Jumat Menyentuh Hati: Syukur Bukan Sekadar Ucapan
Allah SWT berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
"Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu." (QS Al-Hijr: 99)
Maka, mari kita jadikan Rabiul Akhir sebagai bulan untuk melanjutkan kebaikan.
Jika pada bulan sebelumnya kita mulai memperbaiki shalat, lanjutkan.
Jika kita mulai membaca Al-Qur'an, pertahankan.
Jika kita mulai bersedekah, teruskan.
Jika kita mulai meninggalkan dosa, jangan kembali.
Dan jika kita mulai mencintai Rasulullah SAW, buktikan kecintaan itu dengan mengikuti akhlak dan sunnah beliau.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita menjaga ketakwaan kepada Allah SWT. Jangan biarkan pergantian bulan hanya menjadi pergantian kalender, tetapi jadikanlah sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
Mari kita pertahankan amal saleh, memperbanyak istighfar, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan mengikuti akhlak Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
"Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Karena itu, jangan pernah merasa terlalu jauh untuk kembali kepada Allah.
Baca juga: Khutbah Jumat 25 September 2026: Jangan Tunggu Tua untuk Bertaubat
Selama nyawa masih dikandung badan, pintu taubat masih terbuka. Selama waktu masih diberikan, kesempatan memperbaiki diri masih ada.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوْبَنَا، وَأَصْلِحْ أَعْمَالَنَا، وَاغْفِرْ ذُنُوْبَنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حُبَّكَ وَحُبَّ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَ سُنَّتِهِ وَالِاقْتِدَاءَ بِأَخْلَاقِهِ.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا وَأَوْقَاتِنَا وَأَعْمَالِنَا، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا آخِرَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِمَهَا.
اللَّهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا، وَاحْفَظْ أَهْلَهَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَارْزُقْ أَهْلَهَا الرَّخَاءَ وَالْعَدْلَ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَاجْعَلْهُمْ سَبَبًا فِي خَيْرِ الشَّعْبِ وَالْبِلَادِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.